Sorry Bro, Gue gak liat.

Kalau anda melakukan kesalahan, pastilah kemungkinan besar kesalahan itu adalah kesalahan yang tidak disengaja. Yah, wajar sajalah mana ada orang mau berbuat kesalahan. Termasuk salah satunya kalau sampe nabrak atau ditabrak orang. Mau tau alasan terbanyak yang disebutkan oleh orang-orang setelah nabrak ? apalagi alasan pengendara mobil yang abis nabrak motor ? Yap… bener. “Sorry Mas/Pak/Bu/Dek/Om… Saya gak lihat…”. Uuuuh rasanya pengen aja langsung di beri bogem mentah. Tapi, seperti yang pernah saya katakan pada artikel sebelumnya, ini semua adalah tetap salah kita sendiri. Kita harus menjadikan diri kita mudah melihat kendaraan lain, dan juga mudah untuk dilihat.
Banyak sekali tips-tips dan trik untuk mudah terlihat, mungkin anda sudah sering membaca tentang teknik-teknik menjadikan diri kita menjadi lebih terlihat.
Ada yang menyarankan ; untuk mengenakan baju/jaket yang cerah dengan warna yang mencolok, menggunakan helm dengan warna putih atau cerah, menghidupkan lampu besar di siang hari, menggunakan stiker-stiker yang memantulkan cahaya, memposisikan motor kita di luar Blind Spot dan banyak lagi tips-tips lainnya.
Namun demikian, ternyata ada penjelasan ilmiah dibalik alasan “Tidak Lihat” tadi yang dilontarkan oleh orang-orang yang habis nabrak. Pada kenyataannya adalah, orang-orang itu memang benar-benar tidak melihat anda. Lho kok ? padahal kan jelas-jelas kita tadi ada disitu ! Kalau salah satu teman saya bilang “wong ujud-nya ada kok, gak lihat sih ?”
Naah, penjelasan ilmiahnya begini. Dalam dunia psikologi, ada yang disebut dengan “Inattentional Blindness”. Atau yang dalam bahasa Indonesia-nya “Kebutaan Akibat Kurang Perhatian”… maklum, bahasa Inggris saya agak terlalu sempurna (baca: becanda), bahasa inggris 2 kata berubah jadi 4 kata dalam bahasa Indonesia. Namun ya begitulah artinya, kurang lebih.
Apakah itu “Inattentional Blindness” ? Begini, dalam melakukan suatu aktifitas yang banyak jumlahnya dilakukan secara bersamaan dan memerlukan perhatian dari otak yang sama banyaknya, contohnya sewaktu berkendara mobil ; dimana pada suatu saat diperlukan konsentrasi untuk memperhatikan kondisi jalan, rambu-rambu lalu lintas, kecepatan, besar gas, injak kopling, menghindar dari mobil lain, ditambah lagi dengan pikiran-pikiran seperti pekerjaan di kantor, terlambat sampai kantor, dimarahi bos, bertengkar dengan istri, semuanya menyita beban kerja otak.

Naahhh… apa bila otak sudah bekerja terlalu giat, secara otomatis otak akan mulai menyaring informasi informasi yang diterima-nya dari bagian tubuh atau indra yang lain. Adik gue contohnya, kalo sudah nonton Tom & Jerry, mulutnya sampai melongo, dan indra pendengarannya mulai buntu, dipanggil-panggil kaga bakal nyaut. Dalam hal ini, otak hanya mau menerima dan memproses informasi yang menarik bagi si empu-nya otak.
Karena sibuknya aktifitas pengendara mobil, maka otak pun mulai menyaring informasi-informasi yang dianggapnya penting dan menarik perhatian. Seringkal, keberadaan motor di jalan sudah dianggap enteng dan tidak lagi menjadi perhatian sehingga walaupun jelas-jelas terlihat oleh mata, namun informasi mengenai keberadaan motor itu sudah tersaring dan seolah-olah hilang tak terlihat. Kalau sudah terdengar “Dug” … diikuti dengan “Gdubrak”… berbarengan dengan “AAaahhhh”. Barulah si pemilik mobil tersadar karena informasi suara itu menembus filter otak.
Jadilah… “Sorry, saya tidak lihat”.
Nah, ada beberapa tips tambahan yang bisa dilakukan untuk memecah “Inattentional Blindless” ini, beberapa diantaranya adalah dengan mengedipkan lampu rem ketika hendak melambat, berusaha agar lebih terlihat dan rajin-rajin pakai klakson. Agar mereka-mereka itu benar-benar melihat anda.
hehehe…
nice artikel, bener om…
tapi kadang2 ada aja kendaraan/pengendara yang gak mau tau ama signal yang dah kita kirim…
yang pasti pas kita ridding, jangan pernah pikirkan hal lain selain saat itu (kondisi jalan), lupain dulu dimarahin bos, dateng telat, atau apa pun juga…
dimarahin, seminggu ilang. tapi nyawa ilang, gimana balikinnya…
Bener banget bro, konsentrasi dijalan, fokus untuk terus berhati hati dan memperhatikan segala potensi resiko yang bisa muncul.
Saran lain adalah selalu aktif mencari perhatian. Entah dengan klakson, lampu dim dll sehingga kita yakin bahwa pengendara lain melihat kita.
untuk bagian ini saya punya prinsip sendiri
“1. Uruslah diri anda sendiri,
2. Jangan takuti cara orang lain berkendara,
3. Takutilah cara anda berkendara,
4. Selalu awas pada posisi anda saat berkendara”
klo anda sudah memenuhi prinsip tersebut, skalipun anda sangat cepat, kemusian kendaraan diddepan ada tiba2 menyisir kearah anda, adan pasti sudah tau mw mwlakukan apa pertama, kedua, ketiga dan selanjutnya sehingga anda aman.
atau sekalipun diddepan ada ada tabrakan, anda dekat dengan kejadian gtersebut dalam beberapa detik jg bakal nabrak, tp klo adana memakai salah satu perinsip diatas dijamin anda pasti punya STEP2 tertentu untuk menghindar, walo mesti nabrak tp ngak sampe cedera…
smoga membantu