<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>F.A.S.T</title>
	<atom:link href="http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://safetyridingcourse.com</link>
	<description>First Advanced Safety-Riding Training</description>
	<lastBuildDate>Wed, 25 Aug 2010 05:54:46 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Positive Thinking</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=356</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=356#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Aug 2010 05:53:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Riding Skill]]></category>
		<category><![CDATA[emosi]]></category>
		<category><![CDATA[positive thinking]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin, semua orang yang pernah turun kejalan pasti pernah rasakan. Kesal, jengkel, sebal dan lain sebagainya terhadap pengendara motor/mobil lain yang kita rasakan tidak tahu diri, tidak bertanggung jawab dan seterusnya.
Yah, begitulah perasaan kita terhadap orang-orang itu. Kena pepet, jalur dimakan, jalur dipotong jelas saja akan membuat kita habis kesabaran dan membuat stress. Tak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya yakin, semua orang yang pernah turun kejalan pasti pernah rasakan. Kesal, jengkel, sebal dan lain sebagainya terhadap pengendara motor/mobil lain yang kita rasakan tidak tahu diri, tidak bertanggung jawab dan seterusnya.</p>
<p>Yah, begitulah perasaan kita terhadap orang-orang itu. Kena pepet, jalur dimakan, jalur dipotong jelas saja akan membuat kita habis kesabaran dan membuat stress. Tak jarang menjadikan kita lupa tujuan utama kita berkendara, untuk sampai dan tiba di tujuan dengan selamat. Kebut-kebutan, sumpah serapah hingga terkadang sampai ngajak berkelahi.</p>
<p>Tapi tunggu dulu. Coba kita fikirkan lagi. &#8220;Apakah anda kenal mereka secara pribadi ? Apakah anda layak untuk marah-marah ? Tidak rugi buang-buang emosi ?&#8221;.</p>
<p>Contohnya, &#8230; sebut saja Pak Rustam.</p>
<p>Pak Rustam sudah menjadi supir perusahaan selama 30 tahun. Beliau orang yang sangat menyenangkan, ramah, bertutur kata santun dan banyak temannya. Ia orang yang sederhana dan rajin ibadah serta siapapun yang berkenalan dengannya akan dengan sangat mudah menjadi akrab.</p>
<p>Karena sebuah keperluan, beliau hendak mengantarkan tamu perusahaan ke hotel dan dalam perjalanan berpapasan dengan motor anda. Karena menghindari sepeda, mobil Pak Rustam bermanuver dan hampir menabrak motor anda.</p>
<p>Apa reaksi anda ?</p>
<p>Amarah yang meluap memuntahkan sumpah serapah kearah pengendara mobil ? Memang anda hampir celaka, tapi apakah itu sebuah kesengajaan ? Apakah Pak Rustam pantas mendapatkan sumpah serapah itu ? Apakah memberikan sumpah-serapah itu bisa membawa perubahan ? membawa kegunaan bagi anda  ? bagi Pak Rustam ?</p>
<p>Sekarang, apa bila anda mengenal Pak Rustam secara pribadi, apakah anda tetap ingin mencaci maki ? Iya sih&#8230;, mereka memang terkadang membahayakan anda, dan anda-pun kadang membahayakan orang lain, namun coba anda berfikir dengan positif;</p>
<ol>
<li>Mereka mungkin berkendara dengan sedikit ceroboh, sebenarnya mereka tidak ingin ceroboh.</li>
<li>Mereka sebenarnya orang-orang yang menyenangkan dan bersahabat, kalau saja saya mengenal mereka.</li>
<li>Mungkin bisa saja saya lah yang membahayakan mereka saat itu, hanya saja saya tidak memikirkannya.</li>
<li>&#8220;Shit Happens&#8221;, karenanya Saya lah yang seharusnya lebih berhati-hati.</li>
<li>Saya tidak bisa mengendalikan cara orang lain berkendara, tapi saya bisa mengedalikan cara saya sendiri berkendara.</li>
<li>Mereka sebenarnya berusaha sebaik-baiknya, seperti halnya saya.</li>
</ol>
<p>Apa bila anda berfikir negatif ;</p>
<ol>
<li>Mereka semua orang-orang goblok, jadi wajar saja kalau saya teriak &#8220;GOBLOK LUH&#8221;. Saya kan orang pintar disini.</li>
<li>Mereka semua pastilah orang-orang tidak menyenangkan, suka masuk jalur orang se-enaknya, potong jalur orang seudelnya.</li>
<li>Saya selalu benar, posisi saya benar dan saya berhak dalam posisi itu, mereka lah yang harusnya &#8220;minggir&#8221;.</li>
<li>Semua yang melanggar jalur saya adalah Salah !</li>
<li>Cara saya berkendara sudah benar, cara kamu lah yang salah.</li>
<li>Saya sudah melakukan sebaik-baiknya, mereka semualah yang berkendara gak pakai otak.</li>
</ol>
<p>Sekarang, apakah anda mau berfikir positif atau negatif ?</p>
<p>Mungkin pertanyaan-nya adalah &#8220;Kenapa saya harus berfikir Positif ? Kenapa Negatif ?&#8221;</p>
<ol>
<li>Dengan berfikir positif, anda akan dapat berfikir lebih jernih dan jauh kedepan. Anda menjadi lebih tenang dalam menghadapi perjalanan. Berfikir negatif membuat anda berfikir yang tidak-tidak dan menjadi lebih emosional.</li>
<li>Berfikir positif menjadikan perjalanan anda selalu menyenangkan dan setiba di tujuan anda menjadi lebih lega. Berfikir negatif menjadikan perjalanan anda tidak nyaman dan menyebalkan.</li>
<li>Berfikir positif menjadikan anda lebih sadar akan keselamatan karena berusaha mencegah terulangnya kembali kejadian-kejadian yang membahayakan anda. Berfikir negatif membangkitkan emosi, tidak lagi berfikir jernih dan menjadikan perjalanan anda menjadi lebih berbahaya.</li>
<li>Dengan berfikir positif, anda memanjakan perasaan anda sendiri, dengan berfikir negatif anda hanya menyiksa perasaan anda.</li>
</ol>
<p>Perasaan anda mahal harganya. Banyak orang mau mengeluarkan uang berjuta-juta hanya untuk mendapatkan suasana hati yang tenang dan menyenangkan. Sekarang, buat apa anda merusak suasana hati untuk hal-hal sepele ? &#8220;Its Not Worth It&#8221;.</p>
<p>Kalau saya berpapasan dengan Pak Rustam, dan motor saya hampir bersinggungan dengan mobil beliau karena mobil beliau masuk jalur saya tiba-tiba, maka yang akan saya lakukan adalah membuka kaca helm dan tersenyum. Saya akan memikirkan bahwa si supir sebenarnya orang yang menyenangkan kalau saja saya bisa mengenalnya, mereka juga punya keluarga yang menyenangkan. Dan saya akan lebih berhati-hati lagi kalau naik motor. Maka hari itu akan tetap menyenangkan dan perasaan tersebut mahal harganya, jangan sampai rusak.</p>
<p>&#8220;Positive Thinking&#8221; adalah salah satu SKILL yang tidak bisa anda dapatkan dari kursus manapun. Membutuhkan kebesaran jiwa, kematangan berfikir dan kesabaran. Mulai lah melatih SKILL yang satu ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=356</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Risk Assesment Matrix</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=348</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=348#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2010 06:12:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Open Articles]]></category>
		<category><![CDATA[analisa]]></category>
		<category><![CDATA[resiko]]></category>
		<category><![CDATA[risk assessment matrix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=348</guid>
		<description><![CDATA[Resiko
Aktifitas kita sehari-hari sangat sering berinteraksi dengan Resiko. Pada kenyataanya, Resiko adalah bagian dari kehidupan dan merupakan akibat dari segala perbuatan kita.
Resiko jumlahnya sangat-sangat banyak, baik dan buruk, dan biasanya dapat diketahui setelah resiko tersebut terjadi. Sepertinya kalau ada suatu aktifitas yang ber-resiko bagus, semua orang juga mau, hal ini gak perlu kita bahas. Yang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Resiko</strong></p>
<p>Aktifitas kita sehari-hari sangat sering berinteraksi dengan Resiko. Pada kenyataanya, Resiko adalah bagian dari kehidupan dan merupakan akibat dari segala perbuatan kita.</p>
<p>Resiko jumlahnya sangat-sangat banyak, baik dan buruk, dan biasanya dapat diketahui setelah resiko tersebut terjadi. Sepertinya kalau ada suatu aktifitas yang ber-resiko bagus, semua orang juga mau, hal ini gak perlu kita bahas. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menghindari resiko-resiko yang berdampak buruk.</p>
<p><strong>Menimbang resiko dengan RAM</strong></p>
<p>Ada satu metoda atau cara yang biasa dipergunakan untuk dapat menilai suatu resiko. Salah satunya adalah dengan menggunakan &#8216;Risk Assessment Matrix&#8217; (RAM). Dengan menggunakan matrix ini, seseorang dapat menilai suatu resiko, menimbang prioritas antara mencegah suatu resiko dengan resiko yang lain, dan juga memikirkan cara-cara pencegahannya.</p>
<p>Pada umumnya, RAM dibuat untuk menganalisa resiko yang muncul dalam proyek-proyek pembangunan. Entah itu membangun rumah, gedung, software, atau proyek-proyek lain. Dimana segala resiko yang bisa menyebabkan keterlambatan, kerugian, menurunnya kualitas dan mutu sudah difikirkan sejak awal dan direncanakan pencegahannya.</p>
<p>Dalam konteks artikel FAST kali ini, tentu saja yang akan kita bahas adalah cara menggunakan RAM terhadap resiko-resiko yang bisa muncul dalam dunia &#8220;berkendara motor&#8221;. Dengan menggunakan RAM, seseorang dapat berfikir untuk menentukan apakah yang harus dilakukan agar ia terhindar dari suatu resiko, ia juga bisa berfikir tentang akibat melakukan sesuatu dengan tidak benar.</p>
<p>Dengan RAM, seseorang tidak perlu bingung lagi, &#8220;Apakah saya harus pakai helm walaupun beli rokok di RT sebelah ?&#8221;, &#8220;Apakah saya harus pakai sepatu walaupun sepatu saya basah karena hujan ?&#8221; karena RAM akan menjawabnya.</p>
<p><strong>Seperti apa sih RAM itu ?</strong></p>
<p>Perhatikan RAM dibawah ini&#8230;</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/07/risk-matrix-small.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-349" title="risk-matrix-small" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/07/risk-matrix-small.jpg" alt="" width="448" height="574" /></a></p>
<p>Baik, seperti yang bisa anda lihat didalam RAM diatas, RAM dibagi menjadi kolom-kolom dan baris-baris.</p>
<p>Pada bagian baris, anda bisa melihat tingkat kerusakan atau cidera yang dialami oleh seseorang apabila ia mengalami suatu kecelakaan dengan urutan :</p>
<ol>
<li>Light Material Lost &#8211; Kerusakan kecil materi &#8211; Misalkan kehilangan uang dalam jumlah kecil, atau kerusakan kecil pada motor.</li>
<li>Minor Injury &#8211; Luka-luka kecil &#8211; Misalkan lecet pada jari atau pada kaki, luka kecil pada siku atau memar ringan.</li>
<li>Medium Material Lost &#8211; Kerusakan/kehilangan menengah materi &#8211; Misalkan kehilangan uang dalam jumlah yang cukup banyak atau kerusakan motor yang agak berat namun bisa diperbaiki.</li>
<li>Medium Injury &#8211; Luka-luka sedang &#8211; Misalkan tersayat, luka-luka yang harus di jahit.</li>
<li>Heavy Material Lost &#8211; Kerusakan/kehilangan berat materi &#8211; Misalkan kehilangan uang dalam jumlah yang sangat-sangat besar, atau motor yang rusak hingga tidak bisa diperbaiki lagi atau ongkos perbaikannya sangat-sangat mahal.</li>
<li>Heavy Injury &#8211; Cidera Parah &#8211; Misalkan kebutaan, atau kehilangan anggota tubuh karena amputasi besar.</li>
<li>Death &#8211; Kematian.</li>
</ol>
<p>Pada bagian kolom, anda bisa melihat seberapa besar kemungkinan resiko-resiko itu bisa timbul dari suatu aktifitas. Kemungkinan-kemungkinan itu dengan urutan :</p>
<ol>
<li>Sangat sering atau bisa dipastikan pasti terjadi.</li>
<li>Sering terjadi</li>
<li>Terjadi sesekali waktu</li>
<li>Jarang terjadi</li>
<li>Sangat jarang terjadi.</li>
</ol>
<p>Perlu diketahui bahwa standar penilaian ini bisa sangat subyektif bagi masing-masing pembaca, maka idealnya, siapapun yang mendefinisikan RAM untuk keperluannya masing-masing, paham betul poin-poin kolom dan baris dalam RAM dan menjelaskannya secara jelas kepada para pengguna RAM tersebut agar tidak terjadi salah tafsir.</p>
<p><strong>Menggunakan RAM untuk menganalisa resiko</strong></p>
<p>Sebelum menganalisa resiko, tentu saja kita harus mencari potensi resiko. Segala hal atau aktifitas yang dalam prosesnya dapat menimbulkan suatu resiko adalah potensi resiko. Potensi yang dimaksud adalah potensi resiko yang timbul dari hasil interaksi kita dengan kendaraan kita. Perhatikan beberapa contoh berikut ini ;</p>
<ol>
<li>Berkendara di jalanan umum untuk jarak menengah tanpa menggunakan helm.<br />
Aktifitas ini adalah aktifitas yang memiliki potensi resiko kematian atau cidera kepala yang berakibat fatal.</li>
<li>Berkendara motor dengan kecepatan tinggi di jalan antar propinsi.<br />
Aktifitas ini juga menimbulkan resiko dengan fatalitas tinggi.</li>
<li>Sebuah batu yang cukup besar tergeletak di jalanan.<br />
Ini adalah bukan definisi potensi resiko, melainkan merupakan hazard. Hazard tidak bisa ditimbang dengan RAM.</li>
</ol>
<p>Setelah diketahui potensi resikonya, saatnya kita coba &#8220;masukan&#8221; kedalam RAM. Untuk sebagai contoh, mari kita definisikan sebuah potensi resiko :</p>
<p><strong><em>&#8220;Berkendara motor untuk jarak yang jauh disaat panas terik sinar matahari dengan menggunakan riding gear lengkap&#8221;</em></strong></p>
<p>Potensi resiko sudah kita definisikan, sekarang kita harus jelaskan, kenapa melakukan hal tersebut berpotensi resiko;</p>
<p><strong><em>&#8220;Berkendara motor disaat panas dapat meningkatkan suhu tubuh. Jika dibiarkan maka tubuh bisa mencapa 40 derajat celcius dan mengakibatkan korban terkena stroke panas serta berakibat fatal. Selain itu, panas yang menyengat dapat menyebabkan ketidak-nyamanan pengendara dan mengurangi konsentrasi.&#8221;</em></strong></p>
<p>Kini jelaskan, apakah kejadian ini selalu terjadi, jarang terjadi atau sangat jarang terjadi, sesuai dengan tolok ukur RAM pada bagian kolom.</p>
<p><strong><em>&#8220;Rasa panas yang diterima pasti akan dirasakan dan selalu dirasakan oleh pengendara yang berkendara di siang hari, apalagi untuk perjalanan jarak jauh&#8221;.</em></strong></p>
<p>Melihat dari kemungkian kejadian, maka aktifitas ini memiliki resiko yang ber-kategori A (Sangat Sering). Sekarang, setelah mengetahui kemungkinan kejadiannya, jelaskan tingkat kerusakan apabila resiko tersebut sampai terjadi pada diri anda sendiri, sesuaikan dengan tolok ukur RAM pada bagian baris.</p>
<p><strong>&#8220;Saat kepanasan, konsentrasi menjadi menurun dan menyebabkan kontrol jadi lamban, sering kaget karena perubahan kondisi lalulintas yang terlambat diantisipasi. Seringkali bisa di-antisipasi (no lost), tapi terkadang senggolan dengan kendaraan lain yang menyebabkan terjatuh dengan luka-luka minim (minor injury)&#8221;.</strong></p>
<p>Melihat dari tingkat fatalitasnya, maka aktifitas ini memiliki resiko yang ber-fatalitas II (minor injury) sekarang coba di masukan kedalam matrix.</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/07/risk-matrix-small-withmark.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-351" title="risk-matrix-small-withmark" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/07/risk-matrix-small-withmark.jpg" alt="" width="448" height="574" /></a></p>
<p>Terlihat dalam matrix, resiko tersebut adalah berkategori A-II dengan score 150 (berwarna kuning). Bisa dibilang resiko ini sangat disarankan untuk tidak diabaikan dan harus diambil suatu langkah pencegahan (mitigation). Dalam kasus ini, pencegahannya adalah ;</p>
<p><strong>&#8220;Dalam perjalanan jauh dan panas, hendaknya beristirahat setiap 2 jam atau jika dirasakan panas terlalu mengganggu. Beristirahatlah di tempat yang teduh dan minum air putih yang sejuk secukupnya. Jika berkendara, pergunakan sapu tangan atau handuk kecil yang dibasahkan di air bersih kemudian dililitkan pada leher untuk mendinginkan urat besar yang mensuply darah ke otak.&#8221;</strong></p>
<p>Satu resiko telah di timbang dan dinilai tingkat urgensinya, dipahami penyebabnya dan diketahui cara pencegahannya. Lalu ? Identifikasikan resiko-resiko lain-nya, analisa dengan RAM (untuk menemukan apakah resiko tersebut patut diperhitungkan atau tidak) dan tentukan pencegahannya.</p>
<p>Dan jangan lupa, setelah anda menyusun RAM anda sendiri, cobalah untuk konsisten dan benar-benar melaksanakan hasil dari analisa RAM. Karena dengan melakukannya, anda benar-benar melindungi diri dari potensi resiko yang anda hadapi sendiri, dan bisa-bisa menyelamatkan nyawa anda.</p>
<p>Sebagai informasi, dibanyak perusahaan, RAM dibentuk oleh sebuah team khusus yang memiliki tugas mengidentifikasi resiko sebanyak-banyaknya dan menyusun langah-langkah pencegahan yang WAJIB dilaksanakan oleh tiap-tiap pekerja di perusahaan tersebut.</p>
<p>FAST memberikan jasa bagi perusahaan yang ingin menyusun RAM-nya, hasil dari RAM akan dijadikan rujukan implementasi Safety Riding dalam perusahaan tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=348</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ogah Safety</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=339</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=339#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2010 10:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[underestimate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[Apa sih yang membuat seseorang atau diri kita malas untuk berfikir Safety ? Nilai-nilai itulah yang harus kita perangi dan kalahkan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/07/risk.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-341" title="risk" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/07/risk.jpg" alt="" width="448" height="307" /></a></p>
<p>Hendrik, baru bangun pagi. Sambil melawan rasa kantuk yang terus menggelayuti kelopak matanya ia bangun dan bersiap-siap untuk pergi bekerja. Setelah berpakaian rapi, usai sarapan pagi dengan setangkup roti selai kacang ia pun bergegas mengeluarkan motor dari ruang tamu tempat ia biasa memarkir motornya. motor yang biasa berstandar miring itupun ia tegakkan dari sisi kiri dan dituntun mundur melewati pintu ruang tamu. Apa yang terjadi kemudian ? Karena lupa menaikan standar samping, dan juga tidak mengenakan sepatu, standar samping yang masih turun menghajar punggung kaki kiri ketika motor meluncur mundur tepat di lubang pintu. Luka pada punggung kaki itu harus dijahit, 5 jahitan.</p>
<p>Joko sudah naik motor selama 3 tahun belakangan ini. Tinggal di komplek perumahan sederhana di Bandung Selatan. Selama ini, anak kuliahan ini selalu pergi ke kampus naik motor dengan gaya berkendara motornya biasa-biasa saja. Hari itu hari libur dan yang ingin dilakukannya adalah hanya bermalas-malasan. Usai nonton tv seharian Joko merasa lapar dan terfikir untuk keluar komplek mencari jajanan. Jarak dari rumah hingga komplek pertokoan depan hanya beberapa ratus meter saja. Ia pun menuntun motornya keluar dari garasi dan menhidupkan motor. Dengan berpakaian seadanya Joko menaiki motor dan memeriksa kantong apakah ada uang cukup membeli semangkuk mie instan rebus. Sial, belum keluar dari komplek, Joko menabrak tukang sampah yang menyebrang tanpa menengok kiri dan kanan, sontak grobak sampah yang ukurannya lumayan besar itu terguling menumpahkan sebagian isinya. Sedikit lecet di siku dan memar di pelipis dirasakan oleh Joko, plus bau amis dan anyir dari sampah yang bertebaran di sekujur tubuhnya serta sedikit sumpah serapah tertahan oleh si tukang sampah.</p>
<p>Kejadian ini bukan hanya fantasi belaka, mereka benar-benar merasakannya.</p>
<p>Saya ingin mengajak pembaca untuk berfikir dan bercermin. Apa sih yang menyebabkan orang-orang itu, atau diri kita sendiri malas melindungi dirinya sendiri dari ancaman-ancaman atau resiko yang bisa terjadi kapan saja, dimana saja. Apakah mereka tidak tahu bahaya-bahaya-nya berkendara motor ? Atau tidak mau tahu ? Atau sebenarnya mereka tahu tapi mereka tidak perduli ?</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/07/think-logo.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-345" title="think-logo" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/07/think-logo.jpg" alt="" width="448" height="198" /></a><em>logo THINK (gerakan road safety di Inggris)</em></p>
<p>Pernah kah anda meminta anak, teman atau saudara untuk mengenakan safety gear yang lengkap walaupun untuk perjalanan jarak dekat ?</p>
<p>&#8220;Ogah Pah !!&#8221;, &#8220;Malas ah, perjalanan dekat ini kok&#8221;, &#8220;Panas-panas gini elo suruh gue pake jaket ?&#8221;, &#8220;Repot ah kalau harus pake sepatu&#8221;, bahkan ada yang menjawab &#8220;Tenang bro, gue sudah bawa motor 15 tahun, gak kenapa-kenapa kok&#8221;.</p>
<p>Berbagai alasan dan pembenaran mereka katakan agar tidak perlu mengenakan safety gear yang memadai.</p>
<p>Jadi apa yang sebenarnya menjadi penyebab orang malas dan ogah safety ?</p>
<p><strong>Underestimate</strong>, atau bisa diartikan menganggap enteng. &#8220;Cepat kok, paling lewat pinggir jalan juga cepat sampai.&#8221;, &#8220;Jalannya pelan saja kok, jadi gak bahaya&#8221;&#8230; Menganggap enteng resiko-resiko yang bisa saja muncul. Penyebab ini adalah penyebab yang paling banyak membuat orang-orang enggan memperhatikan keamanan berkendara.</p>
<p><strong>Over Confidence</strong>, atau terlalu percaya diri atau menganggap keahlian diri terlalu tinggi. &#8220;Gue ? Jatoh ? Gak mungkin..&#8221;, &#8220;Saya sudah bawa motor sejak tahun 1995, jadi gak usah ngajarin saya cara bawa motor !!&#8221;&#8230; Biasanya mereka-mereka yang telah lama berkendara motor, atau biasanya dari kalangan pembalap atau mereka-mereka yang &#8220;merasa pembalap&#8221;. Karena terlalu tingginya keyakinan diri, mengakibatkan seseorang menjadi terbutakan dan tidak mampu lagi menilai resiko secara proporsional.</p>
<p><strong>Confident Through Arrangement</strong>. percaya bahwa segala sesuatunya sudah aman. &#8220;Motor manteb neh, abis service, jadi gak bakal ada masalah&#8221;&#8230; Dari kondisi lingkungan ataupun kondisi kendaraannya. Berkendara di tengah malam adalah salah satu contoh, dimana kita yakin bahwa jalanan akan sangat sepi, hingga kecepatan ditambah. &#8220;Tahukah anda, bahwa bukan hanya anda yang merasa jalanan itu sepi ditengah malam ?&#8221;.</p>
<p><strong>Permissive.</strong> Pederitaan ringan yang lantas dijadikan alasan untuk tidak mau memikirkan resiko. &#8220;Gile, panas-panas gini suruh pake helm ?&#8221;, &#8220;Repot amat, mau jalan harus pake ini, itu, siap-siap aja harus ber jam-jam&#8221;&#8230; Kadang rasa panas dan pengap mengenakan helm fullface, dan menggantinya dengan helm halfface. Rasa malas menjadikan orang menjadi &#8220;permissive&#8221; dan mengabaikan resiko-resiko yang bisa timbul.</p>
<p><strong>False Resignation.</strong> Atau kepasrahan yang tidak pada tempatnya. &#8220;Yah, kalau sudah nasib mah kita cuma bisa terima saja&#8221;, &#8220;Hidup mati orang ditangan Tuhan, jadi gak usah mendahulu-Nya.&#8221; Memang benar kalau hidup dan mati seseorang sudah diatur oleh yang Maha Kuasa. Walaupun demikian, Dia pun memberi kesempatan bagi manusia untuk merubah nasibnya, agar nasib buruk tidak terjadi pada manusia atau justru mengurangi penderitaan yang bisa timbul.</p>
<p>Kalau kita perhatikan lagi, semua itu datang dari fikiran anda sendiri. Underestimate, Over Convidence, dan seterusnya adalah produk-produk fikiran anda sendiri. Maka, kalau anda sampai kecelakaan dan terluka, maka itu bukan sepenuhnya salah orang lain. Anda juga bisa-bisa berperan atas apa yang anda alami sendiri.</p>
<p>Nah, coba fikirkan lagi. Ketika anda ingin naik kemotor, selalu tanam dalam fikiran anda, bahwa perjalanan anda sangat berbahaya, jauh atau dekat. Bisa sejak anda mengeluarkan motor hingga anda tiba ditujuan dan turun dari motor. Resiko selalu mengintai dan siap menerkam anda disaat anda lengah dan buang jauh-jauh segala hal dalam fikiran anda yang bisa menjauhkan anda dari fikiran Safety. Sebelum anda menyesal.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=339</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya Sedang Belajar</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=327</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=327#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 May 2010 17:51:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Open Articles]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=327</guid>
		<description><![CDATA[Pernah melihat sebuah mobil bertuliskan ‘Sedang belajar’ atau ‘Hati hati jaga jarak!’ atau ‘Awas rem mendadak!’]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pernah melihat sebuah mobil bertuliskan ‘Sedang belajar’ atau ‘Hati hati jaga jarak!’ atau ‘Awas rem mendadak!’</p>
<p>Untuk siapa sebenarnya pemberitahuan atau peringatan itu dibuat?</p>
<p>Bukan untuk dirinya yang sedang belajar, namun ditujukan untuk pengendara atau penguna jalan raya yang lain.</p>
<p>Prinsip yang sama bagi pengendara roda dua! Beritahu siapa anda!</p>
<p>Bagi para pengguna roda dua tingkat pemula , dimana belum berpengalaman menghadapi situasi dan kondisi jala raya yang carut marut (red: maaf..) akan lebih aman dan bijaksana bila memakai atribut atau peringatan yang menginformasikan kepada pengguna jalan raya lain tentang keterbatasan dirinya.</p>
<p>Di tempat asal ‘Robin Hood’, Inggris, para pengguna motor tingkat pemula harus memasang papan nama ‘Pemula’ atau ‘Learner’ dengan huruf besar berwarna merah pada huruf awal kalimat.</p>
<p>Jika anda masih tingkat awal pengguna sepeda motor, katakan baru 3 tahun berkendara, atau dengan 20.000 miles (setara dengan 32,190 km) sangat disarankan untuk menggunakan pakaian yang menyolok seperti rompi yang berwarna ‘norak’.</p>
<p>Anda tidak dapat menahan lajunya kendaraan lain menuju anda, namun setidaknya dapat menarik perhatian mereka untuk memberi kesempatan melihat anda yang sedang belajar berkendara untuk bisa tetap aman.</p>
<p>Artikel dari Bambang Witjaksono</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=327</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Safety Gear Mahal ?</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=319</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=319#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 09:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Gears]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[gear]]></category>
		<category><![CDATA[harga]]></category>
		<category><![CDATA[safety]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=319</guid>
		<description><![CDATA["Coba anda lihat helm diatas, apakah anda melihat "value" dari helm tersebut ? Helm tersebut telah melaksanakan tugasnya dan berhasil menghemat puluhan atau mungkin ratusan ribu dollar milik si empunya dari biaya pengobatan, rehabilitasi, pemulihan. Helm tersebut kira-kira berharga kurang dari 100 dollar harga barunya."]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/05/helmet-saviour.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-322" title="helmet-saviour" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/05/helmet-saviour.jpg" alt="" width="448" height="459" /></a></p>
<p style="text-align: center;">pict from www.oldguy.us</p>
<p>&#8220;Coba anda lihat helm diatas, apakah anda melihat &#8220;value/nilai&#8221; dari helm tersebut ? Helm tersebut telah melaksanakan tugasnya dan berhasil menghemat puluhan atau mungkin ratusan ribu dollar milik si empunya dari biaya pengobatan, rehabilitasi, pemulihan. Helm tersebut kira-kira berharga kurang dari 100 dollar harga barunya.&#8221;</p>
<p>Tergelitik dari membaca beberapa posting di blog, yang intisari-nya menceritakan tentang orang-orang yang menyesal karena kehilangan orang yang dikasihi dalam kecelakaan motor. Tidak memakai helm dan beberapa pelindung lainnya dikatakan merupakan penyebab hilangnnya nyawa yang bersangkutan. Ironisnya, ketidak mampuan untuk membeli peralatan-peralatan perlindungan itu menjadi alasan mengapa si korban tidak mengenakan alat-alat tersebut.</p>
<p>Mengenai cerita ini kemudian di pasang dalam sebuah milist otomotif, dan banyak anggota mailing list tersebut memberikan komentar. Ada yang mencemooh, ada yang memaklumi. Mencemooh si korban karena atas kesalahannya sendiri hingga harus merasakan musibah tersebut. Dan sebaliknya, memaklumi &#8220;ketidak-mampuan&#8221; si korban yang tidak bisa membeli alat-alat pelindung itu. Dari respon-respon ini, saya bisa melihat bahwa masih banyak cara pikir teman-teman dimana saja yang menganalogikan bahwa &#8220;Safety Gear&#8221; = &#8220;Mahal&#8221;. Coba kita pahami lagi&#8230;</p>
<p>Safety Gear adalah perlindungan terakhir. Ini adalah kalimat yang bisa dibuktikan kebenarannya. Kalau Tuhan sudah berkehendak, maka kita semuanya sebagai mahluknya hanya bisa pasrah dan berusaha. Kalau Tuhan berkehendak bahwasannya kita akan terjatuh dari motor sore ini, saat pulang kantor, maka tidak ada yang bisa mencegah. Terjatuh-lah kita. Tapi Tuhan maha adil. Manusia bukan berarti tidak diberi kesempatan untuk merubah nasib nya. Toch Tuhan masih memberi kesempatan bagi kita untuk berusaha, berusaha untuk menyelamatkan diri. Setelah itu, boleh lah kita pasrah.</p>
<p>Jadi, kalau sudah ditakdirkan untuk jatuh dari motor sore ini, kita harus siap-siap. Siap-siap dengan pertahanan dan perlindungan terakhir. Yang memisahkan diri kita dengan permukaan jalanan yang keras adalah pelindung diri atau &#8220;Safety Gear&#8221;. Yang memisahkan kulit kita dengan permukaan aspal. Dengan harapan, bisa mengurangi cidera dan luka-luka.</p>
<p>Tapi sungguh sayang, mungkin karena namanya &#8220;Perlindungan Terakhir&#8221;, kata &#8220;terakhir&#8221; ini menyebabkan peralatan-peralatan perlindungan ini menjadi benar-benar mendapat prioritas yang &#8220;terakhir&#8221; dalam benak kebanyakan orang. Kata mereka &#8220;yang penting beli motor dulu, yang lain nanti saja&#8221;. Hingga karena prioritasnya yang rendah, akhirnya jadi jauh lebih rendah dari kebutuhan-kebutuhan lain.</p>
<p>Maka wajar saja, karena prioritasnya yang di-nomor sekian kan, banyak yang mencari pembenaran bahwa safety gear itu &#8220;belum perlu&#8221;, &#8220;tidak perlu&#8221;, &#8220;bikin repot&#8221;, &#8220;bikin tidak nyaman&#8221; sampai pada pembenaran seperti &#8220;mahal&#8221;. Hingga pada waktu, maaf, hari naas. Dimana biaya pengobatan yang sangat mahal, mahal di dopet, mahal di rasa, mahal di perasaan, mahal di mental hingga mahal dalam penyesalan, kalau masih bisa menyesal.</p>
<p>Banyak orang bilang Mahal itu relatif.</p>
<p>Bagi sebagian orang, yang mengerti tentang pentingnya arti keselamatan entah karena pernah mengalami hari naas atau karena penyebab lain, membeli makanan seharga Rp 20.000 memang sangat mahal, tapi kalau membeli helm seharga Rp 500.000 akan terasa ringan dan lega.</p>
<p>Bagi sebagian orang, yang mengerti tentang pentingnya kenikmatan kuliner, membeli helm seharga Rp 500.000 tentu saja akan dianggap gila, tapi mengeluarkan kocek Rp 500.000 untuk sebuah steik di sebuah bintang lima jelas memberikan kepuasan tersendiri.</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/05/man-thinking.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-320" title="man-thinking" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/05/man-thinking.jpg" alt="" width="448" height="448" /></a></p>
<p>Bagi sebagian orang, yang bekerja keras sebagai kuli bangunan, yang bersedia menyicil motor Rp 500.000 sebulan demi anaknya agar bisa naik motor kesekolah dengan bangga bersama teman-temannya. Mau makan saja susah, tapi tetap harus menyicil motor setiap bulannya. Tapi apa yang didapat ?  Nyawa anak melayang ditelan maut kecelakaan. Apakah sepadan ? Mungkin harus saya ubah pertanyaanya, Apakah harga helm yang Rp 250.000 itu terasa mahal ? Eh&#8230; relatif murah atau relatif mahal ? Dalam penyesalan, sebuah helm menjadi tidak ada harganya, dibandingkan nyawa&#8230; &#8220;Kenapa si Tole tidak saya belikan helm&#8230;&#8230;..?&#8221;,   apakah bapak tidak tahu, kalau untuk makan saja susah, apalagi mau beli helm ? .. &#8220;Saya tidak perduli berapapun mahalnya, yang penting anak saya jangan mati&#8221;.</p>
<p>Penyesalan selalu datang belakangan. Dan nilai suatu benda akan terasa disaat benda itu benar-benar beguna. Seperti helm yang melindungi kepala anda. Saat belum berguna, mungkin terasa mahal (bagi yang cari makan saja susah), tapi saat sudah berguna melindungi diri dari kematian&#8230;. harga bukan masalah.</p>
<p>Ayo kita hitung-hitungan. Apakah Safety Gear Mahal ?</p>
<p>Seorang pengendara motor, memiliki sebuah motor bekas. Dibeli dengan harga Rp 8 Juta.<br />
Alasannya ? &#8220;Agar bisa memiliki transportasi sendiri yang bebas. Kemanapun mau pergi tinggal melaju saja. Murah dan cepat.&#8221;</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/05/motorcycle_safety_gear.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-321" title="motorcycle_safety_gear" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/05/motorcycle_safety_gear.jpg" alt="" width="448" height="309" /></a></p>
<p>Sebuah Helm Open Face. Rp 235.000.<br />
Sebuah Sarung Tangan. Rp 50.000.<br />
Sebuah Sepatu (menutupi mata kaki). Rp 150.000.<br />
Sebuah Jaket . Rp 150.000.<br />
Sebuah Celana Jeans. Rp. 100.000. (yang ini mau dihitung atau tidak, terserah, biasanya semua orang punya).</p>
<p>Total investasi safety gear,  Rp 685.000.</p>
<p>Berani beli motor cash Rp 8.000.000 mosok gak bisa nambah Rp 700 rb doang untuk safety gear ?<br />
Berani cicil motor  Rp 660rb sebulan mosok gak bisa nambah nyicil extra buat nambung beli safety gear Rp 50rb sebulan ?</p>
<p>Kalau gak bisa persiapkan Safety Gearnya mendingan gak usah beli motor. Bisa beli motor mosok gak bisa beli helm ? Kalau emang susah makan, mosok motor bisa kebeli ?</p>
<p>Analoginya, makanan kalau kita makan akan memberikan faedah yang kurang lebih &#8220;sama&#8221;. Kenyang dan memperpanjang kehidupan. Walaupun faedahnya sama, tapi harga bisa berbeda-beda. Ada yang nasi putih + tempe + sayur asam, Rp 2 rb. Ada yang berupa daging panggang dengan nama &#8220;steik&#8221; yang harganya bisa mencapai Rp 500rb. Sama-sama kenyang, sama-sama jadi daging, dan sama-sama jadi ampas.</p>
<p>Demikian pula dengan safety gear. Ada Helm yang harganya Rp 200rb, ada yang harganya hingga Rp 12juta. Sama-sama melindungi kepala. Ya, belilah yang murah menurut anda dan sesuai kemampuan.</p>
<p>Baiklah&#8230;. Coba kita lihat harga sebuah safety gear ketika ia benar-benar befungsi sebagai mana mestinya.</p>
<p>1. Sebuah Helm. Harga Rp 285rb. Ketika ia berfungsi melindungi kepala maka sipengguna sudah menghemat biaya rumah sakit, biaya pengobatan, biaya operasi, biaya rehabilitasi, biaya rawat jalan, dsb yang nilainya antara Rp 25 juta hingga-tak terhingga. Itu pun bila kecelakaannya tidak fatal. Kalau kecelakaan fatal dan helm berhasil melindungi nyawa sipengguna, maka nilainya &#8220;tidak terhingga&#8221;. Atau hanya Tuhan yang tahu. Tapi anda bisa beli di toko helm dengan harga Rp 285rb saja (murah atau mahal ?).</p>
<p>2. Sebuah Sepatu menutupi mata kaki. Harga Rp 150.000. Dalam keadaan standar saja, sepatu ini sudah melindungi kaki dari permukaan aspal, dari lecet, dari keseleo, dari luka-luka, yang kalau tidak pakai sepatu maka pengobatannya bisa Rp 50rb hingga jutaan. Apalagi saat ia berfungsi melindungi kaki saat kecelakaan, dimana menghemat dari biaya rumah sakit, biaya rawat inap, pengobatan, operasi, biaya terapi, rehabilitasi, rawat jalan, dsb yang nilainya antara Rp 15 juta hingga-tak terhingga. Kalau sampai sang sepatu melindungi kaki dari amputasi, bisa jadi sang sepatu berjasa dengan nilai yang juga tak terhingga. Tapi anda bisa beli di toko sepatu seharga Rp 150rb saja. (murah atau mahal ?).</p>
<p>3. Sebuah Knee Protector. Harga Rp 150.000. Bila alat ini bekerja sesuai fungsinya, maka si pengguna menghemat biaya rumah sakit, biaya operasi tulang, biaya obat-obatan, biaya rawat inap, biaya rawat jalan, biaya alat bantu berjalan. Menghemat Rp 15 juta hingga tak terhingga. Namun anda hanya cukup membeli di toko-toko perlengkapan berkendara Rp 150rb saja. (lagi, murah atau mahal ?).</p>
<p>Mahal itu memang relatif&#8230; tapi untuk &#8220;Safety Gear&#8221;, jawabannya adalah MURAH dengan faedah dan kegunaan yang seharga NYAWA ANDA.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=319</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Petunjuk Evaluasi Motor Bekas</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=308</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=308#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Apr 2010 17:33:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Open Articles]]></category>
		<category><![CDATA[bekas]]></category>
		<category><![CDATA[beli]]></category>
		<category><![CDATA[motor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Diterjemahkan dari : http://www.clarity.net/adam/buying-bike.html
Copyright &#169; 1998-2010 Adam Glass. All rights reserved

Diterjemahkan oleh FAST Team atas izin langsung dari Adam Glass tanggal 19 April 2010.
Distribusi dan republikasi terjemahan :
Anda bebas untuk membuat link pada dokumen terjemahan ini, melakukan bookmark, memberitahu teman-teman anda dan lain sebagainya. Walaupun demikian, mohon untuk menghargai &#8220;properti intelektual&#8221; dan tidak melakukan copy [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Diterjemahkan dari : <A HREF="http://www.clarity.net/adam/buying-bike.html">http://www.clarity.net/adam/buying-bike.html</A><br />
Copyright &copy; 1998-2010 Adam Glass. <U>All rights reserved</U><br />
<BR /><br />
Diterjemahkan oleh FAST Team atas izin langsung dari Adam Glass tanggal 19 April 2010.<br />
<STRONG>Distribusi dan republikasi terjemahan :</STRONG><br />
Anda bebas untuk membuat link pada dokumen terjemahan ini, melakukan bookmark, memberitahu teman-teman anda dan lain sebagainya. Walaupun demikian, mohon untuk menghargai &#8220;properti intelektual&#8221; dan tidak melakukan copy dari dokumen terjemahan ini dan mempublikasikannya di website atau media yang anda miliki. Bila anda ingin mendistribusikan ulang, menyadur sebagian atau seluruh dari dokumen terjemahan ini, mohon hubungi FAST team.<br />
<STRONG>Distribusi dan republikasi dokumen asli :</STRONG><br />
Silahkan merujuk langsung terhadap aturan distribusi dan republikasi dokumen asli oleh Adam Glass (dilihat pada artikel aslinya)<br />
<CENTER><br />
<TABLE WIDTH="80%" BORDER=1><br />
	<TR><br />
		<TD ALIGN=LEFT><FONT SIZE="-2" FACE="Helvetica,Geneva,Arial"> SYARAT DAN KETENTUAN &#8212; </FONT> <FONT SIZE="-2" FACE="Helvetica,Geneva,Arial" COLOR="#f01818"> INFORMASI PENTING</FONT><BR /><br />
		<FONT SIZE="-2" FACE="Helvetica,Geneva,Arial"> <U>Informasi yang anda temukan dalam dokumen ini diberikan tanpa ada biaya apapun dan tanpa ada jaminan dalam bentuk apapun.</U><BR /><br />
		Author dan para kontributor tidak bertanggung jawab atas segala kesalahan yang terkandung dalam dokumen ini, dan tidak melakukan klaim dalam bentuk apapun terhadap legalitas, keamanan, validitas, kebenaran dan keabsahan atas informasi dan nasihat-nasihat yang terdapat dalam dokumen ini. Benar adanya, banyak dari teknik yang dijelaskan dalam dokumen ini adalah sangat berbahaya dan tidak boleh dilakukan kecuali oleh mekanik yang terlatih. Informasi yang terdapat dalam dokumen ini diberikan untuk tujuan hiburan saja, dan tidak untuk <U>secara apapun</U> menjadi jaminan bahwa motor yang anda beli akan berfungsi sebagaimana mestinya, aman dan bisa dikendarai, atau bahwa anda (atau orang lain) tidak akan cidera serius ataupun meninggal karena mencoba mengikuti informasi yang ada. Seluruh pengendara motor harus memiliki pelatihan dan terlatih, dan mekanik yang profesional melakukan inspeksi terhadap motor apapun sebelum membeli dan mengendarainya. Penggunaan informasi dalam dokumen ini<br />
		adalah dilakukan sepenuhnya atas resiko anda sendiri. Membaca lebih lanjut dari titik kalimat ini menandakan bahwa anda menerima syarat dan ketentuan ini.<BR /><br />
		</FONT></TD><br />
	</TR><br />
</TABLE><br />
</CENTER><br />
Hormat kami khususnya pada <A HREF="mailto:mother.com@eastrup">Erik Astrup</A>,<A HREF="mailto:wpi.edu@tallpaul">Paul English</A>,<A HREF="mailto:home.com@jfielek">Josh Fielek</A>,<A HREF="mailto:swl.msd.ray.com@csl">Scott Lilliott</A>,<A HREF="mailto:dynamite.com.au@lorin">Lorin O&#8217;Brien</A>,<A HREF="mailto:timberwoof.com@mroeder">Michael Roeder</A>,<A HREF="mailto:lifenet.com@patrick">Patrick Burns</A>,<A HREF="mailto:npsnet.com@cwells">Chris Wells</A>,<A HREF="mailto:tifosi.com@rali">Reto Lichtensteiger</A>, Larry Vickery, dan<A HREF="mailto:clarity.net@crystal">Crystal Trexel</A> atas saran dan <A HREF="mailto:schwartz-pr.com@pamz">Pam Zink</A> atas inspirasinya. Jika <FONT COLOR="#d01010">anda</FONT> punya pertanyaan atau saran yang menurut anda dapat menjadikan bahan bacaan ini lebih lengkap atau lebih akurat, <STRONG>mohon</STRONG><A HREF="mailto:clarity.net@adam">email ke pengarang!</A><br />
<U>Bacalah seluruh informasi dalam dokumen ini sebelum anda pergi membeli sebuah motor &#8212; akan sangat susah bagi anda untuk membacanya jika anda ada di lokasi pembelian motor.</U><br />
<HR SIZE=1 NOSHADE WIDTH="100%"><br />
<STRONG>DAFTAR ISI:</STRONG><br />
<UL><br />
	<LI><A HREF="#1"><STRONG>YANG PERTAMA-TAMA HARUS DILAKUKAN</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Jangan membeli motor yang pertama anda lihat. Ajaklah teman &amp; bawa lampu senter.</LI><br />
		<LI>Coba lakukan latihan inspeksi bersama teman-teman anda, diskusikan hasilnya.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#2"><STRONG>TAMPILAN KESELURUHAN</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Apakah motornya bersih dan tampak baik ? Coba lihat kelurusan casis dan garpu serta swing arm.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#3"><STRONG>APAKAH PERNAH MENGALAMI KECELAKAAN?</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Check for bends or scrapes on bars, exhaust, plastic, and levers.</LI><br />
		<LI>Short/shallow/non-parallel scratches/chips ~= tip-over.</LI><br />
		<LI>Long/deep/parallel scratches and cracks ~= crash.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#4"><STRONG>APAKAH PERNAH DIPAKAI BALAPAN / DIFORSIR ?</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Coba periksa lubang kecil berukuran 1/16 inci tempat safety-wire tertambat pada kepala-kepala baut.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#5"><STRONG>MOTOR SPESIFIK</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Ketahuilah karakteristik dan kelemahan dari model motor yang akan anda cari.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#6"><STRONG>PENGEREMAN</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksalah pengoperasian rem yang lembut, tanpa detakan dan gesekan, materi kanvas, dsb.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#7"><STRONG>KOPLING</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksa tuas kopling, dan fungsi kopling.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#8"><STRONG>TANKI MOTOR</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksalah terhadap karat atau pelapisan anti karat berwarna susu..</LI><br />
		<LI>Warna gelap pada bahan bakar berarti bahan bakar harus di ganti.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#9"><STRONG>BANGKU</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Carilah pecahan, sobekan, dsb.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#10"><STRONG>BAN BAN</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksa: kedalaman parit ban, pecahan-pecahan, profil ban, tanggal produksi.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#11"><STRONG>KELISTRIKAN &amp; ACCU</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksalah seluruh saklar listri, apakah semuanya berfungsi ?.</LI><br />
		<LI>Dengarkan suara dinamo stater  berputar dan periksa kondisi ACCU.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#12"><STRONG>SUSPENSI</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksalah terhadap kebocoran sil garpu, guratan-guratan, cukilan, cacat pada kaki.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#13"><STRONG>RODA</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksa kedua sisi roda terhadap penyok, peang dan retakan.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#14"><STRONG>RANTAI DAN SPROKET</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksalah rantai dan sprocket serta gigi-gigi pada sprocket</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#16"><STRONG>KENALPOT</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Goresan, guratan, karat dan kerusakan. dorongan dan tekanan dari mulut kenalpot</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#17"><STRONG>MESIN/CAIRAN/KARBURATOR</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Periksa penghidupan mesin dan operasional mesin dan karburator. Periksa kebocoran.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#18"><STRONG>PEMERIKSAAN STANDAR TENGAH</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Angkat roda keudara dan periksa roda-roda serta bearing, pengoperasian rem, dsb.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#19"><STRONG>SERVICE</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Apakah catatan sejarah service ada ? dsb.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#19a"><STRONG>MOTOR CROSS</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Hal-hal yang harus diperhatikan mengenai motorcross.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#19b"><STRONG>MENANYAI PENJUAL</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Daftar pertanyaan yang bisa dilotarkan untuk mengetahui kondisi motor</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#20"><STRONG>AKSESORIS, HARGA dan PEMBELIAN</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Apakah anda mau membayar lebih untuk aksesoris ?</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#21"><STRONG>HELM</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Helm bekas tidak ada gunanya, jangan dipakai dan jangan mau bayar lebih untuk helm bekas</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#22"><STRONG>KEPEMILIKAN &amp; SURAT-MENYURAT</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Pastikan bahwa motor &#8220;bersih&#8221; dari masalah, pastikan nomor rangka dan mesin cocok dengan surat-surat.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#23"><STRONG>TEST RIDE</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Cobalah kalau diizinkan, banyak informasi yang dapat anda peroleh dengan cara ini.</LI><br />
		<LI>Pastikan anda sudah melakukan &#8220;PreCheck Inspection&#8221; sebelum mengendarai motor, demi keamanan.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#24"><STRONG>SETELAH PEMBELIAN</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Beberapa tips tambahan setelah anda membeli motor.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><A HREF="#26"><STRONG>INSPECTION PICTURES</STRONG></A><br />
	<UL><br />
		<LI>Untuk mempermudah pengeritan dan inspeksi, beberapa gambar kami tambahkan dan beberapa bentuk komponen.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="1"><STRONG>YANG PERTAMA-TAMA HARUS DILAKUKAN</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Tahanlah godaan untuk membeli motor yang pertamakali anda lihat. Liat dulu beberapa motor yang lain untuk bisa mendapatkan gambaran lebih baik tentang bursa motor-motor bekas, atau pilihan-pilihan lain sebelum anda menentukan pilihan.</LI><br />
	<LI>Ajaklah seorang teman untuk tetap bisa mendapatkan nasihat-nasihat darinya, atau untuk membantu anda menaikan motor baru anda keatas mobil bak, atau mungkin membantu megangin motor saat anda mau melakukan inspeksi roda depan dengan standar tengah diberdirikan (tentu susah memutar roda depan dengan tangan kalau tidak ada yang bantu). Teman yang mengerti motor tentu akan mengingatkan anda jika ada yang terlupa dari pengamatan/pemeriksaan anda. Pastikan bahwa teman anda juga telah membaca petunjuk ini sebelumnya.</LI><br />
	<LI>Bawalah senter untuk mempermudah inspeksi, walaupun disiang hari.</LI><br />
	<LI>Mintalah agar pemilik motor untuk <EM>tidak</EM> memanaskan motor sampai anda tiba untuk melihat motor dilokasi, tapi katakan kepadanya untuk memastikan bahwa motornya harus bisa dihidupkan nantinya. Kalau si empunya motor tanya kenapa, bilang saja kalau anda hendak memeriksa kemampuan motor untuk start saat mesin dingin. (Mesin motor lebih mudah dihidupkan disaat mesinnya panas).</LI><br />
	<LI>Anda tidak perlu mengikuti instruksi ini sesuai urutan tertentu, ataupun mengikutinya secara keseluruhan, tapi kalau anda mau baca keseluruhannya bacalah <EM>sebelum</EM> anda tiba di lokasi motor. Jika anda baru dalam dunia permotoran, mungkin ada akan menemukan beberapa terminologi yang sedikit ribet. Coba pelajari beberapa foto &#8220;bersangkutan&#8221; dan <A HREF="#27">BACAAN YANG DISARANKAN</A> dibawah ini. Dan sebagaimana telah disebutkan sebelumnya, bawalah teman yang sebaiknya mengerti tentang motor.</LI><br />
	<LI>Bawalah perlengkapan berkendara (gear) kalau saja si pemilik motor mengizinkan anda untuk melakukan <A HREF="#23">test ride</A> menggunakan motornya. (Kalau anda benar-benar baru dalam dunia permotoran, dan tidak punya gear sendiri, mungkin teman anda akan berbaik hati untuk membawa gearnya dan melakukan &#8220;test ride&#8221;-nya untuk anda.)</LI><br />
	<LI>Anda mungkin akan mencoba membeli dan melakukan inspeksi pada motor bekas yang dijual oleh dealer-dealer resmi, karena beberapa dealer juga kadangkala menerima motor bekas dalam program tukar tambah, diperbaiki sedikit (jika ada), dan menjualnya terkadang jauh diatas harga pasaran motor bekas. Terserah pada anda untuk dapat mencari kelemahan-kelemahan motor tersebut (kalau perlu mencari tahu harga sesungguhnya motor bekas tersebut) dan membuat mereka (penjual) menurunkan harganya sampai menurut anda pas. Yah, anggap saja anda sedang dalam perburuan harta karun &#8212; anda mencari rahasia-rahasia tersebuny yang dapat menghemat uang anda.</LI><br />
	<LI>Sebagai peraturan dasar, bila ada pekerjaan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki masalah pada motor tersebut, kebanyakan dealer atau bengkel penjual akan minta bayaran sekitar Rp 50.000 hingga Rp 200.000 perjam, untuk motor-motor eropa mungkin lebih (Ducati, BMW, Triumph, etc.).</LI><br />
	<LI>Pada tulisan dibawah, &#8220;kiri&#8221; dan &#8220;kanan&#8221; berarti sisi kiri dan kanan pengendara saat menunggangi motornya.</LI><br />
	<LI>Jika anda belum benar-benar berpengalaman dengan motor, coba lakukan latihan inspeksi! Temui beberapa teman anda yang memiliki motor, dan lakukan inspeksi pada motor mereka sebagaimana anda seolah-olah hendak membeli motor mereka, catatlah beberapa detil khusus dari tiap-tiap motor. Anda akan banyak belajar tentang bagaimana konstruksi motor, bahkan anda mungkin akan menemukan beberapa hal yang teman anda sendiri lewatkan. Catatlah hasil inspeksi anda dan diskusikan dengan si pemilik motor.</LI><br />
	<LI>Pada saatnya anda membeli sebuah motor, yakinkan bahwa anda memiliki segala sesuatu yang berhubungan dengan motor tersebut : Kunci-kunci (kalo kunci motor sudah pasti) seperti kunci busi, dsb), gratisan yang biasanya ada, buku petunjuk penggunaan dan petunjuk service, dan lain sebagainya. Kembali lagi ke penjual motor lain waktu untuk hal-hal yang tertinggal bakalan nyusahin dan menyakitkan. Karena anda akan menemukan bahwa biasanya penjual akan jauh kurang bersahabat dan kurang mau membantu setelah dia terima pembayaran.</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="2"><STRONG>TAMPILAN KESELURUHAN</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Apakah motornya terlihat kacau ? Retakan dan guratan dimana-mana ? <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/crash-damage/200005gsxr/websize/p6060021.jpg">[1]</A> Penampilan memang bisa menipu, tapi setidaknya memberikan indikasi atas kondisi umum dari apa yang anda lihat.</LI><br />
	<LI>Apakah pengikat-pengikat tampak copot atau terputus paksa ? Apakah segala sesuatunya tampak lepas dan seperti mau copot ? Anda tidak perlu jadi mekanik untuk bisa lihat bahwa seseorang telah memperlakukan kasar pada bagian-bagian di motor. Motor juga harusnya secara &#8220;kosmetik&#8221; tampak simetris. (Bukan benar-benar &#8220;simetrik&#8221; seperti &#8221; kalau ada disk brake disisi kanan, maka harus ada diskbrake juga di sisi kiri&#8221;. Tapi &#8220;simetrik&#8221; dalam artian apakah &#8220;stang&#8221;, &#8220;spion&#8221;, &#8220;sein&#8221;, &#8220;foot step&#8221;, dsb, komplit dan pada posisi yang seharusnya dalam bentuk yang simetris, tidak bengkok. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/track/20000722thunderhill/websize/p7220020.jpg">[2]</A>) Coba anda mundur dan mengintip garis lurus pada bodi motor. Ada yang jelas-jelas salah (spion yang tanpak mencuat miring tidak sejajar, windscreen yang tampak miring, dudukan lampu sein yang rusak dan lepas dari fairing, dsb), motornya mungkin pernah kecelakaan atau terjatuh dengan <STRONG>keras.</STRONG></LI><br />
	<LI>Pada dasarnya, cobalah menjawab pertanyaan dasar ini : &#8220;Bagaimana tampilan motor secara umum tersebut mempengaruhi seberapa besar saya mau keluar uang (untuk membeli) ?&#8221; <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto yang berhubungan: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/crash-damage/200005gsxr/websize/p6060021.jpg">Fairing yang tergores-gores</A> &nbsp;&nbsp; [2] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/track/20000722thunderhill/websize/p7220020.jpg">Casis bengkok = terpelintir</A> (contoh ekstrim) </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="3"><STRONG>APAKAH PERNAH MENGALAMI KECELAKAAN?</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Coba cari : goresan-goresan yang cukup dalam pada casing mesin dan pada plastik-plastik (terutama diatas bagian injakan kaki); warna cat yang berbeda dari cat aslinya (si pemilik motor mungkin berusaha untuk mencat ulang motornya untuk menutupi kerusakan); cat atau guratan besi pada ujung-ujung stang. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/control.jpg">[1]</A>, atau pada &#8220;bola&#8221; di ujung tuas kopling dan rem tangan; penyok dan peyot pada tangki yang biasanya terjadi karena stang menghantam tangki saat terjadi kecelakaan. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/crash-damage/200005gsxr/websize/p6060024.jpg">[2]</A>; penyok dan guratan-guratan yang dalam dan paralel pada kenalpot; sein yang terjuntai atau rusak terlepas; retakan pada plastik-plastik body tertutup oleh stiker. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/crash-damage/200005gsxr/websize/p6060023.jpg">[3]</A>. (Stiker-stiker yang banyak ditemukan di toko-toko sering digunakan untuk<br />
	menutupi kelemahan &#8212; hati-hati!)</LI><br />
	<LI>Kadangkala tuas rem dan kopling bengkok dalam kecelakaan dan diganti dengan tuas yang baru dimana warnanya berbeda dengan tuas yang satunya lagi, atau sedikit berbeda bentuk dengan yang lain, atau kadang-kadang diluruskan paksa (dengan dipalu) hingga tampak tidak bengkok. (Dalam kasus nanti, coba lihat retakan halus pada lapisan pembungkus tuas&#8230; terlihat seperti jaring laba-laba yang menandakan retakan-retakan.) Coba juga lihat batang spion yang bengkok atau cermin yang retak, atau cermin yang sudah diganti dengan cermin yang baru dengan tipe yang lain. Kedua ciri-ciri ini menadakan bahwa motornya mungkin pernah jatuh. Tidak selalu berarti pernah kecelakaan, tapi mungkin pernah terjungkal. Periksa dengan teliti.</LI><br />
	<LI>Kadangkala, kecelakaan akan membuat garpu depan terpelintir (terputar). Duduklah diatas motor, coba lihat garpu kebawah dan periksalah apakah ia terpelintir atau bengkok. (Kalau hanya terputar, murah dan mudah untuk diperbaiki, tapi kalau bengkok bakal susah dan mahal, tapi tanda-tanda ini menjadi peringatan bagi anda untuk memeriksa motor lebih jauh lagi untuk tanda-tanda kerusakan lain yang mungkin lebih parah). Jika anda dapat kesempatan untuk melakukan <A HREF="#23">test ride</A>, jalan kan motor dalam garis lurus, coba lihat apakah stang benar-benar mengarahkan motor untuk lurus kedepan, jika tidak mungkin garpu telah terputar dalam kecelakaan.</LI><br />
	<LI>Goresan-goresan yang tidak paralel atau cukilan-cukilan kecil lebih menunjukan bahwa motor terjatuh ataru terjungkal saat berhenti dari pada terjatuh dengan kecepatan tertentu. (Tentu saja, kecelakaan menandakan lebih banyak lagi potensi-potensi kerusakan lainnya, sementara terjungkal hanya menimbulkan masalah kosmetik minor.)</LI><br />
	<LI>Anda mungkin akan menemukan motor dengan guratan-guratan horizontal pada bagian plastik dan besi di bagian bawah motor&#8230; Ini bukan berarti motor pernah mengalami kecelakaan, ini menandakan bahwa pemiliknya mungkin memiringkan motornya terlalu dalam saat menikung. Tanyakan kepada si pemilik motor asal muasal dari guratan-guratan itu. Jika anda tidak melihat tanda-tanda kecelakaan mungkin itu akibat cara pembawaan motor yang &#8220;berani&#8221;. Goresan-goresan paralel diatas lokasi foot-step adalah yang perlu anda khawatirkan.</LI><br />
	<LI>Kecelakaan dapat mengakibatkan kerusakan pada body motor. Selain menyebabkan guratan-guratan dan retakan pada body, kecelakaan juga dapat menyebabkan bengkoknya braket-braket tempat body bertambat atau tempat dudukan rem terpasang. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/track/20000722thunderhill/websize/p7220078.jpg">[4]</A>. Periksa dan pastikan bahwa bagian-bagian body dapat terpasang utuh dengan mudah dan tampak rapi terpasang. Dan periksa juga untuk memastikan bahwa bagian-bagian body tersebut tidak longgar terpasang, mungkin karena dudukan-dudukan yang rusak atau lepas atau mungkin penggunaan aksesori fairing yang tidak pas sebagaimana fairing aslinya. <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Related photos: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/control.jpg">Tuas yang rusak akibat kecelakaan</A> &nbsp;&nbsp; [2] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/crash-damage/200005gsxr/websize/p6060024.jpg">Tanki<br />
	yang penyok akibat kecelakaan</A> &nbsp;&nbsp; [3] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/crash-damage/200005gsxr/websize/p6060023.jpg">Bodi yang retak dibalik stiker</A> &nbsp;&nbsp; [4] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/track/20000722thunderhill/websize/p7220078.jpg">Dudukan yang rusak pada casis</A> (rusak berat!) </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="4"><STRONG>APAKAH PERNAH DIPAKAI BALAPAN / DIFORSIR?</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Balapan akan mengakibatkan stress yang sangat tinggi pada mesin. Anda mungkin mau atau tidak mau untuk membeli motor yang pernah dipakai untuk balapan. (biasanya harga motor balap lebih murah dibandingkan motor yang tidak untuk balapan), tapi anda sebaiknya tentusaja mencoba untuk cari tau apakah pernah dipakai untuk balapan, jadi anda bisa minta harganya disesuaikan.</LI><br />
	<LI>Coba perhatikan lubang yang di bor pada kepala baut <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/swholes.jpg">[1]</A>, dimana biasanya pembalap melakukannya agar baut dengan kuat terpasang dengan aman (dengan memasang kawat safety). Periksa : baut-baut tambatan kaliper rem depan. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/swholes.jpg">[1]</A>, baut-baut kenalpot, baut-baut mesin, baut-baut saluran air dan oli <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/swdrain.jpg">[2]</A>, dsb. Lubang ini berukuran kecil, sekital 1/16 inci, jangan bingung dengan lubang antara 1/8&#8243;-3/16&#8243; inci atau mur-mur untuk safety pin yang biasanya dipergunakan untuk menahan mur agar tetap pada posisinya menggunakan pin-pin yang memang khusus untuk menjaga mur agar tidak berubah posisi. Ujung dari safety pin ini bisa sangat tajam, jangan dipotong dengan tangan, pergunakan tang untuk melepaskannya.</LI><br />
	<LI>Ban dengan permukaan yang teramat kasar, penuh dengan strip-strip kasar seperti permukaan karet yang di parut adalah tanda-tanda motor telah dipakai balapan. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/race-tire.jpg">[3]</A> <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/racetire.jpg">[4]</A> Jika ban belakang benar-benar rata dibagian tengahnya tapi terlihat seperti baru disisi-sisinya, maka si pemilik mungkin pernah melakukan &#8220;burn-out&#8221; dengan si motor. (Tidak berarti akan merusak bagian lain dari motor selain ban belakangnya, tapi bisa berarti bahwa si pemilik motor tidak begitu perhatian atas kondisi mesin motornya). Ada juga, walaupun <EM>jarang</EM>, permukaan yang kasar adalah karena si pemilik membeli ban bekas balapan dari pembalap, bukan karena motornya dipakai balapan. Tapi anda perlu <EM>selalu</EM> curiga.</LI><br />
	<LI>Juga lihat engine cover, bila ada <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/caseguard.jpg">[5]</A> &#8212; buatan NRC, Factory, Traksport, Yoshimura, dsb. Banyak organisasi balap mewajibkan penggunaannya, dan adalah umum jika motor-motor balapan tergelincir dan jatuh saat balapan. Pelindung mesin ini lebih murah dibandingkan dengan pelindung yang bawa-an dari si motor. Dengan menggunakan pelindung selain bawa-an dari motor menandakan mungkin motor tersebut motor balapan. Kalau hanya petunjuk ini saja, tidak bisa dijadikan patokan bahwa motornya adalah motor balapan, tapi cobalah lihat-lihat untuk mendapatkan petunjuk yang lebih konkrit.</LI><br />
	<LI>Coba lihat bagian dalam atau bawah dari spakbor motor bagian belakang (anda memerlukan senter). Jika anda melihat tumpukan serpihan karet ini merupakan tanda-tanda bahwa si pemilik melakukan &#8220;burn-out&#8221; pada motor. Burn-out sebagian besar merusak ban, tapi juga mengindikasikan pem-Forsir-an. Berhati-hatilah.</LI><br />
	<LI>Periksalah chassis atas retakan, biasanya ada tanda-tanda pengelasan. Periksalah disekitar kepala setang, sekitar dudukan mesin, dibawah tempat duduk dan mungkin pada dudukan-dudukan fairing depan dan plastik body belakang. (&#8220;Jika memungkinkan&#8221; karena dudkan-dudukan ini tertutup dengan baik oleh fairing.) <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Related photos: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/swholes.jpg">Lubang Safety-wire pada kaliper rem</A> (safety wire tidak sedang terpasang) &nbsp;&nbsp; [2] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/swdrain.jpg">Tutup lubang oli yang terpasang Safety-wire</A> &nbsp;&nbsp; [3] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/race-tire.jpg">Sisi permukaan ban balapan</A> &nbsp;&nbsp; [4] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/racetire.jpg">Ban balapan lain yang menunjukan sisi ban yang kasar</A> &nbsp;&nbsp; [5] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/caseguard.jpg">Racing case guard</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="5"><STRONG>MOTOR KHUSUS</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Anda harus berhati-hati karena beberapa model motor memiliki masalah-masalah khusus. Tanyakan pada dealer, teman-teman yang mengerti motor, dsb. Baca review-review motor di majalah. Sebagai contoh: banyak motor Kawasaki EX500 (dan beberapa motor kawasaki lama) punya masalah dimana &#8220;gigi&#8221; akan berpindah sendiri jika melakukan &#8220;engine-brake&#8221;. Beberapa motor honda SOHC punya masalah pelumasan. Pelajari sebanyak-banyaknya tentang model-model yang anda ingin beli. (Coba baca majalah-majalah motor yang sudah lama)</LI><br />
	<LI>Berikut ini adalah dua website yang melakukan pencarian dan memberikan referensi terhadap majalah-majalah dimaksud :<br />
	<UL><br />
		<LI><A HREF="http://www.mcreports.com/">http://www.mcreports.com/</A></LI><br />
		<LI><A HREF="http://home.earthlink.net/~motoinfo/motoinfo.html">http://home.earthlink.net/~motoinfo/motoinfo.html</A></LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="6"><STRONG>PENGEREMAN</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Pasang gigi netral pada motor. Dorong motor kedepan, tahan rem depan* dengan lembut. Rem harus bereaksi dengan lembut. (mungkin anda akan mendengan klik pada saat tuas rem anda tarik) Sekarang, lepaskan rem dan kembali dorong motor&#8230; Apakah rem bekerja (tetap tertahan) ? Ataukah terasa tertahan ? (harusnya motor benar-benar lepas). Jika tidak lepas, maka kaliper rem harus diservice. Berdirilah didepan motor dengan motor dalam keadaan netral. Raihlah tuas rem depan dengan tangan dan dalam posisi kedua tangan memegang stang, tariklah motor kearah anda. (Anda membutuhkan seseorang untuk menstabilkan motor di bagian belakang motor). Apakah roda depan menahan motor untuk bergerak kedepan ? Harusnya Ya.</LI><br />
	<LI>*=Jika anda meremas tuas rem depan dan tuas tersebut tertekan terus kedalam sampai stang tanpa ada rasa tertahan, maka jelas ada yang salah. Coba atur tuas rem, jika anda tau caranya (lihat baut pengaturan dekat pivot tuas). Kalo tidak ada efeknya, atau untuk bisa mendapat efek pengereman anda harus memompa tuas rem berkali-kali, maka bisa dibilang sistem pengereman kehabisan oli rem, atau banyak ter-isi angin atau ada masalah pada kaliper atau silinder. Periksalah ketebalan kanvas rem, dan pastikan bahwa sistem pengereman telah diperiksa oleh mekanik sebelum anda menggunakan motor. Paling tidak, ganti oli rem dan kanvas.</LI><br />
	<LI>Rem belakang&#8230; Dorong motor kedepan, pergunakan rem belakang untuk menghentikannya. Hendaknya rem bekerja dengan lembut. Jika rem belakang adalah lem tromol, hendaknya ada jarum indikator ketebalan kanvas rem yang menunjuk pada batas minimum dan maksimum, dan di lihat saat rem di &#8220;injak&#8221;, dimana jarum harus berada dalam batas-batas tersebut. Jika keluar dari batas, tentu saja ini berarti kanvas sudah habis.</LI><br />
	<LI>Beberapa negara memiliki inspeksi keamanan yang wajib dilalui. Dimana diwajibkan si motor bilamana <EM>kedua</EM> tuas rem depan <EM>dan</EM> belakang (secara bersamaan <U>atau</u> sendiri-sendiri) diaktifkan akan menghidupkan lampu rem. Jika yang satu menghidupkan lampu sementara yang lain tidak, mungkin anda perlu memperbaiki/mengganti switch lampu rem. Kalau kedua rem depan dan belakang dua-duanya tidak bisa menghidupkan lampu rem, kemungkinan lampunya putus. Cukup ganti lampu Rp 10.000,-</LI><br />
	<LI>Periksa sisa ketebalan kanvas rem, harusnya masih tersisa setidaknya 1/8 inci pada kedua kanvas. Untuk motor dengan disc brakes, lihatlah dari depan motor dan intip kaliper dari kedua sisi rotor. Lampu senter akan menolong anda melihat ketebalan kanvas, walaupun disiang hari. Kanvas rem adalah bagian rem yang secara langsung bersentuhan dengan disk-brake. Jika motor juga menggunakan diskbrake untuk rem belakang, lakukan inspeksi ini juga untuk melihat kanvas rem belakang.</LI><br />
	<LI>Masih tentang disk brake: rotor juga harus pada ketebalan minimum dan ketebalan harus rata dan terlihat rata saat diputar. Informasi ini biasanya ada dalam manual service. Yang penting, rotor harus memiliki ketebalan minimum 4mm, dan memiliki deviasi lengkungan kurang dari 0.012 inci. (walaupun deviasi lengkungan kurang dari .020 inci anda tidak akan dapat melihat dan merasakannya jika diputar dengan kecepatan dibawah 80kpj) Kalau anda tidak punya alat untuk mengukur ini, mungkin anda harus mencobanya dalam <A HREF="#23">test ride</A>, untuk merasakan rotor yang agak &#8220;peang&#8221; &#8212; kecuali anda bisa lihat sendiri dengan mata telanjang. Walau anda tidak punya alat khusus, anda bisa periksa sendiri kondisi rotor dari retakan atau tanda-tanda aus yang dalam atau kerusakan lainnya.</LI><br />
	<LI>Minyak rem harus tampak oranye cerah. Lebih gelap daripada warna madu berarti sudah waktunya mengganti minyak rem. Tidak mahal, tapi bisa berarti bahwa si pemilik tidak disiplin pada jadwal perawatan motor. (atau mungkin motornya sudah &#8220;nganggur&#8221; dalam waktu yang cukup lama&#8221;). Warna minyak rem depan dapat dengan mudah dilihat pada kaca intip didepan master cylinder atau pada jendela intip di penampungan minyak dekat tuas rem. (Ketinggian minyak biasanya sekitar tengah jendela intip atau pada area min dan max dalam reservoir disaat motor berdiri rata dengan tanah dan stang diluruskan.) Untuk motor dengan rem belakang menggunakan disk-brake, periksa juga minyak rem. Tampungan minyak atau reservoir biasanya bisa dilihat disekitar bawah jok belakang sekitar buntut, kadang terlihat melalui lubang dibagian bodi belakang atau didalam fairing.</LI><br />
	<LI>Periksalah selang rem dari cukilan, potongan, tanda-tanda kekeringan dan kebocoran.</LI><br />
	<LI>Kanvas rem, biasanya antara Rp25.000 hingga Rp250.000,- perpasang (tiap kaliper punya sepasang) Jika motor menggunakan disk-brake depan dan belakang, maka motor memerlukan 4 buah kanvas rem. Piringan diskbrake berharga antara Rp 300.000,- hingga beberapa juta rupiah perbuah. Selang Rem berharga antara Rp 25.000,- hingga beberapa ratus ribu rupiah. Jika anda harus menggantinya, belilah selang rem yang berbalut benang serat besi. <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto berhubungan: &nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/frontbrakes.jpg">Bagian umum dari sistem rem depan</A> (disc brakes) &nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/rearwheel2.jpg">Disc brake roda belakang</A> &nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/rearwheel.jpg">Rem tromol roda belakang</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="7"><STRONG>KOPLING</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Tanyakan pada pemilik, sudah berapa kilometer sejak terakhir kali menggati kabel kopling*. Pemilik yang rajin mencatat jadwal servicenya pasti tahu. Ini pertanda bagus. Kebanyakan pemilik mungkin tidak tahu. Kalau ada sedikit jeda &#8220;slack&#8221; pada kabel kopling dengan tuasnya, dan ada bisa menggerakan tuas sekitar 5/8 inci sebelum kabelnya tertarik, (<A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/cableslack.jpg">mungkin seperti ini</A>), mungkin ini berarti anda harus mengatur kabel dengan &#8220;adjuster&#8221; pada tuas kopling satu atau dua putaran.</LI><br />
	<LI>Posisikan motor pada gigi 1, remas tuas kopling sampai habis, kemudian lepaskan perlahan. Harusnya terasa sedikit seperti saat netral, hanya saja dengan sediki rasa tertahan**. Perlahan lepaskan tuas kopling dan coba rasakan &#8220;friction zone&#8221;. (dalam keadaan mesin hidup) Daya dorong mesin harusnya terasa lembut dan tidak menyentak. Kembalikan motor pada posisi netral.</LI><br />
	<LI>Jika motor telah memiliki KM yang panjang (lebih dari 50,000 km +) tanyakan apakah kopling pernah diganti. dengan harga kopling antara Rp 100.000 hingga Rp 500.000 mungkin dengan ongkos kerja Rp 100.000-an, jika tidak ada kerusakan lain. Anda tidak akan tahu hingga anda benar-benar membongkar sistem transmisi.</LI><br />
	<LI>*=Motor dengan ukuran bore yang besar memiliki sistem kopling hidrolik tidak menggunakan kabel. Bila demikian, periksa warna minyak hidrolik dan ketinggian minyak melalui jendela intip pada master cylinder. Minyak harus berwarna oranye terang, seperti minyak rem, tapi minyak-minyak ini mudah untuk diganti. Master silinder kopling terdapat dekat tuas kopling di tangan kiri, seperti halnya untuk rem yang biasanya ada di tuas rem tangan kanan. Kopling dengan aktuasi hidrolik bisa berarti koplingnya &#8220;basah&#8221; atau &#8220;kering&#8221;. Yang &#8220;basah&#8221;, kopling terendam dalam minyak, sementara yang &#8220;kering&#8221; tidak. Susah untuk tau apakah &#8220;basah&#8221; atau &#8220;kering&#8221; hanya dengan melihat motornya, tapi sebagai panduan; Ducati, BMW dan Moto-Guzzi menggunakan kopling kering.</LI><br />
	<LI>**=Kopling basah akan terasa sedikit kasar saat mesin dingin, dan akan lebih lembut saat mesin sudah mulai panas dan kopling sudah cukup berputar dalam siraman minyak. Rasa kasar semakin terasa bilamana motor lama tidak dipergunakan. Tunggu motor hingga panas sebelum anda benar-benar protes tentang kelemahan sistem transmisi pada si penjual.</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="8"><STRONG>TANKI MOTOR</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Amati: penyok-penyok seperti yang sudah dijelaskan diatas. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/crash-damage/200005gsxr/websize/p6060024.jpg">[1]</A>. Buka dan angkat, lihat tanda-tanda karat atau lapisan-lapisan yang terkelupas. Karat dan sedimen pertanda buruk &#8212; menyumbat karburator. Motor dengan tangki yang karatan harus mendapat perawatan karat, bisa menjatuhkan harga sekitar Rp 400.000 hingga Rp 800.000. Buka tutup tangki, dan lihat kedalam, hendaknya terlihat genangan bahan bakar yang bening dan dasar tanki pun terlihat jelas, jika anda melihat dasar tangki yang seperti di cat baru dan berwarna susu, maka kemungkinan tangki habis mendapatkan perawatan karat pada tanki. Pastikan bahwa motor bisa dihidupkan dan jalur bensin tidak tertutup oleh bahan pelapis anti karat. Walaupun demikian, tetap saja, saya tidak mau bayar lebih untuk tangki yang pernah mendapat perawatan ini.<br />
	<UL><br />
		<LI>Pengecualian: Beberapa motor modern, (seperti, Triumphs edisi terakhir dan Buell) memiliki tanki terbuat dari <EM>plastic</EM>. Normal bagi tangki-tangki plastik terlihat putih-putih susu dibagian dalamnya. ketuk-ketuk bagian samping tanki untuk melihat apakah itu plastik atau besi. Pengecualian dari pengecualian : beberapa motor memiliki tanki besi dengan lapisan luar plastik, jadi kalau di ketuk terdengar seperti plastik walaupun sebenarnya bukan. (Contohnya : Yamaha FZR400). Cara yang terbaik adalah untuk melihat kedalam tangki &#8212; harusnya cukup mudah untuk melihat apakah besi atau plastik di sisi dalam. Periksalah kondisi tanki motor.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Bahan bakar dengan warna gelap bisa berarti bahan bakar itu sudah lama didalam dan tidak terpakai. Pertanda tidak baik. Ganti secepatnya untuk menghindari service sistem pembakaran yang mahal.</LI><br />
	<LI>Pastikan tutup tangki memiliki mekanisme kunci yang bekerja dengan baik. Kalau tidak, mungkin akan ada biaya lagi untuk menggantikan tutup tangki orisinil yang lubang kuncinya sesuai dengan kunci motor anda, sekitar Rp 200.000 sampai Rp 800.000. <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto terhubung: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/crash-damage/200005gsxr/websize/p6060024.jpg">Tanki penyok akibat kecelakaan</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="9"><STRONG>BANGKU</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Cari : Sobekan pada permukaan bangku <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/seattear.jpg">[1]</A>. Pembuatan cover bangku mungkin dikenakan biaya antara Rp 50.000 hingga Rp 500.000 tergantung tempat dan desain. Bangku yang sobek atau pecah akan menyimpan air dan menyebabkan pantat anda basah selama berhari-hari. <EM>Sangat menggangu dan bau.</EM></LI><br />
	<LI>Bangku (atau pada bagian buntut) biasanya menggunakan sistem penguncian (seperti tutup tanki) untuk mencegah orang iseng merusak motor anda. Yakinkan bahwa sistem penguncian ini bekerja dengan kunci anda. Jika tidak maka jelas ada biaya lagi untuk memperbaikinya sekitar Rp 200.000 hingga Rp 800.000.</LI><br />
	<LI>Pastikan bahwa bangku tertambat kuat pada bodi motor dan tidak oblak. <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto terhubung: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/websize/seattear.jpg">Bangku yang robek</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="10"><STRONG>BAN</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Tanyakan pada si pemilik, berapa lama atau berapa jauh ban motor telah dipergunakan. Si pemilik harus tahu. should know. (Pertanda buruk kalau sampai tidak tahu) Ban harusnya memiliki minimal 1/8 inci kedalam parit ban, lebih dalam lebih bagus. Ban yang mengotak, tanda-tanda retakan karena kering, kegundulan, ban-ban dengan ban &#8220;knobby&#8221; yang bulat-bulat adalah yang harus segera di ganti. Ban yang baik sungguh tidak murah, dan ban lah modal traksi anda. Jangan ada tawar-menawar disini.<br />
	<UL><br />
		<LI>Ban Sport atau Jalan Raya: Rp 500.000 hingga Rp 2.500.000 sepasang.</LI><br />
		<LI>Ban Off-road : Rp 400.000 hingga Rp2.000.000 sepasang.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Pastikan anda membaca bagian <A HREF="#4">APAKAH PERNAH DIPAKAI BALAPAN / DIFORSIR?</A> diatas, karena disana dijelaskan cara mengidentifikasi apakah motor pernah di pakai balapan atau diforsir hingga menyebabkan keausan pada ban.</LI><br />
	<LI>Jika anda mendapat kesempatan untuk mencoba motornya, carilah jalan yang rata, halus dan lurus hingga anda bisa merasakan apakah ban memiliki bagian yang datar atau tidak seimbang. (dua-duanya akan terasa seperti ketukan atau getaran berirama dalam kecepatan tertentu&#8221;.)</LI><br />
	<LI>Ban hendaknya diganti setiap tiga tahun, tapi banyak pengendara serius mengganti bannya tiap tahun. (Idealnya, ban diperiksa secara teratur dan diganti bila terdapat kerusakan yang bisa mengganggu kemampuan berkendara atau beresiko bocor).</LI><br />
	<LI>Bagaimana kita bisa tahu mana ban yang sudah tua ? Semua ban memiliki penanggalan sesuai standar industri. Penanggalan ini dicetak pada bannya. Lihatlah pada urutan digit yang tercetak pada sisi ban. Kode tanggal pada ban sebelum tahun 2000 adalah : &#8220;WWY&#8221;. dimana WW adalah dua digit menandakan minggu dalam setahun. dan Y adalah digit terakhir dari tahun. Ban yang diproduksi pada 30 May (minggu ke 22) tahun 1996 akan dicetak <STRONG>226</STRONG>. ( Ban yang dicetak pada tanggal yang sama pada tahun 1986 juga akan sama, 226, tapi bedanya ban yang lama sudah pasti pecah-pecah karena kekeringan dan ketuaan).</LI><br />
	<LI>Setelah tahun 2000, mengkodean telah berubah. Semua ban tetap harus diberi cap penandaan, kali ini dengan lebih banyak data. Coba perhatikan kode yang diawali dengan &#8220;DOT&#8221; dan memiliki 12 digit huruf dan angka. Empat digit terakhir adalah kode tanggal dengan format : &#8220;WWYY&#8221; , dimana WW digit menandakan minggu pembuatan dan YY menandakan tahun pembuatan. Jadi kode &#8220;DOT913ACX3C2200&#8243; berarti ban dibuat pada minggu ke 22 tahun 2000. Kalau pengkodean ini tidak cocok dengan ban anda, atau tampaknya nomor pada ban tidak cocok dengan pengkodean yang dimaksud maka kode itu bukan lah penanggalan ban. Ingatlah, bahwa setiap ban akan memiliki penandaan tanggal seperti ini. dan setiap ban harus diganti setidaknya 3 tahun sekali, atau kapanpun ada tanda-tanda kerusakan pada ban yang merusak integritas ban itu sendiri. (tusukan, potongan, keausan, retakan-retakan, dsb). Inspeksi ban secara berkala dapat menyelamatkan nyawa anda.</LI><br />
	<LI>Motor-motor cross menggunakan ban yang &#8220;knobby&#8221; biasanya keausan akan terjadi pada tepi dari ujung-ujung knobby dari ban, menjadikan knobby semakin tajam. Knobby yang tajam = traksi yang baik. (Trik : Jika terlihat ujung-ujung knobby mulai membulat, sementara tidak ada yang rusak dari bannya sendiri, anda bisa melepas ban dan memasangnya dengan (putaran) terbalik. Pengereman mungkin agak berkurang, tapi tidak banyak. Perlu diketahui bahwa trik ini hanya bisa bekerja untuk ban-ban knobby offroad yang non-DOT. Ban-ban jalanan aspal <EM>tidak boleh</EM> dibalik.)</LI><br />
	<LI>Sebagai informasi mengenai bagaimana mengganti ban motor anda dirumah, lihat:<br />
	<UL><br />
		<LI><A HREF="http://www.clarity.net/~adam/tire-changing.html" TARGET="_blank">http://www.clarity.net/~adam/tire-changing.html</A></LI><br />
	</UL><br />
	<FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto terhubung: &nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/tiredate.jpg">Kode tanggal sebelum 2000. Contoh 1</A> &nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/tiredate2.jpg">Kode tanggal sebelum 2000. Contoh 2</A> &nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/tiredate3.jpg">Kode tanggal sebelum 2000. Contoh 3.</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="11"><STRONG>KELISTRIKAN &amp; ACCU </STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Periksa dan pastikan lampu depan (high/low) bekerja. (Pada beberapa motor, lampu depan tidak akan hidup sampai mesin dihidupkan, sehingga anda perlu menghidupkan mesin untuk melakukan pengujian). Pastikan lampu sein bekerja, <STRONG>yakinkan sekali lagi bahwa lampu indikator oli akan menyala saat kunci kontak dihidupkan, dan segera mati setelah mesin hidup dan berputar!</STRONG> Yakinkan bahwa indikator netral bekerja. Yakinkan bahwa elektrik starter bekerja. Pastikan bahwa tuas-tuas rem depan dan belakang menghidupkan lampu rem. Yakinkan klakson juga hidup.</LI><br />
	<LI>Pada dasarnya, cobalah seluruh saklar juga lampu-lampu dan indikator-idikator pada spidometer. (bohlam kecil murah).</LI><br />
	<LI>Cara yang paling umum untuk melakukan pencurian motor adalah dengan memaksakan obeng kedalam lubang kunci dan memutarnya hingga merusak kunci. Periksalah dan yakinkan bahwa penguncian bekerja dan pastikan bahwa kunci lain tidak bisa dipergunakan untuk mengoperasikan motor, juga periksalah kerusakan-kerusakan lainnya. Kunci kontak <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/ignitionlock.jpg">[1]</A> bisa sangat susah untuk diganti, karena jelas saja kunci ini dipergunakan juga untuk membuka tutup tanki dan bangku. Anda mungkin bisa membelinya di toko-toko asesoris, tapi sebaiknya anda kembali ke dealer resmi dan mendapatkan pengganti yang asli. Mungkin sekitar Rp 500.000 hingga Rp 2.000.000 untuk penggantian kunci ini, plus tutup tangki dan bangku.</LI><br />
	<LI>Kalau ada*, anda juga harus mencoba agar standar samping dapat mematikan mesin. Ini untuk mencegah motor anda untuk melaju sementara standar samping masih turun, sehingga sewaktu anda berbelok ke-kiri anda akan terjatuh. Cara kerja sistem keamanan ini bekerja dengan berbagai cara &#8212; ada yang mencegah mesin hidup saat standar samping turun, ada yang hanya mencegah mesin hidup bila standar samping turun DAN gigi tidak netral dan ada yang hanya menyalakan lampu indikator bila standar samping turun. Anda mungkin mau mencoba dengan menempatkan gigi pada posisi netral dan mencoba menghidupkan mesin. Jika mesin hidup dalam keadaan standar samping, periksalah apakah sistem keamanan ini ada tapi dilepas, atau memang motor memang dengan model yang kedua. Saat mesin hidup, dan standar samping masih turun, coba masukan gigi 1 dan tahan terus kopling anda. Jika mesin mati, maka sistem pengaman bekerja. Jika mesin terus berputar mungkin sistem pengamannya sudah dilepas. Amati juga<br />
	indikator yang menunjukan apakah standar samping itu turun atau naik. Apa bila tipe motor anda seharusnya dilengkapi dengan pengaman ini namun tidak bekerja, bisa jadi motor tersebut telah dipakai untuk balapan, tapi ini cuma petunjuk saja, anda membutuhkan bukti lebih banyak lagi. <EM>Jika pengaman standar samping ini tidak bekerja sebagaimana seharusnya maka anda harus berhati-hati untuk tidak mengendarai motor anda disaat standar samping ini turun</EM>. Sekarang kita sudah selesai dengan test ini, kembalikan motor pada posisi netral, lepaskan kopling dan matikan mesin.</LI><br />
	<LI>*=Beberapa motor tidak memiliki sistem cutoff seperti itu. Ini termasuk beberapa model motor Ducati dan banyak jenis-jenis motor lawas lainya. Seperti desebutkan diatas, jika anda membeli motor tanpa sistem keamanan standar samping, anda harus berhati-hati membawa motor jangan sampai standar samping turun.</LI><br />
	<LI>Pastikan tombol &#8220;kill switch&#8221; dekat dengan handle stang kanan benar-benar mematikan mesin saat diaktifkan. (Motor-motor cross memiliki tombol ini dihandle sebelah kiri.)</LI><br />
	<LI>ACCU selalu ditemui dibawah bangku, beberapa motor sport bermesin V menempatkan ACCU disamping mesin, dan banyak motor cross dan motor-motor lawas meletakan ACCU di dalam dudukan plastik dibawah atau sedikit kebelakang bangku.</LI><br />
	<LI>ACCU sulit untuk di test tanpa peralatan yang tepat, dan ACCU juga sering bersifat misterius dan susah ditebak. Untuk tujuan kita (membeli motor), jika ACCU bisa menghidupkan mesin adalah bagus. Jika tidak bisa hidup, Rp 150.000 hingga Rp 300.000 untuk sebuah ACCU motor. Tanpa mendengar ACCU yang bagus, akan susah mengetahui suara start mesin yang bagus pula Tapi kalau start motor terdengar berat dan lemah, ini bisa juga berarti bahwa ACCU-nya juga lemah. Seperti disebutkan dibawah (di <A HREF="#17">MESIN/CAIRAN/KABURATOR</A>), mesin yang panas lebih mudah dihidupkan, maka perhitungkan hal tersebut untuk membuat penilaian saat menghidupkan mesin.</LI><br />
	<LI>Jika motornya tidak punya &#8220;electric starter&#8221; (motor dengan kick-start saja), Tidak ada cara yang mundah untuk mengetes ACCU tanpa melihat besi kutub dan memeriksa butiran debu putih sulfida (jelek) dan memeriksa ketinggian air ACCU melalu indikator ketinggian air ACCU, serta memeriksa grafitasi tertentu dari air asam ACCU dengan menggunakan hydrometer. Kebanyakan kendaraan motor dilengkapi dengan hydrometer. Kalau anda belum punya, segeralah membelinya dan pilihlah hydrometer yang memiliki selang kecil tapi panjang agar bisa masuk kedalam ACCU, ini dikarenakan banyak hydrometer untuk ACCU mobil memiliki selang yang terlalu besar. Sebaliknya, bila motor anda hanya memiliki kick-start, motor anda tidak begitu tergantung dengan ACCU, memeriksa ACCU tidak begitu penting.</LI><br />
	<LI>Jika lampu menjadi lebih terang saat gas dibesarkan, ACCU bisa saja kehabisan listrik (atau mati), atau bisa saja karena regulator voltase yang terbakar. Rp 200.000 hingga Rp 600.000 untuk menggantinya dengan yang baru. Jangan bandingan tingkat cahaya saat idle dengan cahaya pada putaran mesin 10.000 RPM&#8230;. atau membandingkan saat 2.500 RPM dengan 7.000 RPM. Tidak mudah melakukan diagnosa hanya dari tingkat cahaya saja, tapi untuk permulaan, coba untuk mengisi ulang ACCU dengan di charge, kalau itu tidak menolong, cobalah dengan menggunakan ACCU baru dan mengulangi test. Jika lampu tetap menjadi lebih terang saat di-gas, coba untuk menghitung voltase pada 3.000 RPM .. harusnya sekitar 13.8volt. Antara kurang dari 13.2 (atau lebih dari 14.4) dan anda mungkin mempunyai stator yang buruk atau regulator yang buruk. Ini mungkin terdengar sulit dan rumit, jika anda tidak tau apa yang anda lakukan. Anda mungkin ingin mencari motor tanpa mau bersusah-susah&#8230; cukup bawa motor ke<br />
	mekanik untuk diperiksa, mungkin sekitar Rp 100.000 sampai Rp 300.000, dan dapat membantu anda untuk mengambil keputusan. Tapi jika anda benar-benar jatuh cinta pada motor tersebut, maka semua usaha anda akan terbayar; atau sebaliknya tidak. <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto terhubung: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/ignitionlock.jpg">Kontak</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="12"><STRONG>SUSPENSI</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Tanyakan pada si pemilik berapa lama sejak terakhir sil shock garpu depan diganti (km dan/atau tahun). Harusnya sil shock diganti setiap 15000 hingga 25000 km. Menggantinya tidak susah, tapi kalau anda tidak punya alatnya akan jadi susah, dan kebanyakan orang tidak punya alatnya. Biasanya service shock garpu depan juga otomatis akan service bushing-nya. Service sekitar 2 hingga 3 jam dengan biaya antara Rp 300.000 hingga Rp 500.000. Naik keatas motor, tahan rem depan dan dorong sekuat-kuatnya kedepan. Harusnya bagian depan motor akan terdorong turun kebawah dan segera membalas keatas. Lakukan ini beberapa kali. Coba lihat kaki-kaki bawah dari garpu yang berwarna chrome. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/frontwheel2.jpg">[1]</A> Harusnya a) sangat halus dan <STRONG>sempurna</STRONG> tanpa goresan, cukilan, ataupun kasar, dan b) sama sekali bersih dari percikan atau noda-noda oli. (Mungkin sedikit guratan, cukilan kecil, kasar halus bisa di polish, tapi<br />
	kalau tidak, waduh, kaki depan baru bisa-bisa sangat mahal. Coba aja seorang mekanik untuk memeriksanya). Jika setelah mencoba mendorong-dorong garpu depan naik dan turun anda melihat cincin kotor, itu mungkin tidak apa-apa, coba lap dengan kain bersih dan dorong-dorong stang beberapa kali lagi. Tidak baik kalau anda lihat ada oli yang tertinggal pada bagian kaki garpu yang berwarna chrome.</LI><br />
	<LI>Periksa bearing kepala setir dan bearing pada swing arm, sebagai disebutkan pada bagian <A HREF="#18">PEMERIKSAAN STANDAR TENGAH</A>, dibawah. (Jika motornya tidak punya standar tengah, anda mungkin bisa menggunakan dongkrak atau penyangga khusus untuk mengangkat motor naik, tapi hati-hati jangan sampe anda merusak motor yang belom kamu beli karena itu bukan punya kamu).</LI><br />
	<LI>Suspensi harus bergerak naik dan turun dengan hampir tanpa suara. Suara-suara gesekan atau kletak pertanda buruk. Segera cari motor yang lain.</LI><br />
	<LI>Oli shock harus diganti setidaknya setiap satu atau dua tahun, karena oli ini akan terurai dan menjadi encer dalam waktu. Tanyakan pada pemilik kapan terakhir kali oli shock diganti. (Oli shock di shock belakang biasanya tidak didesain untuk bisa diganti oleh pengguna, tapi harus diganti secara berkala oleh bengkel resmi atau bengkel suspensi.)</LI><br />
	<LI>Minta sesorang untuk memegangi bagian depan motor agar stabil, dan anda bergerak kebelakang motor. Tekan <STRONG>sekuat-kuatnya</STRONG> bagian bangku belakang tempat boncenger duduk. Pantat motor harus mantul kembali keatas, dengan daya dorong yang cukup. Jika anda tidak merasakan daya tahan/dorong balik keatas, sudah waktunya mengganti shock belakang. (Alasannya : mungkin karena sil sudah bocor dalam shock, atau oli shock yang sudah encer dan terurai sehingga tidak memberikan kekuatan pada shock). Shock baru bisa seharga Rp600.000 hingga beberapa juta tergantung motor dan jenis, dan untuk menggantinya mungkin sekitar 3 jam. Jika anda tidak tahu bagaimana harusnya kekuatan shock belakang ketika anda menekannya, jangan khawatir, cobalah pada beberapa motor yang lain (termasuk motor baru dari dealer) hingga anda tahu bagaimana rasanya kekuatan shock belakang yang benar.</LI><br />
	<LI>Seperti yang sudah disebutkan di <A HREF="#3">APAKAH PERNAH MENGALAMI KECELAKAAN?</A>, periksalah untuk meyakinkan apakah pipa garpu depan lurus (tidak bengkok) dan paralel (tidak terpelintir). Coba lihat kebawah dan perhatikan bagian pipa berwarna chrome.</LI><br />
	<LI>Beberapa unit suspensi dengan kualitas baik dan mahal (Penske, Holins, Fox, Race Tech) memberikan kinerja suspensi yang cukup lebih baik dan bisa dirangkai ulang. Coba tanyakan berapa uang yang harus dikeluarkan untuk menggunakan suspensi ini (sebagaimana dijelaskan di <A HREF="#20">AKSESORI, HARGA, dan PEMBELIAN</A>, dibawah) Unit-unit suspensi ini biasanya lebih awet dan lebih jarang membutuhkan service dibandingan dengan unit yang orisinil. Unit-unit shock belakang aftermarket biasanya punya penampung yang terpisah dari shocknya sendiri (biasanya berbentuk silinder yang menempel pada body shocknya itu sendiri atau terkadang melekat pada casis dan terhubung dengan selang), walaupun demikian, banyak motor-motor model terakhir sudah menggunakan suspensi belakang dengan penampung terpisah. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/swingarmshock.jpg">[2]</A>, Mungkin butuh sedikit usaha untuk mencari tahu apakah motor yang anda periksa menggunakan shock yang<br />
	baik, atau sebaiknya keluar uang untuk upgrade shock. <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto terhubung: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/frontwheel2.jpg">Roda depan, termasuk garpu</A> &nbsp;&nbsp; [2] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/swingarmshock.jpg">Roda belakang, termasuk lokasi shock</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="13"><STRONG>RODA-RODA</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Perhatikan dengan seksama pada roda di kedua sisi di kedua roda dan segala yang berhubungan, carilah penyok-penyok atau peang <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/bikeside.jpg">[1]</A>. Mungkin butuh biaya sekitar Rp 200.000 hingga Rp 500.000 untuk press velg, belum termasuk ongkos kerja untuk melepas roda, melepas ban, pasang ban, dan memasang roda lagi kemotor. Ugh! lebih mudah untuk menilai apakah velg itu penyok atau peang saat roda di putar. Jadi, cukup angkat roda dan putar, itu kalau memungkinkan. Selalu periksa kedua sisi. Lebih banyak tentang kerusakan roda pada bagian akhir bahasan ini.</LI><br />
	<LI>Periksalah operasi speedometer/odometer&#8230; biasanya ada dua jenis model umum untuk sistem ini&#8230; kalau ada kabel yang keluar dari bagian tengah roda depan (biasanya dari sisi kiri) dan masuk kedalam bagian panel instrumen :<br />
	<UL><br />
		<LI>Angkat roda depan (lihat <A HREF="#18">PEMERIKSAAN STANDAR TENGAH</A>, dibawah), putar roda depan secepat mungkin dan lihat apakah ada tanda-tanda pergerakan pada spidometer. Kalau jarum speedometer tidak bergerak, perhatikan apakah setidaknya angka odometer bergerak setelah anda memutar roda beberapa saat. Jika tidak ada perubahan juga, mungkin speedometer terputus atau rusak.</LI><br />
	</UL><br />
	Jika motor anda tidak ada kabel yang keluar dari bagian tengah roda belakang, kemungkinan speedometer dan odometer motor tersambung pada sambungan transmisi.<br />
	<UL><br />
		<LI>Angkat roada belakang, hidupkan mesin, masuk ke gigi-2 dan biarkan motor idle. Jarum speedometer hendaknya bergerak terangkat sedikit, dan angka odometer akan bergerak perlahan. Jika tidak ada tanda-tanda ini, maka speedo dan odo meter terputus atau memang sudah rusak.</LI><br />
	</UL><br />
	Jika speedometer dan odometer sudah rusak, susah bagi kita untuk mengetahui berapa lama motor ini sudah digunakan, sudah seberapa jauh karena tidak ada indikasi sebagaimana yang bisa ditunjukan oleh odometer. <EM>Segera tinggalkan motor tersebut!</EM></LI><br />
	<LI>Lagi, jika anda bisa mengangkat roda-roda (lihat <A HREF="#18">PEMERIKSAAN STANDAR TENGAH</A>, dibawah), lihat apakah roda bisa berputar dengan bebas. Roda yang seret bisa berarti bearing yang sudah jebol atau tertahan oleh rem. Beberapa rem secara normal sedikit menahan laju putar ban bila dalam keadaan tidak aktif, jadi coba amati pada beberapa motor dan anda bisa mengetahui bila sesuatu itu diluar kewajaran. (Pada umumnya, walaupun demikian, roda tetap berputar beberapa saat sampai ia berhenti berputar. Roda belakang lebih cepat berhentinya, karena perputaran ban akan sedikit tertahan oleh rantai dan friksi transmisi).</LI><br />
	<LI>Jika motor tidak punya standar tengah, dan anda merasa cukup kuat dan stamina prima, anda bisa melakukan hal ini; turunkan standar samping dan miringkan motor hingga stabil, kemudian dengan kekuatan anda, tarik motor kesamping lebih jauh hingga motor terangkat dengan standar samping sebagai pivot, dengan demikian kedua roda terangkat. Ini agak sedikit berbahaya &#8212; karena ini dapat dengan mudah menjatuhkan motor yang bukan punya anda &#8212; tapi tidak terlalu sulit jika anda sedikit terlatih. Ini adalah cara terbaik untuk dapat mengangkat roda pada motor yang hanya memiliki standar samping. Sangat disarankan agar teman anda dapat membantu anda untuk melakukannya.</LI><br />
	<LI>Jika velg roda motor adalah jari-jari(spoked) dan bukan velg cetakan (casting), periksa bahwa seluruh jari-jari lengkap dan coba di-goyang-goyang dan pastikan tidak longgar. Jari-jari yang longgar adalah tanda-tanda ketidak perdulian pemilik.<br />
	<UL><br />
		<LI>Jika anda bisa mengangkat roda keudara, putar roda, dan coba pegang sesuatu yang tumpul terhadap jari-jari yang berputar &#8212; pegangan obeng adalah alat yang baik untuk ini. (Hati-hati untuk tidak merusak jari-jari &#8212; motornya masih punya sipenjual, belum jadi milik anda). Suara dentingan tiap bilah jari-jari yang terkena benda tumpul hendaknya kurang lebih sama, karena, idealnya, semua jari-jari itu pada ketegangan yang sama. Perubahan suara dentingan menandakan ada jari-jari yang ketegangannya berbeda. Gampang diperbaiki, tapi ini tanda-tanda kalau motor jarang di rawat.<br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Casting wheel dari Magnesium atau serat karbon membutuhkan pemeriksaan yang lebih <U>hati-hati</U>. (Biasanya motor yang sudah ganti velg begini tandanya motor sudah dipakai untuk balapan, kecuali memang aslinya sudah begitu.) Velg tipe begini biasanya sangat ringan, tapi lebih mudah pecah daripada bengkok, dan kalau sampai pecah akan berakibat sangat buruk. Jika anda membeli motor dengan casting wheel magnesium atau serat karbon, periksalah dan yakinkan tidak ada retakan sedikitpun. (Susah untuk membedakan velg magnesium atau alumunium karena keduanya akan sangat mirip ketika sudah di cat, kecuali si penjual bilang kalau ini magnesium atau alumunium). Velg yang terbuat dari serat karbon biasanya tidak di cat, seperti peraturan dalam penjualan sparepart &#8220;Anda harus memamerkan betapa kerennya velg carbon-fiber yang anda jual, sebisa mungkin&#8221; <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto terhubung: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/bikeside.jpg">Bagian sisi motor yang menunjukan roda depan yang peang</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="14"><STRONG>RANTAI/SPROKET</STRONG> (dan belt)</A><br />
<UL><br />
	<LI>Coba tarik rantai motor di sisi yang paling belakang (hati-hati: penuh kotoran dan oli atau gemuk) kearah belakang. Jika anda bisa menarik rantai dari sproket hingga setengah dari gigi-gigi sproket itu terlihat, maka sudah waktunya untuk ganti rantai. Rp 250.000 hingga Rp 1.500.000 untuk satu set raintai plus ongkos kerja untuk 1 jam. Karat-karat pada sisi-sisi rantai masih bisa ditolerir tapi bagian tengah rantai, yang seperti pipa kecil-kecil haruslah mengkilap dan halus.</LI><br />
	<LI>Gigi pada sproket harus simetris &#8212; gigi-gigi tersebut lama kelamaan akan menjadi tajam dan berbentuk kait dalam penggunaanya. Periksalah sproket dari sisi samping pada bagian yang tidak tersentuh rantai untuk melihat kondisi gigi-gigi ini. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/sprocket.jpg">[1]</A> Jangan lupa juga untuk memeriksa sproket depan, jika terlihat. ( biasanya tertutup.) Gigi yang mengait = sproket baru. Rp 75.000 sampai Rp 1.000.000 untuk sepasang sproket depan dan belakang. Motor jepang biasanya sproket sudah satu set dengan rantainya. Belum termasuk ongkos pasang.</LI><br />
	<LI>Jika rantai menggunakan sambungan tipe clip, yakinkan agar klip masi ada dan terpasang pada anak rantai penyambung. (Klip ini digeser pada pin yang tersembul keluar dari sisi samping anak rantai, dan di desain agar tidak mudah terlepas dari pinnya, tipe sambungan rantai seperti ini sangat umum pada rantai-rantai yang dijual umum). Pastikan bahwa bagian klip yang tertutup menghadap sesuai arah perputaran rantai (jika tidak, maka pin ini akan mudah lepas).</LI><br />
	<LI>Jika motor ada standar tengah, posisikan pada gigi netral, angkat roda belakang, dan anda bisa memeriksa kondisi rantai. Dengan cara memutar roda perlahan (dengan tangan, <STRONG>Jangan</strong> dengan mesin), anda bisa merasakan titik-titik dimana rantai terasa menegang dan mengendur atau potensi-potensi masalah lain.<br />
	<UL><br />
		<LI>Kecuali, mohon, demi Tuhan, jangan masukan apapun yang anda sayangi (seperti, jari jemari anda) kedalam rantai yang berputar &#8212; banyak orang tidak bisa berhitung dengan jari lagi karena jari mereka cidera saat jari mereka masuk kedalam rantai yang berputar di sproket. Termasuk belt dan pulley. Jari-jemari dan benda-benda bergerak <STRONG>tidak</STRONG> cocok.<br />
	</UL><br />
	Putar roda sedikit, hentikan, periksa rantai pada titik-titik yang mengetat. Putar lagi dan ulang lagi. Titik-titik kencang dan kendur yang tidak rata menandakan rantai harus segera di ganti. Jika motor tidak memiliki standar tengah, dan anda adalah seorang pemberani, turunkan standar samping, dan miringkan motor lebih jauh hingga standar samping mengangkat roda belakang (lihat <A HREF="#13">RODA-RODA</A> diatas) dan lakukan pemeriksaan rantai diatas.</LI><br />
	<LI>Banyak pengendara memilih untuk memasang rantai dengan kencang, mengakibatkan rantai cepat aus namun responsif. Bersama dengan teman anda naiki motor bersama-sama, perhatikan bahwa rantai motor bagian bawah masih harus sedikit kendur dan bisa punya &#8220;jarak main&#8221; sekitar 1 inci.</LI><br />
	<LI>Biasanya, motor sudah dilengkapi dengan alat-alat untuk mengatur ketegangan rantai atau belt. dan buku panduan pengguna motor juga memberitahukan instruksi untuk mengatur ketegangan rantai atau belt sendiri. <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto terhubung: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/sprocket.jpg">Bagian depan sproket yang aus</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="16"><STRONG>KENALPOT</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Carilah lubang-lubang (bekas kecelakaan atau karena karat) Terkadang anda bisa mendengar kebocoran kenalpt ini, biasanya suara desis yang berat terdengar saat tekanan udara berusaha melewati celah-celah lubang.</LI><br />
	<LI>Karat pada kenalpot biasanya hanya di permukaan kenalpot, maka itu cuma kosmetik saja, tapi karat yang berlebihan menyebabkan lubang pada kenalpot dan kenalpot harus diganti. Bisa saja lubang karat ditambal tapi jarang yang bisa punya hasil tambalan bagus dan cantik, dan bisanya juga tidak ada gunanya untuk menambal &#8212; karena biasanya kalau sudah karatan, karat akan terjadi dibeberapa tempat. Dari pada tambal sana-sini, mendingan beli yang baru.</LI><br />
	<LI>Kenalpot motor adalah barang umum ditoko-toko asesoris, lihat <A HREF="#20">AKSESORIS, HARGA, dan PEMBELIAN</A>, dibawah. Suara keras pipa kenalpot tidak &#8220;menyelamatkan nyawa&#8221; &#8211; Loud pipes don&#8217;t &#8220;save lives&#8221;, kenalpot yang keras justru menarik perhatian polisi. Walau kadang terdengar enak. &nbsp;&nbsp;&nbsp;<STRONG>:&nbsp;)</STRONG></LI><br />
	<LI>Jika motor memiliki lebih dari satu pipa keluar, hidupkan mesin, pegang selembar kertas didepan lubang pipa, rasakan ada dorongan keluar dari lubang pipa, dorongan ini hendaknya sama ditiap lubang pipa yang ada. Harusnya &#8212; kalau tidak, salah satu lubang kenalpot mungkin tidak berfungsi (pajangan). (Jangan pergunakan tangan untuk merasakan dorongan udara keluar dari pipa, karena kalau kenalpotnya &#8220;nembak&#8221; apapun yang ada didepan mulut kenalpot bisa terbakar).</LI><br />
	<LI>Untuk motor dengan silinder lebih dari 1, langkah-langkah selanjutnya adalah opsional dan hanya boleh dilakukan bila anda mendapat dengan mudah meraih pipa-pipa kenalpot. Jika anda benar-benar ingin mencobanya, lakukan percobaan untuk menyentuk knalpot dalam keadaan dingin &#8212; anda tidak mau tangan anda terjebak dalam fairing atau casis dimana dekat atau tertempel dengan pipa kenalpot dengan suhu ratusan derajat celsius bukan ? (Sebagai contoh, jelas tidak ada cukup ruang gerak bagi tangan anda didalam bodi mesin ini untuk mencoba pipa kenalpot <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/headers.jpg">foto [1]</A>, dibawah.) &nbsp; Maka: <U>Sangat berhati-hatilah dengan langkah yang satu ini dan hanya lakukan bila mana anda yakin kalau anda tidak akan tersentuk kenalpot langsung.</U> Panaskan mesin, tutup jari anda dengan kain handuk yang sudah direndam kedalam air, dan <U>singkat saja</U> sentuh leher kenalpot yang terhubung dengan mesin, sekitar 15-20 cm dari<br />
	mulut kenalpot yang menempel pada mesin (leher kenalpot mungkin dalam suhu ratusan derajat celsius, sangat panas, anda tidak mau menyentuhkan handuk basah itu terlalu lama, cukup beberapa saat saja). Desisan menandakan pipa kenalpot yang aktif; pipa yang dingin menandakan bahwa ada silinder mesin yang tidak hidup. Banyak hal yang bisa menyebabkan kondisi ini &#8212; busi tidak hidup, karburator yang mampet, kebocoran vacum, dsb. Service antara Rp 30.000 hingga jutaan tergantung dari kerusakan. Jika anda mendengar suara desisan saat anda menyentuh leher kenalpot, dan pada saat itu anda tidak menggunakan handuk basah, maka anda mendengar kulit jari anda terbakar, segera hentikan. <FONT SIZE="-1" FACE="Veranda,Arial,Helvetica">Foto-foto terhubung: &nbsp;&nbsp; [1] <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/headers.jpg">Leher pipa kenalpot yang terlihat dari celah fairing</A> </FONT></LI><br />
</UL><br />
<A NAME="17"><STRONG>MESIN/CAIRAN/KABURATOR</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Apakah sipenjual telah memanaskan motor sebelum anda tiba dilokasi ? (Perhatikan jika penutup mesin hangat, atau bisa saja panas, maka berhati-hati lah dan jangan sampai anda menderita luka bakar. Mesin motor akan tetap hangat untuk beberapa jam; kenalpot lebih panas dari pada mesin, namun akan lebih cepat dingin). Mesin yang terasa hangan berati sudah dihidupkan dan biasanya untuk menutupi masalah susah hidup saat mesin dingin, maka hal ini adalah hal yang paling pertama-tama anda periksa kemudian anda bisa membiarkan mesin untuk dingin saat memeriksa hal yang lain, kembali ke pemeriksaan mesin lagi setelah mesin dingin. Terutama, bila motor yang anda lihat adalah tipe motor dengan kickstart, pastikan anda dapat menghidupkan motor dengan kick-start saat mesin dingin.<br />
	<UL><br />
		<LI>Anda mungkin bisa merasakan panas sudah terasa beberapa sentimeter dari permukaan mesin, tapi jika harus menyentuh bagian yang berpotensi panas, gunakan bagian punggung jari atau tangan anda. Reflek tubuh terhadap panas biasanya ditujukan dengan menarik tangan. (Tapi jangan coba-coba, kalau anda rasa panas berarti memang benar-benar panas, gunakan logika anda).<br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Mesin harusnya mudah dihidupkan, tidak bersusah-susah. (dengan choke*, saat dingin) dan mesin terdengar cukup baik. Jika anda mendengar suara-suara yang mencurigakan dan buruk seperti suara keletakan atau suara seperti kecrekan atau kaleng yang di isi dengan kelereng yang dikocok-kocok, tinggalkan motor itu, dari motor lain. Mesih harus bisa jalan dengan lembut saat idle. Terlebih saat mesih panas, mesin semakin halus. Putar handle gas dan lihat apa yang terjadi. Keraguan dan sedikit kekecewaan saat pertama dengar keanehan kecil mungkin hanya masalah karburator *. Coba lakukan <A HREF="#23">test ride</A> agar anda bisa menilai sendiri apakah anda bisa maklum atau senang dengan kondisi yang ada. Handle gas, saat dilepas, akan dengan cepat menutup dengan tajam, tidak perduli seberapa jauh anda memutar. Coba putar stang motor penuh ke kiri dan kekanan untuk mencoba apakah pengkabelan ada yang menahan laju perputaran stang, jika ada terasa tahanan saat dibelokan, mungkin ini<br />
	masalah pengaturan jalur kabel saja, dengan sedikit usaha, anda sendiri bisa memperbaiki masalah ini. Jika ketika anda memutar stang, kabelnya terasa tertahan terus, kemungkinan ini masalah pada kawat dalam kabel. Dalam keadaan mesin hidup dan grip gas yang idle, putar stang maksimum kekiri dan kekanan, apakah anda merasa mesin ikut berubah putaran ? kemungkinan masalah jalur kabel. Bila putaran mesin naik saat stang dibelokan dan anda putar handle gas sebentar dan lepas, apakah putaran mesin naik dan tetap naik ? ini masalah jalur kabel.</LI><br />
	<LI>*=Kommen ini ditujukan pada motor-motor dengan karburator. Beberapa motor terkini sudah menggunakan sistem injeksi: daripada karburator, motor-motor ini dilengkapi dengan sebuah body gas dan injeksi bahan bakar. Motor dengan injeksi bahan bakar kadang kala punya tuas &#8220;fast idle&#8221; bukan tuas choke, tapi ada juga yang mendeteksi kebutuhan pengkabutan ekstra yang dilakukan oleh komputer, dan secara otomatis mengatur injeksi bahan bakar. Anda harusnya tidak mengalami masalah &#8220;karburasi&#8221; dengan motor-motor injeksi, dan jika anda toh merasakan masalah ini, motor motor ini lebih susah untuk diperbaiki dibandingkan motor dengan karburator.</LI><br />
	<LI>Beberapa motor menggunakan pompa bensin untuk menciptakan tekanan sewaktu sebelum motor hidup. Jika anda putar kunci kontak pada posisi ON dan anda bisa mendengar suara dengung berasal dari tanki, tunggulah hingga suara tersebut berhenti sebelum melakukan start.( Jika anda tahu bahwa motor tersebut dilengkapi pompa bensin, namun tidak mendengarkan pompa ini bekerja, siapkan uang sekitar Rp 800.000 untuk menggantinya belum termasuk ongkos pasang.)</LI><br />
	<LI>Jika motor memiliki standar tengah, naikan roda belakang, dan coba pindah-pindah keseluruh gigi untuk meyakinkan bahwa seluruh gigi bekerja seperti seharusnya. <STRONG>JANGAN</STRONG> memutar roda yang naik terlalu cepat &#8212; karena bisa sampai jatuh atau turun, motor akan loncat dan membahayakan anda. Cukup menaik dan menurunkan gigi dalam keadaan idle. Selalu genggam rem depan untuk jaga-jaga.</LI><br />
	<LI>Ketinggian oli harusnya bisa dilihat melalu jendela intip atau dari stik celup, biasanya disisi kanan dari mesin motor. Pastikan bahwa ketinggian oli berada antara batas bawah dan batas atas pada kaca intip atau pada stik, dan periksa pada saat mesin dimatikan beberapa menit dan motor diposisikan datar dan tegak. Terlalu rendah atau terlalu tinggi adalah sangat tidak baik, tapi kalau sedikit saja terlalu tinggi mungkin tidak merusak. Permukaan oli tidak harus ditengah tengah, tapi harus terlihat dalam jendela intip. Lihatlah kebawah sebagai analisa warna oli. <STRONG>Tanyakan pada pemilik kapan terakhir kali ganti oli. <U>Pemiliknya harus tahu</U>.</STRONG> Mengenai frekuensi pengantian oli, setiap 2000 km atau satu-dua bulan, dan selalu sebelum menyimpan motor untuk waktu yang cukup lama adalah baik. (Seperti dijelaskan dibawah pada bagian <A HREF="#19b">MENANYAI PENJUAL</A>, interval ini hanya berlaku mungkin hanya bagi motor-motor jalan raya. &#8212; motor cross hendaknya<br />
	ganti oli lebih sering lagi.</LI><br />
	<LI>Pemeriksaan oli, lihat melalui jendela intip. Kalau motornya tidak ada jendela intip, anda butuh mencelupkan sesuatu kedalam oli didalam mesin dan cabut, lihat oli yang ada :<br />
	<UL><br />
		<LI>Warna madu : masih sangat baru (berubah hitam seiring pemakaian)</LI><br />
		<LI>Hitam: oli lama &#8212; tanyakan pemilik kapan terakhir ganti oli</LI><br />
		<LI>Seperti kopi susu: air tercampur kedalam oli (lihat dibawah)</LI><br />
		<LI>Oli abu-abu: terlalu banyak partikel alumunium dalam oli (agak bagus untuk motorcross, jelek untuk motor biasa)</LI><br />
		<LI>Flek-Flek mengkilap dalam oli: segera tinggalkan motor, cari motor yang lain &#8212; keausan mesin yang tidak normal.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Jika kabel gas keras sewaktu di putar, (dan tidak mau menutup tajam ketika dilepaskan) ada beberapa penyebabnya :<br />
	<UL><br />
		<LI><EM>Karburatornya sudah tersumbat dengan campuran bensin dan lapisan anti karat pada tanki.</EM> Kalau motor gak mau hidup, maka kemungkinan nya lebih karena penyebab yang ini dibandingkan dua penyebab berikutnya. Pembersihan dan service karburator bisa kena biaya Rp 150.000 hingga Rp 500.000 tergantung tingkat kekotoran. Atau bisa juga gratis kalau anda bisa membersihkannya sendiri. (hati-hati, banyak part-part kecil ketika anda bekerja dengan karburator dan bisa cukup membingungkan, namun kalau anda sudah biasa melakukannya, tidak begitu rumit.)</LI><br />
		<LI><EM>Stangnya mungkin saja sedikit bengkok dan menjadikan grip gas jadi agak sedikit keras kalau diputar.</EM> Lihat dengan cermat, karena agak susah kalau bagian stang yang bengkok itu berada didalam grip gas, untuk tahu, anda harus melepas grip gas. Stang baru bisa berharga antara Rp 60.000 hingga satu atau dua juta tergantung merk. Kalau sampai bengkok ini bisa menjadi indikasi kalau motornya pernah jatuh atau kecelakaan.</LI><br />
		<LI><EM>Kawat dalam kabel gas bisa saja sudah hampir putus atau cuma karena salah pengaturan jalur kabel.</EM> Ini bisa berarti bahwa karburatornya bagus. kabel gas baru cukup murah antara Rp 25.000 hingga Rp 150.000.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Beberapa mesin menggunakan pendingin udara dan oli, yang lainnya menggunakan air. Komen dibawah adalah mengenai pemeriksaan cairan pendinginan atau tentang penggunaan oli sebagai pendingin pada mesin-mesin dengan pendingin cairan, bukan untuk mesin dengan pendingin udara.</LI><br />
	<LI>Jika dalam oli terdapat cairan keputihan (lihat dari jendela intip) itu adalah air &#8212; hati-hati ! Air dalam oli bisa berarti dua hal &#8212; kondensasi udara dalam mesin, atau kebocoran dari sistem pendingan air yang masuk dan tercampur kedalam sistem pelumasan. (Coba tebak, mana yang buruk dan mana yang lebih buruk). Kondensasi akan hilang karena panas&#8230; setelah mesin hidup selama sekitar 20-30 menit, coba periksa apakah masih ada cairan keputihan dalam mesin. Kalau tidak, anda mungkin memerlukan pekerjaan mesin yang lebih besar dan berat, untuk mengganti gasket (atau bisa lebih parah). Catatan: Mesin dua-tak dengan oli mesin yang seperti kopi susu lebih mudah diperbaiki dibandingkan dengan mesin 4-tak. (2-tak adalah konfigurasi mesin, tidak ada hubungannya dengan jumlah silinder dalam mesin. Mesin motor dua tak mirip dengan gergaji mesin, karena gergaji mesin adalah mesin 2-tak)</LI><br />
	<LI>Periksa ketinggian cairan pendingin. Coba lihat botol &#8220;overflow&#8221;, dan lihat apakah cairan pendingin berada diantara batas &#8220;atas&#8221; dan batas &#8220;bawah&#8221; pada botol. Kalau anda tidak bisa menemukan lokasi botol ini, coba diurut selang kecil menuju bagian tutup radiator &#8212; biasanya selang ini selalu menuju ke botol &#8220;overflow&#8221;. Jika air pendinginnya jernih (kalau menggunakan air) atau berwarna merah muda cerah, bisa menjadi indikasi bahwa motor telah dipakai untuk balapan. (Organisasi balap motor tidak mengizinkan penggunaan cairan &#8220;antifreeze&#8221;, maka radiator disi dengan air biasa atau air yang dicampur dengan produk yang disebut &#8220;WaterWetter&#8221; yang menjadikan motor berwarna merah muda). Hal ini tidak berlaku pada motor-motor cross, yang mana mungkin cairan nya berwarna hijau.</LI><br />
	<LI>Cairan pendingin yang baik itu berwarna hijau neon, bukan coklat atau justru hijau lumut keruh. Anda harus membuka tutup radiator untuk memeriksa air dalam radiator, dan jangan buka tutup radiator disaat mesin masih dalam keadaan panas. Jika tutup radiator terasa panas, jangan dibuka &#8212; lakukan setelah mesin terasa dingin. Jika anda bisa membukanya :<br />
	<UL><br />
		<LI>Bila berisi air bersih dan jernih, ini tidak baik &#8212; ini menandakan bahwa radiator hanya disi dengan air tanpa ada campuran anti korosi, dan seperti yang telah dikatakan, bisa menjadi indikasi bahwa motornya adalah motor balapan.</LI><br />
		<LI>Bila berisi cairan merah muda &#8212; bisa jadi motor balapan.</LI><br />
		<LI>Cairan hijau terang, bagus.</LI><br />
		<LI>Cairan cokat, bisa berarti banyak karat (buruk) atau tercampur dengan oli (buruk). Indikasi yang pertanya mengindikasikan bahwa didalam radiator telah terbentuk karat, cari motor yang lain. Oli didalam cairan pendingin berarti ada masalah pada gasket atau pada ring-O pada pendingin oli (kalau ada). Gasket yang buruk adalah buruk, Ring-O yang buruk mungkin tidak terlalu buruk. Kalau ada mekanik yang bisa anda mintai tolong, tanyakan padanya mengenai hal ini. Tapi kalau anda menyerah, sebaiknya cari motor lain.</LI><br />
		<LI>Akhirnya, <EM>tidak ada</EM> cairan dalam radiator adalah sangat-sangat buruk, menjauh dan cari motor lain.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Pemeriksaan head gasket&#8230; Anda tidak akan tau sampai anda memiliki pengalaman yang cukup bersama sang motor, tapi gasket yang rusak sebagian bisa menyebabkan mesin menghabiskan cairan pendingin perlahan-lahan. Adalah OK kalau motor mengeluarkan uap putih dari kenalpot saat dipanaskan. tapi setelah beberapa saat, dan mesin sudah panas, uap putih ini menjadi tidak terlihat lagi. Jika ada uap putih terus keluar dari kenalpot walaupun motor sudah dipanaskan, ini menandakan bahwa gasket mungkin sudah rusak dan cairan pendingin sedikit demi sedikit memasuki ruang pembakaran.</LI><br />
	<LI>Motor harusnya tidak mengeluarkan asap biru. Asap putih seperti disebutkan diatas adalah air yang terbakar, asap biru berarti oli yang terbakar. Mengapa oli terbakar ? Mungkin karena ini motor harley atau karena ring dan/atau katup stem-steal yang sudah aus. Ajak lah seorang mekanik untuk melakukan pemeriksaan atau kalau anda menyerah, sebaiknya cari motor yang lain.<br />
	<UL><br />
		<LI>Catatan: Adalah normal bagi motor 2-tak untuk membakar oli dan menyebabkan asap biru keluar, karena memang mesin 2-tak didesain untuk dilumasi dengan oli yang dicampur dengan bahan bakar. Asap ini akan menghilang saat mesin memanas.</LI><br />
		<LI>Perlu diketahui juga, cairan yang keluar dari mesin biasanya pertanda buruk. Melakukan service bisa hanya butuh gasket baru, tapi bisa juga lebih buruk. Kalau anda tidak merasa bisa mengambil keputusan yang tepat, coba tanyakan pada mekanik dan minta masukan darinya, atau yang paling gampang; cari motor lain.</LI><br />
		<LI>Kompresi Mesin: mesin pada dasarnya adalah pompa udara, dan harus tertutup dengan rapat untuk dapat bekerja dengan baik. Mesin yang tidak tertutup dengan baik akan susah dihidupkan , akan membakar oli (asap biru), dan dapat mengurangi tenaga atau justru boros bahan bakar. Mesin-mesin lama cenderung seperti ini dibandingkan dengan mesin-mesin baru, tapi mesin baru yang diforsir juga bisa turun kompresi mesinnya. Kalau bisa, minta sipenjual untuk melakukan test kompresi. Ini bukan test yang wajib, tapi bisa memberikan gambaran kepada anda apakah mesin tersebut pernah di forsir atau tidak.<br />
		<UL><br />
			<LI>Motorcross dan beberapa motor lawas memiliki kick-start yang membuat anda bisa memutar mesin secara langsung. Maka, walaupun anda tidak punya alat test kompresi, anda tetap bisa melihat dan mencoba untuk merasakan apakah ada tekanan dalam mesin. Bila anda mencoba melakukan kickstart, dan anda merasa ada hentakan-hentakan yang menahan kaki anda untuk memutar mesin, dan terasa sukar untuk dihidupkan karena keras &#8212; ini bagus, karena benar-benar putaran tertahan oleh kompresi. Jika ketika anda mencoba melakukan kick-start dan tidak terasa ada tahanan-tahanan berarti ini bisa berarti bahwa mesin telah kehilangan kompresinya. Segeralah cari motor yang lain.<br />
		</UL><br />
		</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="18"><STRONG>PEMERIKSAAN STANDAR TENGAH</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Jika motor memiliki standar tengah, anda bisa melakukan test lebih banyak lagi. Posisikan motor dengan standar tengah, minta seseorang untuk duduk dibangku tempat boncenger duduk hingga roda depan akan terangkat, cobalah untuk memegang garpu dengan tangan kanan dan kiri dari depan, gerakan garpu kedepan dan kebelakang (bukan diputar) harusnya garpu tidak bergerak kedepan atau kebelakang. Garpu depan hendaknya bisa diputar penuh kekiri dan penuh kekanan tanpa tahanan (pengurutan kabel yang tidak benar?) atau terasa &#8220;gradakan&#8221; saat diputar (bearing kepala stir &#8230; lihat dibawah).</LI><br />
	<LI>Bearing pada kepala stir yang sudah jelek biasanya terasa gradakan halus saat diputar, terutama saat setang diketengahkan. Lubang jalanan atau pendaratan yang keras (karena melompat atau wheelies) dapat menyebabkan kerusakan pada bearing. Kerusakan ini akan membuat bearing terasa gradakan waktu diputar secara perlahan. (pastikan bahwa kabel-kabel tidak ada yang mengganggu dan menyebabkan keanehan yang anda rasakan.) Jika bearing pada kepala stir ini terasa gradakan, maka harus diganti. sekitar Rp 50.000 hingga Rp 150.000. belum termasuk ongkos gantinya.</LI><br />
	<LI>Putar roda depan dan rem perlahan. Harusnya tidak ada rasa gesekan yang ritmis pada tuas rem. Jika ada rasa getak ritmis yang halus pada tuas rem ini berarti anda butuh mengganti disk pada rem. Suara gesekan itu sendiri mungkin tidak berarti apa-apa, tapi bisa menjadi indikasi kalau piringan/rotor sudah melar atau peang dan harus cari kesempatan untuk mencobanya dalam kecepatan. Memeriksa rotor dengan cara memutar roda tidak bisa terlalu dihandalkan, tapi coba putar sekencang-kencangnya dan sekuat-kuatnya kemudian rem sedikit saja hingga kecepatan roda berkurang, tidak terlalu keras hingga menyebabkan roda berhenti. Seperti yang telah dijelaskan pada bagian <A HREF="#6">PENGEREMAN</A>, harga piringan motor adalah sekitar Rp 300.000,- hingga beberapa juta rupiah perbuah.</LI><br />
	<LI>Berikutnya&#8230; turunkan roda depan, sekarang roda belakang yang menggantung. Coba gerakam tengah roda belakang secara menyamping. (Ini untuk mencari kemungkinan aus yang terjadi pada pivot di swing arm). Jika anda merasakan ada yang longgar, mungkin anda harus menyiapkan sekitar Rp 300.000 untuk memperbaikinya (bearing, sil, dsb) dan ongkos kerja untuk montir. Anda harusnya tidak bisa menggerakan swing arm secara menyamping tanpa menggerakan casis. Karena kalau sampai goyang, ini berarti bearing sudah aus.</LI><br />
	<LI>Periksalah arah aksis roda. Susah untuk benar-benar meluruskan arah roda, tapi coba lihat pada tanda pengatur arah kelurusan roda pada swingarm atau coba intip roda belakang agar sejajar dengan roda depan. Mungkin yang paling gampang adalah dengan mengatur aksis roda belakang yang sejajar sesuai dengan tanda yang ada pada kedua sisi swingarm. Ada cara lain menggunakan benang sepanjang 4-5 meter, sedikit susah untuk digambarkan dan dijelaskan, tapi beruntung <A HREF="http://www.motorcycle.com/">Motorcycle Online</A> mempunya <A HREF="http://www.motorcycle.com/mo/mcnuts/chassis.html">artikel yang cukup bagus</A> yang menjelaskannya dengan baik.</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="19"><STRONG>SERVICE</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Tanyakan pada pemilik apakah motor telah di service sebagaimana jadwal yang disarankan oleh pabrikan, dan kalau ya, minta bukti service nya.</LI><br />
	<LI>Jika anda merasa tidak pasti atas kondisi motor, tidak ada salahnya untuk meminta motor dibawa kebengkel yang anda tunjuk untuk di lakukan inspeksi oleh mekanik, tentu saja anda yang bayar si mekanik. Tentu saja si pemilik berhak untuk menolak permintaan anda ini dan ia merasa lebih baik tidak usah beli daripada merepotkan saja.</LI><br />
	<LI>Seperti yang telah disebutkan pada bagian <A HREF="#1">YANG PERTAMA-TAMA HARUS DILAKUKAN</A> ongkos kerja montir adalah sekitar Rp 50.000 hingga Rp 200.000 perjam tergantung jenis bengkelnya.</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="19a"><STRONG>MOTOR CROSS</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Cari retakan atau penyok pada casis dan frame dekat dudukan mesin, bagian ini bisa retak-retak pada motor yang terus menerus mendarat dengan keras.</LI><br />
	<LI>Berikan perhatian ekstra pada bearing (bearing roda, swing arm, setir) &#8212; perjalanan offroad dan pencucian setelah perjalanan adalah mimpi buruk bagi bearing. Selalu periksa kelonggaran atau kekakuan yang terjadi pada bearing, dsb.</LI><br />
	<LI>Untuk motor cross dengan ukuran lebih kecil, tanyakan siapa yang biasa bawa motor tersebut. &#8212; pengendara motor cross dewasa biasanya membawa motor dengan lebih berhati-hati dibandingkan anak muda.</LI><br />
	<LI>Tanyakan pada penjual, dimana biasanya motor mainkan &#8212; tempat yang banyak berpasir dan berdebu lebih cepat membuat aus pada rantai/sproket dan bearing. Dan juga mengharuskan filter udara untuk terus dibersihkan dibandingkan jika motor dipakai pada track lain.</LI><br />
	<LI>Biasanya mudah untuk melepas tutup flywheel pada motor cross 2-tak (biasanya yang disisi kiri pada model-model akhir) &#8212; gasket karet tidak akan rusak jika cover ini dilepas. Buka tutup flywheel, dan coba pegang flywhee, coba melepaskannya dari as-nya. Jika anda merasakan bahwa flywheel bisa bergerak sekedar oblak, atau mungkin karena bearing yang sudah aus. Dengan kata lain, mungkin cukup dengan mengencangkan baut-baut dudukan flywheel, atau anda harus mengganti bearing diganti.</LI><br />
	<LI>Jika sewaktu anda melepas cover flywheel anda melihat oli menetes, maka sil sudah bocor dan mesin harus dibongkar.</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="19b"><STRONG>MENANYAI PENJUAL</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Ketika seorang penjual mendekati barang dagangannya, mengeluarkan kalimat-kalimat jualan yang menarik, coba anda pastikan apakah si penjual benar-benar memperhatikan kondisi motor atau tidak, terlepas dari kata-kata manisnya. Jika anda lihat ada yang tidak beres &#8212; contohnya, stang yang agak bengkok karena terjungkal di pelataran parkir, apakah si pemilik menganggapnya hal yang biasa-biasa saja dan tidak perlu diganti, atau apakah si pemilik justru secara jujur menunjukan kejanggalan ini sendiri, dan secara terang-terangan mengatakan bahwa hal itu perlu diperhatikan dan diperbaiki. Coba cari tahu apakah si pemilik adalah seorang yang menyayangi motor yang memang merawat motornya dengan baik, atau adalah seseorang yang tidak rajin memeriksa mtoro sesuai jadwal service reguler dan dengan mudahnya membeli motor baru ketika yang lama sudah mulai usang. Anda bisa tahu cukup banyak mengenai seseorang cukup bermodalkan intuisi saja. Tanyakan pada si pemilik:<br />
	<UL><br />
		<LI>Apakah motor pernah terjatuh ?<br />
		<UL><br />
			<LI>Jika si penjual mengatakan &#8220;tidak&#8221;, tapi anda melihat tanda-tanda terjatuh, tanyakan pada penjual langsung dan minta penjelasan.</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Apakah motor pernah dipakai balapan ?<br />
		<UL><br />
			<LI>Jika si penjual mengatakan &#8220;tidak&#8221;, tapi anda banyak melihat safety wire pada baut-baut mesin, roda dengan tepian yang kasar, dsb. Segeralah minta penjelasan.</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Kapan terakhir kali oli diganti ?<br />
		<UL><br />
			<LI>Motor-motor jepang biasanya harus ganti oli sekitar 2000 hingga 3000 km. atau setiap satu-dua bulan.</LI><br />
			<LI>Untuk motorcross, oli mesin harus diganti setiap beberapa kali dipakai offroad, atau paling tidak setelah 1000km. Untuk motor-motor dualpurpose, penggantian oli tergantung pada penggunaan motor, apakah lebih sering dipakai offroad atau onroad.</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Bagaimana riwayat service motornya ?<br />
		<UL><br />
			<LI>Apakah motornya terlambat service reguler, seperti pengaturan katup, tune-up, pembersihan karburator ? ( Kalau si pemilik tidak kehilangan buku pentunjuk servicenya, coba lihat dan perhatikan serta yakinkan bahwa motor tidak pernah terlambat service.)</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Berapa lama atau jauh ban telah digunakan ? Tanyakan pada penjual jika ia pikir kondisi ban masih baik.<br />
		<UL><br />
			<LI>Lihat bagian <A HREF="#10">BAN BAN</A>, diatas untuk melakukan evaluasi kondisi ban oleh anda sendiri.</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Modifikasi apa yang pernah dilakukan terhadap motor ini ?<br />
		<UL><br />
			<LI>Motor yang dimodifikasi besar-besaran hendaknya dihindari. (Lihat <A HREF="#20">AKSESORIS, HARGA dan PEMBELIAN</A> dibawah.)</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Motor-motor Offroad: Seberapa sering filter udara dibersihkan ? diganti ?<br />
		<UL><br />
			<LI>Filter udara untuk motor jenis ini harus diganti dan dibersihkan lebih sering, dan semakin sering dilakukan bila motor terlihat lebih kotor berpasir atau debu. Selain motor tipe dual-sport (on/of road), filter udara motor cross harus lebih dibersihkan dan diganti setela beberapa kali dipergunakan offroad. Termasuk mengganti oli mesin.</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Off-road 2-Tak: Kapan terakhir kali motor ganti spare-part dalam motor yang baru ?<br />
		<UL><br />
			<LI>Percaya atau tidak, pabrikan motorcross 2-tak biasanya menyarankan untuk turun mesin setelah penggunaan motor dalam off-road 10 jam. Ini terlalu konservatif &#8212; Saya mengganti semuanya (piston,ring,pin,dsb) setiap 30 hingga 40 jam penggunaan motor off-road.</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Lihat bagian <A HREF="#19a">MOTOR CROSS</A>, diatas untuk menanyakan hal-hal yang spesifik untuk jenis motor ini.</LI><br />
		<LI>Langsung saja tanyakan hal berikut pada si penjual:<br />
		<UL><br />
			<LI>Mengapa anda menjual motor ini ?</LI><br />
			<LI>Apakah ada masalah dengan motor ini ?</LI><br />
			<LI>Apakah ada masalah lain dengan motor ini yang belum anda tunjukan kepada saya ?</LI><br />
			<LI>Apakah ada yang harus saya perhatikan tentang perawatan atau keamanan pada motor ini jika saya jadi beli ?</LI><br />
			<LI>Apa yang akan anda lakukan jika anda ingin merawat motor ini setahun-dua tahun lagi ?</LI><br />
			<LI>Apakah ada alasan bagi saya untuk tidak membeli motor ini ?</LI><br />
		</UL><br />
		Kadang kala, usaha sederhana untuk menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini secara langsung akan mengungkapkan beberapa hal yang sama sekali tidak terpikirkan atau tidak direncanakan untuk dikatakan oleh sipenjual.</LI><br />
		<LI>Tanda Peringatan : Jika si penjual membanggakan bahwa motor yang dijual &#8220;sangat cepat&#8221;, maka kemungkinannya bahwa si pemilik motor adalah orang yang suka memforsir motor. Hati-hati.</LI><br />
		<LI>Paranoid : Anda tidak akan tahu kalau sang motor benar-benar menggunakan part-part yang bagus sesuai klaim dari penjual. Anda harus berhati-hati, mintalah bukti pembelian part-part tersebut. Kalau si-penjual mengatakan bahwa ada part yang canggih dan bagus dalam motor, bukan berarti benar-benar ada part yang dimaksud, hanya karena anda tidak bisa melihatnya langsung.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="20"><STRONG>AKSESORIS, HARGA, dan PEMBELIAN</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Jika si pemilik telah kehilangan buku panduan serta toolkit, minta harga diturunkan sedikit. mungkin beberapa ratus ribu, karena buku panduan adalah &#8220;nice-thing&#8221; untuk dimiliki, apalagi kalau anda orang yang baru mulai berkendara.</LI><br />
	<LI>Demikian juga jika si pemilik tidak punya buku service, dan anda memang berencana untuk tidak memperbaikinya sendiri. Anda bisa banyak mempelajari tentang motor anda dengan cara membaca buku service.</LI><br />
	<LI>Seringkali pemilik motor telah menambahkan beberapa aksesoris pada motor dan menggunakannya untuk meningkatkan daya jual dan harga. Ini termasuk helm, tapi coba <A HREF="#21">lihat dibawah</A> mengenai hal ini. Kenalpot juga contoh yang biasa ditemui. Yang penting adalah, apakah anda mau membayar lebih untuk aksesoris-aksesoris ini ? Kalau anda tidak begitu menyukai aksesoris ini, maka benda-benda itu tidak begitu bernilai bagi anda dan anda tidak perlu membayar lebih untuk itu. Jika anda menginginkannya (jika anda benar-benar menganggapnya bernilai), maka bayarlah sesuai dengan yang anda rasakan layak. Ingatlah bahwa &#8220;membayar lebih&#8221; bukan berarti &#8220;membayar lebih sesuai kemauan sipenjual&#8221;, tapi &#8220;membayar lebih untuk sebuah motor seolah-olah motor tersebut tanpa aksesoris tersebut&#8221; Kalau si penjual tidak setuju dengan yang anda tawar, cari saja motor lain yang tidak memiliki aksesoris tersebut, dan anda tidak perlu membayar barang-barang yang tidak anda inginkan.</LI><br />
	<LI>Beberapa aksesoris memang menarik untuk anda miliki, tapi andalah yang harus mengambil keputusan ini sendiri. Berikut ini contohnya :<br />
	<UL><br />
		<LI><EM>Kenalpot:</EM> Kenalpot aksesoris biasanya lebih ringan dan lebih keras suaranya dibandingkan knalpot orisinil. Jika hal ini menarik perhatian anda (sesuatu yang anda mau bayar untuk anda miliki, coba cari tau apakah kenalpot ini adalah &#8220;Full System&#8221; dimana untuk menggantinya anda harus mengganti seluruh bagian knalpot, dari pipa hingga silencer. Atau adalah &#8220;Slip-On&#8221; yang mana untuk penggantiannya cukup bisa mengganti silencernya saja. Tergantung dari kondisinya, knalpot &#8220;full systems&#8221; bisa dihargai Rp 500.000 hingga Rp 3.000.000. Yang &#8220;Slip-On&#8221; biasanya lebih murah.</LI><br />
		<LI><EM>Tank Protektor:</EM> Tanpa Tank Protektor, resleting besi, kepala tali pinggang, kancing bisa menggores tangki, mungkin seharga Rp 20.000 hingga Rp 100.000.</LI><br />
		<LI><EM>Standar Tengah</EM> untuk motor tanpa standar tengah, dengan standar ini anda bisa melakukan perbaikan-perbaikan motor ditengah jalan, yang mana tanpanya anda tidak mungkin bisa melakukannya sendiri.</LI><br />
		<LI><EM>Suspensi</EM> bisa diganti secara reguler. Unit suspensi dari Penske, Holins, Fox (dan beberapa merk lain) biasanya punya performa yang lebih baik dibanding orisinilnya. Biasanya kalau sudah terpasang, si penjual akan minta harga lebih untuk ini. Shock-shock ini bisah berharga antara Rp 500.000 hingga sangat mahal sekitar Rp 10.000.000.</LI><br />
		<LI><EM>Bagasi tambahan :</EM> Tank bags kelihatannya menarik, karena bisa menambah kapasitas kargo. Kecuali kalau anda memang tidak pernah berencana untuk bawa banyak barang, siapa perduli ? Yang keliatan juga menarik : hard case atau side bag. Harga bisa bervariasi tergantung kondisi, kualitas dan merk. Tank bag sekitar Rp 200.000 hingga Rp 600.000, side bag punya harga yang tidak jauh berbeda, sedangkan yang plastik berharga antara Rp 1.600.000 hingga Rp 6.000.000. Yang terbuat dari alumunium bisa mencapai Rp 12.000.000</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Modifikasi : Secara umum, adalah bijak untuk tidak mendekati motor yang telah dimodifikasi besar-besaran. Walaupun dilakukan oleh modifikator yang professional dan berkompeten, piston kompressi tinggi, bore-up berlebihan, kopling berkinerja tinggi, porting, dan sebagainya. Semua ini mengurangi umur mesin hanya untuk meningkatkan performa mesin yang tidak seberapa. Jika dialakukan oleh amatiran, modifikasi ini jelas akan membunuh mesin dengan seketika. Tanyakan modifikasi apa saja yang telah dilakukan pada si motor.</LI><br />
	<LI>Oke, berapa harusnya harga si motor ? Coba lakukan riset pasar atas berapa seharusnya harga motor yang anda cari, mungkin dari majalah-majalah atau dari beberapa toko penjual motor diberapa tempat. Jadi sebelum membeli, anda sebaiknya sudah tau harga pasaran motor tersebut, baru maupun bekas.</LI><br />
	<LI>Biasanya motor dijual dengan harga &#8220;OBO&#8221; &#8230; atau best offer. Biasanya, &#8220;Best Offer&#8221; berarti harga yang ditawarkan adalah sedikit dibawah harga rata-rata pasaran. Sebaiknya anda mencari motor yang benar-benar nilainya sesuai dengan perkiraan anda, jangan langsung tergiur dengan harga &#8220;Best Offer&#8221;. Dan ingatlah 1-2 juta rupiah sebenarnya akan terlihat kecil untuk waktu yang lama. Jadilah orang yang fleksibel. Janganlah takut atau sungkan untuk meninggalkan motor untuk melihat motor yang lain &#8212; ada banyak motor yang sejenis diluaran sana dan akan ada selalu kesempatan untuk kembali lagi sebelum motor itu terjual. Semakin lama motor itu tidak terjual, biasanya semakin fleksibel harganya ditentukan oleh sipenjual.</LI><br />
	<LI>Harga motor mengikuti hukum &#8220;supply and demand&#8221; persis seperti barang-barang dagangan lainnya&#8230; Disaat motor-motor tidak banyak pembeli untuk model-model tertentu, maka harga motornya bisa jatuh&#8230; tapi untuk motor-motor dengan model yang populer harganya bisa tinggi.</LI><br />
	<LI>Mungkin anda punya cara anda sendiri untuk menciptakan suatu nilai uang untuk menawar harga motor yang anda taksir, tapi inilah yang kami lakukan : Coba cari tahu harga pasaran dari si motor, kemudian kurangi harga tersebut dengan biaya-biaya yang mungkin timbul untuk memperbaiki motor-motor ini. Asumsikan motor dengan harga pasaran adalah motor yang memiliki kondisi yang baik dan optimal sesuai dengan umur si motor. Jadi, cukup masuk akal jika harga tersebut dikurangi dengan kemungkinan biaya yang timbul untuk memperbaiki motor tersebut. Jika tau-tau si pemilik meminta harga dibawah perkiraan, bagus !!. Tapi jika si pemilik meminta harga diatas, cobalah tawar semampu anda. Kalau perlu, jelaskan kenapa anda menawar dengan harga sekian, jelaskan kekurangan-kekurangan dan kebutuhan biaya untuk memperbaikinya. Seringkali sipemilik justru tidak tahu kekurangan-kekurangan motor yang ia jual. (Atau dengan sengaja pura-pura tidak tahu dan berharap anda juga tidak mengetahui<br />
	kekurangan-kekurangan tersebut).</LI><br />
	<LI>Sebagaimana telah dijelaskan diatas, berhati-hatilah terhadap harga dari motor yang dijual di dealer-dealer motor bekas, dan bersiap-siap untuk terkejut. Dealer motor yang besar dan terkenal biasanya membeli motor dengan dibawah harga rata-rata, kemudian menjualnya lagi dengan harga yang sudah dinaikan jauh sekali dari harga beli. Saat dibuktikan bahwa harga jual motor mereka terlalu jauh dinaikan, mereka biasanya menjawab, &#8220;Pada suatu saat akan ada orang yang membeli sesuai dengan harga yang kami tawarkan, lalu mengapa kami harus menjualnya kepada anda dengan harga yang lebih rendah ?&#8221; Tidak semua dealer seperti ini, tapi ada saja yang seperti itu. Mereka sadar bahwa ada banyak pembeli yang tidak tahu dan mengerti hal ini serta tidak menyadari harga jual yang selayaknya. Coba lihat-lihat harga motor yang lain diluar dealer, untuk cari tahu harga jual yang layak. Kemungkinan terbaik yang anda bisa dapatkan dari membeli motor dari dealer adalah : 1) pada teorinya, motor sudah<br />
	di tune-up oleh dealer sebelum dijual; 2) biasanya dealer mau memperbaiki motor atas kelemahan-kelemahan yang anda temukan (maka lakukan inspeksi menyeluruh); 3) Jika anda pengendara baru, anda mungkin membutuhkan riding gear baru dan biasanya bisa anda dapatkan gratisan (helm dan jaket) bila anda beli dari dealer besar. dan 4) Berhubungan dengan nomor #3, membeli dari dealer besar biasanya membentuk hubungan jangan panjang sesuai perjanjian tertentu seperti garansi, jika anda memilih jalur untuk membeli motor dari dealer besar, cobalah untuk memilih dealer yang benar-benar punya reputasi baik. Nah sebaliknya, kemungkinan terburuk dari membeli dari dealer adalah : 1) dealer yang tidak bertanggung jawab tidak melakukan apapun pada motor sejak dibeli dan dijual ulang (ini sebabnya anda harus melakukan inspeksi menyeluruh) dan 2) seringkali motor yang dijual tanpa ada jaminan dan dijual apa-adanya, tidak ada bedanya seperti membeli dari individual. Pada dasarnya, ada dealer yang baik<br />
	dan ada juga yang buruk tak bedanya seperti perorangan. Dan tidak ada buruknya untuk melihat-lihat toko yang lain. Perlakukan motor yang anda lihat di dealer-dealer tidak ada bedanya dengan motor yang dijual oleh perorang, lakukan inspeksi menyeluruh. Jika anda tahu apa yang harus anda lakukan (dan anda membaca petunjuk ini yang mempersenjatai anda dengan pengetahuan) maka tidak ada yang perlu anda takutkan untuk berani membeli motor dari perorangan.</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="21"><STRONG>HELM</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI><U><STRONG>Helm bekas tidak ada nilainya.</STRONG></U> Tidak perduli apakah helm itu pass untuk anda atau tidak, <EM>Jangan mau memasukan harga helm bekas kedalam harga jual motor.</EM> Si pemilik mungkin mau menjual helmnya, mungkin karena helmnya cocok (mungkin warnanya) dengan simotor, atau mungkin karena si penjual sudah berhenti untuk naik motor, tapi <EM>karena anda tidak membutuhkan helmnya</EM> atau paling tidak anda membutuhkan helm itu sebagai helm tambahan (emergensi untuk boncenger), sekali lagi jangan mau memasukan harga jual helm kedalam harga motor.</LI><br />
	<LI>Helm bekas tidak ada harganya karena anda tidak akan pernah tau kerusakan pada helm, dalam banyak kasus anda tidak tahu kapan helm itu dibuat. (helm dengan sertifikat SNELL harus ada tanda tanggal pembuatan &#8212; coba lihat dan cari di helm). Walaupun kelihatannya &#8220;bagus&#8221; helm bekas bisa saja sampah. Helm motor bekerja dengan menjadikan lapisan expanded polystyrene (EPS) untuk pecah atau remuk, menyerap sebagian besar daya benturan. Kalau lapisan terluar tidak tampak rusak, anda tetap tidak tahu apakah lapisan EPS didalamnya masih ketat dan baik. Apalagi, menutupi kerusakan dengan helm dengan sticker adalah cara yang paling banyak dilakukan, seperti halnya menutupi kerusakan pada fairing motor.</LI><br />
	<LI>Lebih jauh lagi, EPS akan menjadi lebih rapuh dimakan waktu, dan EPS yang sudah tua mempunyai daya serap yang kecil terhadap benturan. Karena anda mungkin tidak tahu kapan helm di buat (tak perduli kapan si pemilik membelinya, anda juga akan susah mengetahu seberapa &#8220;segar&#8221; EPS nya. Lapisan EPS dalam helm juga rentan terhadap sinar ultraviolet dan zat-zat kimia &#8212; Jika, contohnya, kalau si pemilik memiliki kebiasan untuk menaruh helm diatas tanki, uap bensin yang menembus tutup tangki bisa melemahkan lapisan EPS. Atau bila helm sering diletakkan ditempat yang senantiasa terkena sinar matahari disiang hari, bisa melemahkan lapisan EPS ini. Arai (sebuah pabrikan helm ternama) mengatakan bahwa asam dari keringat merupakan penyebab utama melemahnya lapisan EPS. Jadi, pada intinya, <U>anda tidak akan pernah tau kualitas lapisan EPS dari helm yang ditawarkan, dan lapisan ini justru lapisan yang terpenting dari perlindungan sebuah helm</U>.</LI><br />
	<LI><EM>Tidak sebanding dengan resikonya.</EM> Ya, dalam banyak kasus, anda bisa mengirim kembali helm yang anda punya kepada pabrikan untuk diperiksa. Tapi itu hanya untuk mengetahui kondisi lapisan EPS secara umum, tapi tetap tidak bisa diketahui apakah lapisan tersebut telah rusak secara kimiawi. Untuk alasan ini, sebaiknya anda membeli helm baru dengan kualitas yang baik dari pabrikan yang baik pula, dan jauhi helm bekas.</LI><br />
	<LI>Dan kalaupun anda tetap menginginkan helm bekas yang ditawarkan, ketahuilah bahwa helm yang anda dapatkan harus pas dengan kepala anda, karena ini adalah salah satu kriteria keamanan dari sebuah helm. Kecil kemungkinan ukuran helm akan pas dengan kepala anda. (Bentuk dan ukuran helm bisa berbeda-beda tergantung pabrikan; beberapa helm dari sebuah pabrikan bisa lebih pas untuk kepala anda dibandingkan dengan helm dari pabrikan yang lain) Dan tidak cukup itu saja, helm yang baik cenderung mudah remuk bila lapisan bantalan dalam pas dengan kepala sipengguna. Kalau bentuk kepala anda tidak sama dengan bentuk kepala si penjual, sebaiknya anda membeli helm anda sendiri.</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="22"><STRONG>KEPEMILIKAN DAN SURAT-MENYURAT</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Pastikan bahwa nomor rangka dan mesin sesuai dengan yang tertera dalam STNK dan BPKB. Untuk memastikan hal ini, yakinkan bahwa sipenjual sudah siap dengan STNK dan BPKB saat anda akan mengunjungi tokonya. Kalaupun sipemilik toko tidak membawanya, pastikan anda tetap melihat STNK dan BPKB dan mencocokan nomor rangka dan mesin sebelum anda memberikan uang pembayaran atau tanda jadi. Nomor rangka harus anda cocokan sendiri dengan nomor yang tertera pada motor, biasanya nomor ini dicetak pada rangka yang dekat dengan kepala steering. Jika nomor rangka ini sudah rusak atau tidak terbaca, kemungkinan motor ini adalah motor curian. Coba catat nomor rangka dan nomor polisi serta lokasi, informasikan kepada polisi untuk mendapatkan verifikasi, setidaknya anda bisa tahu siapa pemilik sesungguhnya dari motor tersebut.</LI><br />
	<LI>Yakinkan bahwa sipemilik memiliki STNK dan BPKB atau surat-surat lain yang lengkap. Yakinkan bahwa sipenjual membuatkan surat-surat jual beli dan surat serah terima yang ditandatangani langsung oleh pemilik, periksa nama dan tanda tangannya, bagian depan kwitansi dan bagian belakangnya, termasuk surat serah terima dan jual beli. Yakinkan bahwa tidak ada tanda-tanda kepemilikan lain selain yang akan anda terima. Jangan mau membeli motor yang masih terikat dengan surat-surat mengikat lainnya, seperti surat hutang atau jaminan penyitaan. Pastikan bahwa segala informasi yang ada dalam BPKB dan STNK juga akurat dengan kondisi motor, seperti warna motor, jenis motor, nama pemilik, dan lain sebagainya. Warna yang berbeda mungkin saja dipergunakan untuk menutupi bekas-bekas kecelakaan.<br />
	<UL><br />
		<LI>Terkadang anda mungkin tergiur untuk meminta agar harga yang tertera pada surat perjanjian jual beli ditulis kecil saja, agar anda tidak perlu ada pengeluaran lagi untuk pajak jual beli atau pajak tahunan motor. Trik yang bagus ya, tapi tunggu dulu, selain illegal, 1) motor anda akan susah diasuransikan karena nilainya yang kecil, dan kalau motor anda hilang asuransi pun tidak mungkin menggantinya dengan uang yang lebih dari harga jual. 2) biasanya, kepolisian tidak perduli dengan harga jual motor jika terlalu rendah, mereka akan menggunakan harga pasaran untuk itu. Maka, jujur saja.<br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Yakinkan agar sipemilik motor telah membayar pajak motor hingga bulan ini. Periksa bukti pajak motor.</LI><br />
	<LI>Lebih aman, jika anda menghubungi kepolisian dengan menyebutkan nomor rangka, nomor polisi atau nomor mesin untuk tahu sejarah kepemilikan motor ini, sejak tangan pertama hingga yang terakhir atau bahkan jangan-jangan motor curian. Jika anda membeli dari tangan pertama, maka yang anda perlukan adalah kejujuran dari sipenjual dan kemampuan anda untuk memeriksa motor tersebut. Tapi jika anda membeli dari tangan kedua dan seterusnya, akan sangat susah mengetahui apa-apa saja yang telah terjadi pada motor ini sebelumnya. Membeli motor bekas selali seperti berjudi, tapi anda akan melakukan pilihan yang lebih baik bila anda memiliki informasi lebih baik dan lengkap. Mungkin anda percaya diri untuk memberi dari tangan ke 2, 3 atau 4. Atau mungkin anda kurang yakin dengan kemampuan inspeksi motor anda dan hanya mau membeli dari tangan pertama. Itu tidak masalah. Itu adalah uang anda, maka keputusan sepenuhnya ditangan anda. (Lihat bagian <A HREF="#19b">MENANYAI PENJUAL</A>, diatas ,<br />
	untuk tau apa yang harus ditanya pada penjual.)</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="23"><STRONG>TEST RIDE</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI>Kebanyakan penjual motor tidak akan mengizinkan anda untuk mencoba motor karena alasan keamanan, tapi bawalah peralatan berkendara anda untuk jaga-jaga. Anda dapat mendapatkan informasi banyak mengenai sebuah motor dengan mengendarainya, hal-hal yang sangat dapat anda temukan walaupun anda melakukan inspeksi menyeluruh. Terkadang, penjual akan mengizinkan anda mencoba motor setelah anda memberikan sejumlah uang yang cukup sebagai jaminan, dan akan dikembalikan bila anda tidak puas dengan si motor.</LI><br />
	<LI>Yang terbaik adalah melakukan test ride terakhir, setelah anda melakukan inspeksi menyeluruh dengan motor tersebut. Kerena anda mungkin tidak mau naik motor yang berpotensi celaka bukan ? Jangan naiki motor sampai anda benar-benar yakin kalau motor tersebut aman untuk dikendarai.</LI><br />
	<LI>Plus, jika anda selesai memeriksa si motor, anda sukai apa yang anda dapatkan, harganya pas, dan anda berniat untuk membelinya, anda mungkin bisa mengatakan pada sipenjual bahwa anda mau membeli motor tersebut hanya jika sipenjual mengizinkan anda mencoba motornya terlebih dahulu. Anda harus serius dalam hal ini, dan jangan memberikan ultimatum bila anda tidak benar-benar yakin akan membeli motor ini.</LI><br />
	<LI>Hanya karena anda sudah melakukan pemeriksaan penuh, bukan berarti motor tersebut sudah aman, Sekarang lakukan pemeriksaan sebagaimana anda seolah-olah akan menaiki motor. Apakah ada baut yang longgar ? bagaimana rantainya ? apakah bannya sudah bertekanan angin yang baik ? dsb &#8212; pada intinya, cobalah lakukan &#8220;Pre-Ride inspection&#8221;, periksalah dengan sungguh sungguh sebelum anda pempercayakan nyawa anda untuk menaikinya.</LI><br />
	<LI>Oke anda sudah selesai melakukan inspeksi pra mengendarai motornya. Tapi anda akan menaiki motor yang anda sendiri belum terbiasa menaikinya, lakukan perlahan, jangan terburu-buru dan jangan melakukan hal-hal yang menurut anda keren tapi &#8220;bodoh&#8221;. Contohnya pengereman, remnya mungkin tidak terlalu pakem atau justru terlalu pakem. Menjatuhkan motor &#8220;test-ride&#8221; bisa berarti jaminan bahwa anda pasti akan membelinya, ingat di toko pecah-belah kaca ? &#8220;Pecah berarti membeli&#8221;. Artikel ini tentu saja tidak bisa memberitahukan seluruh bahaya yang bisa anda hadapi dengan mengendarai motor yang asing menurut anda. Sangat berhati-hatilah, dan jangan lakukan test ride bila anda tidak yakin dengan perilaku dan kondisi si motor. Lakuakan testride atas resiko anda sendiri.</LI><br />
	<LI>Apa yang anda cari dari Test-Ride :<br />
	<UL><br />
		<LI><EM>Operasional mesin, kopling dan rem :</EM> lihat bagaimana kalau di gas, bagaimana rasa tuas kopling, seberapa baik sistem pengereman bekerja, dsb. Susah untuk dapat mendeteksi piringan rem yang peang kecuali anda menambah kecepatan, maka usahakan : cari tempat yang sepi dan baik serta aman untuk anda mencoba mendapatkan kecepatan sekitar 70 &#8211; 90 kpj, dan secara bertahan tapi mantap berhenti menggunakan rem depan saja. Jika anda merasakan adanya dorongan berirama pada tuas rem saat anda melakukannya ini berarti piringan sudah peang.</LI><br />
		<LI><EM>Keanehan-keanehan&#8230;</EM> getaran-getaran aneh pada bodi depan atau belakang, secara menyamping atau naik-turun. Jika anda memegang stang sedikit miring untuk bisa jalankan motor pada trak lurus, menandakan bahwa motor pernah terjatuh dan stang terpelintir. Dan sebagainya&#8230;. coba rasakan juga getaran-getaran naik-turun pada stang pada jalan yang sangat rata dan kecepatan yang stabil (mencari masalah pada ban dan velg).</LI><br />
		<LI><EM>Tidak Mau ?</EM> Biasanya butuh waktu untuk penyesuaian agar motor terasa nyaman digunakan. Selagi anda mencoba dan membiasakan diri dengan motor ini, cobalah mencari jawaban dalam hati dan pikiran anda : &#8220;Apakah ini motor yang aku mau beli ?&#8221; &#8220;Apakah saya akan nyaman dan yakin dengan motor ini ?&#8221;</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Hal lain yang bisa anda coba adalah operasional transmisi.<br />
	<UL><br />
		<LI>Saat mencoba transmisi, coba sadari masalah yang biasanya menjadi bawaan motor-motor bertransmisi, yaitu susahnya untuk masuk gigi netral. Dimana anda harus memposisikan gigi antara gigi 1 dan 2. Kadang kala anda sudah yakin sudah memasukan gigi netral, ternyata tidak. Ini bisa membahayakan anda karena motor bisa saja meloncat.</LI><br />
		<LI>Apakah motor ini dengan mulus melakukan perpindahan gigi ? cobalah untuk menaikan dan menurun kan gigi pada semua gigi. Perpindahan gigi 1-&gt;2 adalah yang tersulit, dimana perbedaan rasio gir yang paling besar. Kalau susah melakukan perpindahan gigi 1-&gt;2 maka jelas-jelas ada masalah pada sistem transmisi dan ini masalah besar. (Tip: Jangan melakukan akselerasi terlalu tinggi sewaktu anda ingin mencoba perpindahan gigi 1-&gt;2, karena ini akan merusak sistem transmisi.)</LI><br />
		<LI>Apakah motor terloncat saat anda melakukan akselerasi sedang ke akselersi tinggi ? Jangan melakukan akselerasi tiba tiba sampai anda benar-benar nyaman dengan sistem transfer tenaga ini &#8212; anda tidak mau celaka. Kalau bisa, bawa motor ketempat yang mana anda bisa melakukan kecepata yang cukup tinggi. Cobalah untuk melakukan akselerasi yang cukup di tiap gigi. Bila terjadi slip-kopling (masuk netral atau keluar netral) pada saat akselerasi, maka kopling harus diperbaiki. Biasanya service kopling adalah service yang besar dan mahal. Sebaiknya cari motor yang lain, kecuali anda benar-benar menginginkan motor ini.</LI><br />
		<LI>Apakah motor ini berpindah gigi sendiri saat melakukan engine brake ? Berikan ekstra perhatian pada gigi dua dan tiga, tapi cobalah engine brake mulai dari gigi teratas. Sewaktu melaju lurus, dengan RPM sedang di gigi teratas, coba tutup gas perlahan dan coba perhatikan apakah gigi akan loncat ke netral. Sewaktu melambat, segera turunkan gigi dan ulangi lagi, hingga gigi 1.</LI><br />
		<LI>Jika si pemilik tidak mengizinkan anda untuk test-ride tapi motor memiliki standar tengah, anda bisa mencoba mengangkat roda belakang, hidupkan mesin dan masuk ke gigi 1, gas sampai RPM menengah, secara perlahan dan lembut, lakukan rem belakang untuk memberi sedikit beban pada mesin, kemudian perlahan tutup gas. Jika mesin jadi stall, bagus. Tapi jika mesin tidak stall tapi gigi loncat ke netral maka in pertanda buruk.<br />
		<UL><br />
			<LI>Catatan : Test dengan cara ini mengandalkan rem belakang motor, dan ini akan membuat rem belakang menjadi panas. Jangan sentuh bagian sistem rem dekat roda setelah anda melakukan test ini.</LI><br />
			<LI>Catatan kedua : Motor 2-tak tidak memiliki kemampuan engine brake karena desain dari mesin itu sendiri, jadi jangan lakukan test untuk jenis motor ini.</LI><br />
		</UL><br />
		</LI><br />
		<LI>Apakah mudah memasukan motor pada gigi netral saat stop ? Jika tidak, bisa cukup melelahkan dan membuat frustasi saat anda bertemu lampu merah dijalanan, dan bisa-bisa mahal untuk diperbaiki.</LI><br />
	</UL><br />
</UL><br />
<A NAME="24"><STRONG>SETELAH PEMBELIAN</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI><U>Bawalah ke montir yang berpengalaman dan berkompeten untuk melakukan tune-up menyeluruh atas mesin.</U><br />
	<UL><br />
		<LI>Mengapa ? Ummm, mungkin anda sendiri bukan seorang montir atau tidak terlatih untuk itu. Dan ada orang diluar sana yang bisa saja lebih berkompeten daripada anda sendiri. Jangan Tersinggung; saya sendiri sebagai penulis bukanlah seorang montir. Sisihkan sedikit uang untuk membayar seseorang untuk memastikan bahwa motor tersebut benar-benar aman.</LI><br />
		<LI>Tanyakan teman, biker lain, atau cari di internet tentang rekomendasi bengkel yang bisa anda percaya dan jujur.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI>Ansuransikan motor anda dan juga ansuransikan diri anda. Jangan naik motor kecuali anda diasuransikan.</LI><br />
	<LI>Santai dan pelan-pelan hingga anda benar-benar terbiasa dengan motor baru anda, hormati tenaga dan kemampuan motor anda dan biasakan diri anda. <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/hurt-report.html">The Hurt Report</A> menunjukan bahwa kecelakaan banyak terjadi pada motor yang baru 5 bulan dimiliki.</LI><br />
	<LI>Selamat !!! Nikmati motor baru anda !!!</LI><br />
</UL><br />
<A NAME="26"><STRONG>FOTO-FOTO INSPEKSI</STRONG></A><br />
<UL><br />
	<LI><STRONG>RODA DEPAN:</STRONG>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/frontwheel.jpg">satu</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/frontwheel2.jpg">dua</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/frontbrakes.jpg">tiga</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
	<UL><br />
		<LI>Foto di bagian roda depan &#8212; kaki garpu roda depan, kaliper rem, rotor rem, baut mouting kaliper, as roda depan, velg, roda, dsb.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><STRONG>RODA BELAKANG:</STRONG>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/rearwheel.jpg">satu</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/rearwheel2.jpg">dua</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/swingarmshock.jpg">tiga</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
	<UL><br />
		<LI>Foto bagian roda belakang dan swingarm &#8212; rem, rantai, sproket, kenalpot, silencer, shock belakang, dsb.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><STRONG>KODE TANGGAL PADA BAN:</STRONG>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/tiredate.jpg">satu</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/tiredate2.jpg">dua</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/tiredate3.jpg">tiga</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
	<UL><br />
		<LI>Foto yang menggambarkan contoh pengkodean pada ban</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><STRONG>SISI-SISI:</STRONG>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/rightside.jpg">satu</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/rightside2.jpg">dua</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/bikeside.jpg">tiga</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/casecover.jpg">empat</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/headers.jpg">lima</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/steeringhead.jpg">enam</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
	<UL><br />
		<LI>Foto sisi-sisi dari motor &#8212; cover koping, jendela intip oli, tuas rem belakang, kenalpot, kabel kopling, casis , mesin, dsb.<br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><STRONG>ATAS:</STRONG>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/ignitionlock.jpg">one</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/topview.jpg">two</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/control.jpg">three</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
	<UL><br />
		<LI>Sudut pandang atas &#8212; kumpulan instrumen, kunci kontak, tuas, dsb.</LI><br />
	</UL><br />
	</LI><br />
	<LI><STRONG>LAIN-LAIN:</STRONG>&nbsp;&nbsp;&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/sprocket.jpg">sproket yang aus</A>&nbsp;/&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/race-tire.jpg">ban balapan #1</A>&nbsp;/&nbsp; <A HREF="http://www.clarity.net/~adam/images/bike/inspect/racetire.jpg">ban balapan #2</A>&nbsp;&nbsp;&nbsp;<br />
	<UL><br />
		<LI>Foto lain-lain<br />
	</UL><br />
	</LI><br />
</UL></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=308</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Easy Tips : Nge-cat lobang ?</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=301</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=301#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 09:32:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Riding Tips]]></category>
		<category><![CDATA[visibility]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=301</guid>
		<description><![CDATA[Mulai sekarang, FAST juga akan menyertakan tips-tips ringan sebagai bagian dari artikel-artikel seputar safety riding. Yah, lumayan lah sebagai bacaan ringan.
Kali ini, saya mau kasih tips ringan tentang cara mengurangi kecelakaan sepeda motor, eh, apapun itu; mobil, sepeda, truk, bemo, bajaj (roda 3) di lingkungan kita berada. Yap, paling tidak nambah pahala.
Beberapa tahun yang lalu, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai sekarang, FAST juga akan menyertakan tips-tips ringan sebagai bagian dari artikel-artikel seputar safety riding. Yah, lumayan lah sebagai bacaan ringan.</p>
<p>Kali ini, saya mau kasih tips ringan tentang cara mengurangi kecelakaan sepeda motor, eh, apapun itu; mobil, sepeda, truk, bemo, bajaj (roda 3) di lingkungan kita berada. Yap, paling tidak nambah pahala.</p>
<p>Beberapa tahun yang lalu, 2 orang mahasiswa dari &#8220;University of Milan&#8221; Italia, jurusan polyteknik melakukan riset untuk sistem pendeteksian lubang di jalanan. Saya gak tau untuk apa mereka melakukan riset itu, tapi ternyata jumlah kecelakaan motor atau sepeda yang dikarenakan oleh lubang di jalanan menjadi berkurang akibat ulah riset dua anak muda ini. Kok bisa ?</p>
<p>Ternyata, dengan coba-coba membuat lubang di jalan menjadi lebih terlihat dengan warna khusus, menjadikan pengguna jalan menjadi jauh lebih waspada dan terbiasa dengan pola berkendara yang sensitif terhadap warna tertentu di permukaan jalan.</p>
<p>Untuk dilingkungan kita, mungkin bisa menggunakan warna kuning atau warna yang mencolok. Sebaiknya kita pada kompak <img src='http://safetyridingcourse.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> . Karna kalo kaga kompak warnanya, orang malah bingung, dan susah jadi kebiasaan. hi hi hi. Cukup modal cat semprot saja. Daripada iseng nyoret-nyoret tembok orang atau fasilitas umum <img src='http://safetyridingcourse.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Masih bingung ? Silahkan amati gambar dibawah ; Biar ngerti maksudnya <img src='http://safetyridingcourse.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/Pothole-Painted.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-302" title="Pothole-Painted" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/Pothole-Painted.jpg" alt="" width="448" height="270" /></a></p>
<p>Nantikan tips berikutnya ya <img src='http://safetyridingcourse.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=301</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hurt Report (2) : Roda dua yang tak terlihat</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=292</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=292#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Apr 2010 06:50:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[Hurt Report]]></category>
		<category><![CDATA[visibility]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Gagal untuk mendeteksi motor dan mengenali motor dalam lalulintas menjadi penyebab utama dalam kecelakaan motor.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/conspicuity.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-294" title="conspicuity" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/conspicuity.jpg" alt="" width="448" height="179" /></a></p>
<p>Beberapa bulan yang lalu kami pernah meluncurkan artikel mengenai &#8220;in attentional blindness&#8221; di <a title="Sorry Bro, Gue Gak Lihat" href="http://safetyridingcourse.com/?p=188">sini</a>. Dalam artikel itu dijelaskan bahwa pengendara-pengendara mobil biasanya tidak mengetahui keberadaan motor karena motor-motor disekitar-nya itu sebenarnya tidak menjadi perhatian si supir. Seperti yang diungkapkan dalam fakta dari &#8220;Hurt Report&#8221;</p>
<p><em>&#8220;26. Lack of attention to the driving task is a common factor for the motorcyclist in an accident.&#8221;</em> &#8211; Kurangnya perhatian pada aktifitas menyupir biasanya menjadi faktor dalam kecelakaan motor.</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/inatenttionaldriver.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-295" title="inatenttionaldriver" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/inatenttionaldriver.jpg" alt="" width="448" height="376" /></a></p>
<p>Sebenarnya ada sebab lainnya yang menyebabkan motor-motor itu tidak terlihat. Menurut &#8220;Hurt Report&#8221; dari Professor Hurt ini ;</p>
<p>&#8220;7. The failure of motorists to detect and recognize motorcycles in traffic is the predominating cause of motorcycle accidents. The driver of the other vehicle involved in collision with the motorcycle did not see the motorcycle before the collision, or did not see the motorcycle until too late to avoid the collision.&#8221; &#8211; <em>Gagal untuk mendeteksi motor dan mengenali motor dalam lalulintas menjadi penyebab utama dalam kecelakaan motor. Supir dari kendaraan yang terlibat kecelakaan motor tidak melihat motor tersebut sebelum tabrakan atau tidak melihat motor tersebut hingga semua sudah terlambat untuk dapat menghindari tabrakan.</em></p>
<p>Kok bisa ? Ya bisa saja, melihat profil dari motor yang kecil diantara mobil-mobil yang ukurannya antara 6 hingga mungkin 40 kali lipatnya motor. Tentu saja sebuah motor jadi terlihat mungil dimata supir-supir mobil besar atau truk. Dan tidak dipungkiri juga jika ada fakta yang mengatakan bahwa ketika supir mobil yang nabrak motor ditanya &#8220;Kenapa nabrak motor itu pak ?&#8221;, 80% jawaban yang akan muncul adalah &#8220;Wah, saya nggak lihat om !!!&#8221;, he he he&#8230; Galakan dia.</p>
<p>Apa lagi kalo si motornya juga gak bisa diam, selap-selip seenaknya gak pake otak. Mbok ya nyadar, kalau dirinya itu kecil dibanding mobil, salah dikit langsung &#8220;&#8230;krek&#8230;&#8221; lewat deh. Nekat amat.</p>
<p>Nah, karena profil motor yang kecil ini, agak lebih susah bagi mobil atau siapapun untuk bisa mengira-ngira kecepatan motor. Coba anda bayangkan, andai ada dua motor bergerak kearah anda, keduanya berjarak 100 meter dari posisi anda, yang satu kecepatan 50km/jam, sedangkan yang satu lagi 80km/jam. Jika dilihat secara sepintas dari kejauhan, maka kedua motor ini bergerak dalam kecepatan yang sama lho&#8230; yaaaahh&#8230; sekitar 30 km/jam-an lah. Sampai tau-tau motor yang satu sudah menyambar anda.</p>
<p>Nah, kalau sudah salah prediksi, atau tidak lihat motor, biasanya mobil akan masuk atau memotong jalur si motor. Ini dia yang bikin motor cilaka ;</p>
<p><em>&#8220;6. In the multiple vehicle accidents, the driver of the other vehicle violated the motorcycle right-of-way and caused the accident in two-thirds of those accidents.&#8221;</em> &#8211; Dalam kecelakaan yang melibatkan beberapa kendaraan, supir dari kendaraan yang lain melanggar jalur lurus dari motor dan menyebabkan kecelakaan pada dua per tiga kasus tabrakan motor dengan kendaraan lain.</p>
<p>Sekarang harus gimana doooong ?</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/conspicuity2.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-296" title="conspicuity2" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/conspicuity2.jpg" alt="" width="448" height="259" /></a></p>
<p>Kalo sudah tidak terlihat, cara yang terbaik adalah berusaha untuk menjadi terlihat. Seperti ;</p>
<ol>
<li>Menggunakan pakaian dengan warna yang cerah, terang dan mencolok. Siang ataupun malam.</li>
<li>Hidupkan lampu besar, agar lebih mencolok lagi. Siang, apalagi malam.</li>
<li>Dalam bukuny a MSF disarankan untuk pakai Helm yang berwarna terang, jangan yang hitam.</li>
<li>Gunakan stiker-stiker reflektif pada bagian motor yang sekiranya dapat dilihat secara mudah dan frontal.</li>
</ol>
<p>Untuk yang nomor 4 ini, Hurt Report membuat note khusus;</p>
<p><em>&#8220;18. Conspicuity of the motorcycle is most critical for the frontal surfaces of the motorcycle and rider.&#8221;</em> &#8211; Kejelasan agar terlihat mencolok pada motor sangat penting pada permukaan-permukaan frontal di motor dan di pengendara.</p>
<p>So ? Jadikan diri kita terlihat !</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=292</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hurt Report : Darah Muda Rentan Celaka</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=285</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=285#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 Apr 2010 10:40:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Awareness]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[Hurt Report]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[Pengendara motor dengan umur antara 16 hingga 24 tahun secara signifikan tampak dalam banyak kecelakaan; pengendara antara 30 hingga 50 tahun secara signifikan jarang ditemukan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/balap-liar.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-288" title="balap-liar" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/balap-liar.jpg" alt="" width="448" height="353" /></a></p>
<p style="text-align: center;"><em>(gambar dari Media Indonesia)</em></p>
<p>Mungkin anda sudah pernah tahu atau baca tentang &#8220;Hurt Report&#8221;, kalau di terjemahkan secara harfiah, &#8216;hurt&#8217; berarti sakit, &#8216;report&#8217; berarti laporan. Sebenarnya laporan ini gak ada hubungannya tentang rasa sakit, hanya saja laporan ini dibuat oleh seorang profesor dari University of Southern California Traffic Safety Center, bernama Professor Harry Hurt. Makanya namanya &#8220;Hurt Report&#8221;.</p>
<p>&#8220;Hurt Report&#8221; ini sebenarnya adalah kerjaanya DOT (Department Of Transportation) di Amerika pada tahun 1976, dan selesai dibuat pada tahun 1981. Nah professor Harry Hurt inilah yang ketiban kerjaan buat melakukan penelitian atas penyebab kecelakaan dan cara penanggulangannya. Mau baca tentang hurt report, bisa buka <a title="Hurt Report" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hurt_Report" target="_blank">disini</a>.</p>
<p>Nah, untuk beberapa edisi kedepan, FAST akan membahas beberapa poin-poin dari &#8220;Hurt Report&#8221; ini.</p>
<p>&#8220;<em>20. Motorcycle riders between the ages of 16 and 24 are significantly Overrepresented in accidents; motorcycle riders between the ages of 30 and 50 are significantly underrepresented</em>.&#8221; &#8211; Pengendara motor dengan umur antara 16 hingga 24 tahun secara signifikan tampak dalam banyak kecelakaan; pengendara antara 30 hingga 50 tahun secara signifikan jarang ditemukan.</p>
<p>Hurt Report nomor 20 ini menyatakan bahwa anak muda lebih cenderung mengalami kecelakaan motor. Mungkin hal ini adalah hal yang sangat umum sekali, dimana yang namanya remaja umumnya masih belum bisa mengontrol emosi dan tidak berfikir jauh atas tindakan yang mereka lakukan.</p>
<p>Rasa bangga bisa bawa motor sendiri dan senang jalan-jalan bersama teman-teman adalah dunianya anak remaja, memang begitu kodratnya. Tapi kematangan berfikir, kesadaran akan keselamatan dan tanggung jawab juga hendaknya mereka kuasai sebelum &#8220;berkenalan&#8221; dengan yang namanya motor. Tanpa hal-hal ini, anak-anak itu bisa saja justru bisa menyakiti diri mereka sendiri hanya karena kurang dapat menahan emosi dan kurangnya pemahaman akan pentingnya keselamatan.</p>
<p>Bagi kita semua pengendara motor, sudah tua ataupun masih muda, kita semua merasakan betapa emosi selalu di-&#8221;coba&#8221; dijalan raya. Dalam keadaan biasa saja, kalau di salip motor lain dengan tidak sopan kita pasti marah dan emosi melonjak. Sekarang masalahnya adalah apakah kita membiarkan emosi itu tetap melonjak dan terpancing oleh suasana. Jujur saja, yang tua pasti akan berfikir dua kali untuk bisa terpancing, sementara yang muda ?</p>
<p>Mudah sekali kita temui dijalan anak-anak  muda berkendara motor se-enaknya. Sukur-sukur kalau pakai helm dan gear yang baik, ini malah tidak pakai helm, kaus oblong seadanya, celana pendek dan sendal jepitan. Dengan posisi duduk &#8220;mengsong&#8221; sekenanya. Walah&#8230; sedikit kesalahan saja cukup untuk mengantar anak ini ke penyesalan seumur hidup. Ngeri melihatnya.</p>
<p>Balapan liar dijalanan pada mendekati tengah malam dibilangan jalan-jalan pelosok kota, mereka semua anak-anak muda. Banyak sudah yang mengalami nasib na&#8217;as terjatuh saat beradu kecepatan. Dari yang luka ringan hingga yang meninggal. Mereka menyia-nyiakan umur yang masih panjang.</p>
<p style="text-align: center;"><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/anak-smp-bawa-motor.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-287" title="anak-smp-bawa-motor" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/04/anak-smp-bawa-motor.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a><em>(gambar dari dedidwitagama.wordpress.com)</em></p>
<p>Sayangnya, hal ini di-perparah justru oleh banyak orang tua di Indonesia ini. Budaya &#8220;miskin&#8221; masih sangat meresap dalam kehidupan kita. Punya duit dikit, anak langsung dibelikan motor. Tanpa memikirkan bahwa apakah anak sudah cukup umur atau sudah punya tanggung jawab untuk menjaga motor dan dirinya sendiri. Yang penting merasa derajat terangkat karena tetangga melihat kalau anaknya bawa motor baru. Lengkap sudah.</p>
<p>Nah, para orang tua, kapan anda mulai membelikan anak anda sebuah motor baru ? kalau sudah punya uang ? pikirkan lagi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=285</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hujan-hujanan tapi tetap seru dan aman.</title>
		<link>http://safetyridingcourse.com/?p=278</link>
		<comments>http://safetyridingcourse.com/?p=278#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Feb 2010 15:50:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>newm4n</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gears]]></category>
		<category><![CDATA[Riding Tips]]></category>
		<category><![CDATA[Safety Riding]]></category>
		<category><![CDATA[hujan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://safetyridingcourse.com/?p=278</guid>
		<description><![CDATA[
Sekarang musim hujan, setiap hari hujan. Terkadang paginya hangat dan panas, tau-tau sorenya hujan. Pagi-pagi sebenarnya terlihat agak cerah, baru 15 menit jalan, tau-tau, tik-tik-tik&#8230; bunyi hujan dia dalam helm&#8230;. Langsung saja menepi dan siap-siap dengan sedikit repot mengenakan jas hujan. Repot sedikit tidak mengapa, yang penting pake jas hujan dan safety. Hujan deras hanya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/inrain.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-283" title="inrain" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/inrain.jpg" alt="" width="448" height="299" /></a></p>
<p>Sekarang musim hujan, setiap hari hujan. Terkadang paginya hangat dan panas, tau-tau sorenya hujan. Pagi-pagi sebenarnya terlihat agak cerah, baru 15 menit jalan, tau-tau, tik-tik-tik&#8230; bunyi hujan dia dalam helm&#8230;. Langsung saja menepi dan siap-siap dengan sedikit repot mengenakan jas hujan. Repot sedikit tidak mengapa, yang penting pake jas hujan dan safety. Hujan deras hanya sebentar, 10 menit kemudian cerah lagi dan mulai terasa gerah dan panaaass. Dongkol sih, tapi, daripada hilang konsentrasi karena kepanasan, ya buka jas hujan, ganti jaket biasanya&#8230;. beberapa menit kemudian &#8230;.tik tik tik&#8230;</p>
<p>Pastinya apa yang saya rasakan pasti nyebeliiin banget. Tapi, eniwey, sebenarnya saya tidak mau curhat, cuma mau berbagi  beberapa tips dibawah ini sangat membantu anda-anda untuk tetap aman dan nyaman dalam perjalanan dibawah guyuran hujan.</p>
<p><strong>Pertama-tama, belilah rain gear yang tepat</strong></p>
<p>Memang banyak orang yang berfikir bahwa pake rain gear merepotkan. Ada yang berfikir gak nyaman. Ada juga yang sengaja gak bawa jas hujan karena mereka tidak ada tempat untuk membawa jas hujan dalam perjalanan. Sebenarnya mereka gak ngerti kali ya, bahwa pake jas hujan itu justru nyaman, tentu saja kalau memang dipakai dalam hujan. Kalo pakai jas hujan di terik sinar matahari, wadaw&#8230; panas boo.</p>
<p>Pake jas hujan tentu aja bikin badan tetap kering, ummm.. gak kering-kering amat sih, karena hangatnya tubuh dan sedikit keringat akan membuat kondensasi udara dan jas hujan akan menjadi sedikit basah disisi dalam. Jadi ya agak lembab. Tapi setidaknya tetap kering dan tidak begitu kedinginan.</p>
<p>Tidak pake jas hujan yang tepat, atau pakai jaket biasa, akan menyebabkan semuanya jadi basah. Basah-basahan sambil naik motor itu gak enak. Dinginnya sangat tidak menyengangkan. Belom lagi kalau sampai masuk angin.</p>
<p>Jadi, pergunakanlah pakaian yang tepat untuk menghadapi hujan. Kalau anda mau baca artikel ini cukup pada bagian ini saja, saya sudah senang, tapi anda akan lebih senang lagi dan anda akan berterima kasih pada diri anda sendiri kalau anda mau baca lebih jauh lagi.</p>
<p>Ok, pilih pakaian atau gear yang tepat (selain gear standar seperti Helm).</p>
<p>1. Belilah jas hujan yang berbentuk setelan. Biasanya terdiri atas 2 bagian, Bagian baju dan celana. Ada juga yang model over-all, dimana baju sama celana jadi satu, cuma model ginian udah jarang banget. Jangan beli jas hujan yang model ponco atau batman. Bahaya booo. Bayangkan kalau jas ponco anda terselip kedalam jeruji roda belakang. Bayang kan kalau jas ponco anda bagian depan menutupi lampu utama. Bayangkan kalau jas ponco anda tertiup angin dari depan dan serta merta menutupi helm anda.</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/jashujan.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-281" title="jashujan" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/jashujan.jpg" alt="" width="448" height="600" /></a></p>
<p>2. Pakailah sepatu boot anti air. Kalau ada sepatu-sepatu khusus lain yang anti air, ya sah-sah saja. Yang penting air tidak masuk. Yang tinggi hingga betis adalah yang terbaik. Kalau pakai sepatu biasa yang tembus air, kaki akan terendam air dan dingin akan mengganggu konsentrasi anda.</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/boots.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-282" title="boots" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/boots.jpg" alt="" width="448" height="597" /></a></p>
<p>3. Pakailah sarung tangan yang sebaiknya kedap air. Lebih bagus lagi kalau ada lapisan karet pada punggung tangan untuk menyeka air dari kaca helm.</p>
<p><a href="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/handglove-rain.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-280" title="handglove-rain" src="http://safetyridingcourse.com/wp-content/uploads/2010/02/handglove-rain.png" alt="" width="448" height="800" /></a></p>
<p>Kalau anda sudah siap dengan gear-gear ini, tentu saja dengan menggunakan helm, maka perjalan dalam hujan akan menyenangkan, jauh dari siksaan-siksaan dingin.</p>
<p><strong>10 hingg 15 menit pertama sejak mulai turun hujan adalah paling licin.</strong></p>
<p>Yap, ini adalah logika sederhana-sederhana saja. Dari waktu kewaktu, kendaraan mengotori jalanan. Entah itu percikan oli, bahan bakar, bahkan tanah atau pasir. Saat awal hujan, kotoran-kotoran tersebut tercampur dengan air dan menjadikan jalanan lebih licin. Hingga beberapa saat kemudian air membasuh kotoran-kotoran tersebut ke tepi jalan.</p>
<p>Jadi kalau mulai tik-tik-tik, hujan mulai turun, strategi yang terbaik adalah menepi, mampir ke warung kopi dan menikmati kopi hangat sambil menyiapkan jas hujan. Sambil menunggu jalanan lebih basah dan bersih dari kotoran-kotoran terutama tanah dan pasir.</p>
<p>Wadaw, gak bisa minggir pak, saya buru-buru. Okelah&#8230; yang penting jalannya lebih hati-hati dan jalan dengan kecepatan yang lebih rendah. Alon-alon, asal kelakon.</p>
<p><strong>Hindari permukaan jalan yang tampak mengkilat.</strong></p>
<p>Hhmmm.. maksudnya gak harus selalu mengkilat sih, yang saya maksudkan adalah apapun yang terbuat dari besi. Banyak contohnya, seperti rel kereta api, baja sambungan jembatan, <em>ramp up/down</em> yang terbuat dari besi. Ban yang terbuat dari karet akan menjadi sangat licin jika berjalan diatas metal/logam yang basah.</p>
<p>Selain itu, cat jalanan, seperti garis-garis marka jalan berwarna putih atau kuning. Permukaan cat ini juga menjadi sangat licin. Percaya deh.</p>
<p><strong>Pelan-pelan bro dan sis.</strong></p>
<p>Ini logika sederhana lagi. Dalam hujan, apapun permukaan di jalan pasti akan lebih licin dari biasanya. Otomatis pengereman akan lebih kurang efektif karena jarak pengereman yang memanjang.</p>
<p><strong>Ikuti jalur ban orang lain.</strong></p>
<p>Kalau anda membuntuti mobil, ikuti salah satu jalur bannya, jangan tepat ditengah mobil. Dengan demikian anda punya 2 keuntungan; Pertama, bilamana si mobil tiba-tiba melakukan pengereman, anda dengan mudah menghindar. Kedua, kalau anda melintasi genangan air dimana bisa saja ada lubang yang cukup dalam atau besar dibawah genangan tersebut, anda dengan mudah tahu karena ban mobil depan anda akan segera tenggelam saat melintas.</p>
<p>Sama juga dengan motor, kalo bisa, mengekor saja dan jaga jarak. Perhatikan jalur track motor didepan. Jangan jadi yang terdepan, karena yang terdepan akan merasakannya (terkena hazard) pertama kali. Kalau toch anda harus yang terdepan, hindari genangan air sebisa mungkin, anda tidak tau apa yang ada didalam sana.</p>
<p><strong>Kalau anda rasa (feeling) bahwa track itu licin, maka track itu benar-benar licin.</strong></p>
<p>Jangan pernah menduga-duga. Kalau anda ragu, sebaiknya jangan lakukan. Kalau anda lihat jalanan yang sepertinya terlihat licin, berpasir dan ada lumpur basah diatas jalan, jangan menduga-duga traksinya. Percayalah bahwa kalau perasaan anda mengatakan jalur itu licin, maka jalur itu benar-benar licin. Maka, berhati-hatilah. Percaya pada feeling dan mata anda.</p>
<p><strong>Pergunakan Face Shield yang benar-benar melindungi muka.</strong></p>
<p>Beberapa orang lebih senang jika hanya menggunakan kacamata motor, ya semacam googel gitu. Tapi, pada kecepatan 80 km/h keatas, tetesan air hujan bisa cukup menyakitkan. Sungguh tidak nyaman lho&#8230;</p>
<p><strong>Satu Aksi</strong></p>
<p>Mungkin anda agak bingung dengan istilah ini. &#8220;Satu Aksi&#8221;. Maksudnya begini. Kita harus mulai memikirkan roda-roda motor kita. Dalam kondisi normal dan kering, kita sering kali melakukan banyak aktifitas traksi dalam saat yang bersamaan. Berbelok sambil akselerasi, berbelok sambil melakukan pengereman, dan sebagainya.</p>
<p>Jadi maksud saya dengan &#8220;Satu Aksi&#8221; adalah, kita sebaiknya mulai mengurangi beberapa aktifitas yang dilakukan secara bersamaan disaat hujan-hujanan. Jika sedang menikung, sebisa mungkin tidak sambil melakukan pengereman berlebih. Juga saat menikung sebaiknya tidak melakukan akselerasi berlebihan.</p>
<p>Atau dengan kata lain, memaksimalkan traksi ban untuk satu kegiatan saja disaat hujan, berbelok, mengerem atau akselerasi. Jangan di campur-campur ya.</p>
<p><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p>Berkendara dalam hujan tentu saja bisa kita lakukan dengan baik dan aman. Juga menyenangkan. Selama anda perduli akan keselamatan anda sendiri, mengerti resiko-resiko yang bisa timbul dan mengambil tindakan yang tepat untuk menanggulangi resiko-resiko itu tadi.</p>
<p>Jangan biarkan hujan menghentikan anda dan menghilangkan kesenangan yang bisa anda peroleh dalam perjalanan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://safetyridingcourse.com/?feed=rss2&amp;p=278</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
