First Advanced Safety-Riding Training

Safety is about doing the right thing,
even if no one is looking.
- NSC

Tentang Berboncengan

boncenger

Memang, berkendara motor dapat melepas stress dan sungguh menyenangkan. Menyusuri pegunungan dan lembah, atau bahkan diantara belantara gedung-gedung tinggi di perkotaan. Meliuk-likuk dari satu tikungan ketikungan yang lainnya dan menikmati pemandangan alam dan kota. Alangkah nikmatnya jika kenikmatan perjalan itu kita bagi bersama dengan co-rider (boncenger).

Hanya saja, dengan menambahkan satu boncenger bersama kita secara otomatis kita juga menambahkan resiko dalam berkendara motor. Anda pasti sudah tahu, bahwa berkendara motor adalah aktifitas yang menyenangkan sekaligus ber-resiko. Solo riding berarti resiko pada satu orang, satu nyawa. Dengan boncenger, maka dua orang, dua nyawa. Yang seharusnya analogis dengan dua kali keahlian, dua kali kehati-hatian dan dua kali kesadaran diri untuk selalu menjaga resiko agar lebih minim.

Menyadari hal itu, penting bagi pengendara motor, khususnya yang memengang kendali stang, untuk lebih mempersiapkan diri dan mengasah kemampuan berkendaranya menjadi lebih baik lagi sebelum benar-benar siap menerima boncenger untuk duduk dibelakangnya. Lebih bisa menjaga kelakuan dan lebih bertanggung jawab juga tentunya.

Bagai para boncenger, maukah anda “menyerahkan” keselamatan anda ditangan pengemudi ? Wah, tunggu dulu. Kalau saya jadi boncenger, saya tidak akan mempercayakan keselamatan diri pada orang yang tidak mengerti mengenai keselamatannya diri sendiri. Kalau tidak bisa menjaga keselamatan diri sendiri, gimana mau menjaga keselamatan orang lain ? Benar bukan ?

Berikut ini adalah beberapa saran dan tips agar perjalanan anda dan boncenger tetap aman dan juga menyenangkan dijalani bersama.

Keahlian dalam membonceng

Memang dasar sekali dan mungkin terdengar lucu. Mungkin lebih lucu lagi jika kita membicarakan tentang keahlian dalam membonceng dengan para tukang-tukang ojek yang memang setiap hari kerjaanya memboncengi pelanggan. Mungkin anda adalah seorang yang memiliki keahlian yang cukup baik dengan pengalaman berkendara menahun, dan anda mungkin akan berfikir bahwa hal ini (keahlian bonceng membonceng), tidak perlu dianggap serius. Ya, semua itu terserah anda, mungkin anda akan berfikir lain ketika anda terkena musibah bersama boncenger (dan mulai mengingat-ingat artikel ini setelahnya). Semoga tidak ada hal buruk terjadi dengan anda.

Seperti sebelumnya sudah disebutkan, sebaiknya anda benar-benar mempersiapkan keahlian dan kemampuan berkendara terlebih dahulu sebelum anda mengizinkan orang lain untuk ikut berboncengan dengan anda. Yang paling cepat dan mudah yang bisa anda lakukan adalah dengan mengikuti kursus-kurus safety riding dasar. Banyak institusi-institusi formal dan non-formal yang menyediakan jasa pelatihan ini. FAST salah satunya. Dengan menyelesaian kursus safety-riding dasar, anda akan lebih banyak mengerti mengenai dasar-dasar keselamatan berkendara motor serta mengetahui keahlian-keahlian dasar yang umumnya pengendara motor tidak ketahui.

Walaupun anda berhasil menyelesaikan pelatihan dasar Safety-Riding, bukan berarti bahwa anda memang benar-benar memiliki kualifikasi untuk bisa berkendara bersama boncenger. Banyak orang-orang yang baru selesai belajar “bawa” motor lansung dengan yakinnya membawa boncenger keliling kota, padahal belum benar-benar mengerti bagaimana mengangani bahaya-bahaya yang umumnya ditemukan di jalan raya. Keahlian dan pengetahuan yang memadai hendaknya diperkaya dengan pengalaman yang cukup. Benar-benar kuasai berkendara motor sebelum menerima boncenger untuk berkendara.

Tergantung dari jenis motornya dan seberapa berpengalaman si boncenger, pengendalian motor benar-benar bisa berbeda secara dramatis. Ada seorang boncenger wanita yang agak paranoid ketika motor dimirikan dalam kemiringan yang “agak” dalam.  Reaksinya bisa macam-macam, kadang-kadang tubuhnya bergerak melawan kemiringan, kadang-kadang ia terpekik sambil menarik jaket pada bagian pinggang. Ada boncenger yang justru tidak meletakkan kakinya pada foot rest penumpang, membiarkan kakinya terjuntai lurus kebawah dimana sendalnya hampir menyentuh permukaan jalan. Dan lain sebagainya. Berboncengan dengan motor sport juga sangat berbeda dengan berboncengan dengan scooter. Ketidak nyamanan dan kesulitan berkendara yang anda temukan bisa menjadi resiko baru dan juga menyiksa sepanjang perjalanan anda.

Saya sarankan bagi anda yang akan berboncengan, untuk menyempatkan waktu berlatih bersama dalam berboncengan. Menyusuri jalan sepi atau bermanufer di pelataran parkir dan lapangan semen yang kosong. Membiasakan diri anda dan boncenger untuk menikung miring, menghindar dan juga pengereman yang berat dan mantap. Jika anda terbiasa, anda akan lebih siap dan perjalanan anda nantinya lebih nikmat dan aman bersama.

Secara formal, beberapa tempat pelatihan Safety Riding juga mengajarkan mengenai Co-Riding. FAST juga mengajarkan Co-Riding dalam sylabus ARC (Advanced Riding Course) nya. Pelatihan ini memberikan pengalaman baru bagi anda dan boncenger, sekaligus menantang dan menyenangkan di ikuti.

boncenger2

Pengaruh pada pengendalian

Dengan adanya boncenger, pengendalian motor dapat berubah drastis. Dimana berat keseluruhan motor menjadi bertambah sesuai bobot boncenger dan barang bawaan, dan berat yang bertambah lebih terkonsentrasi pada bagian belakang serta CoG (Center of Gravity) yang menjadi lebih tinggi.

Pengaruh pengendalian akan sangat terasa perubahannya bila anda membawa motor kecil dan ringan jika dibandingkan pada motor-motor yang lebih besar dan berat, terutama pada efeknya saat akselerasi, pengereman dan menikung. Walaupun bagaimana pun juga, pengendalian akan terpengaruhi secara drastis.

Pages: 1 2 3

4 komentar untuk “Tentang Berboncengan”

  1. bambang mengatakan:

    Mohon info :
    1. regulasi penggunaan sidecar di indonesia
    2. Produsen motor mana yang memasarkan sidecar di Indonesia.
    Terima kasih

  2. newm4n mengatakan:

    Mengenai penggunaan Side Car sebagai berikut :

    PP 44/1993, KENDARAAN DAN PENGEMUDI (b)

    Pasal 121

    (1)Rangkaian kendaraan bermotor yang diizinkan dioperasikan di jalan,

    meliputi :

    a.mobil barang yang terdiri dari satu kendaraan bermotor penarik dan hanya satu kereta tempelan;
    b.mobil bus yang terdiri dari satu mobil bus penarik dan hanya satu bus;
    c.mobil barang yang terdiri dari satu mobil barang tunggal dan hanya satu kereta gandengan;
    d.mobil bus yang terdiri dari satu mobil bus penarik dan hanya satu bus gandengan; e.mobil penumpang yang terdiri dari satu mobil penumpang penarik dan hanya satu kereta gandengan;
    f.sepeda motor dengan kereta gandengan.

    Untuk dimensinya bisa merujuk pada pasal-pasal lainnya pada PP yang sama.

    Anda bisa lihat di : http://rsa.or.id/index.php?option=com_content&view=article&id=87:pp-441993-kendaraan-dan-pengemudi-b&catid=37:info-lalin&Itemid=57

    Untuk produsen penjual SideCar / SesPan, bisa coba ke http://otto-sespan.tokobagus.com/

    Semoga membantu.

  3. Qingqi mengatakan:

    no side seat bagi boncenger, harus (maap) duduk ngangkang, ato duduk laki (bila perempuan), maka hendaknya pakaian boncenger pun menyesuaikan

    sebagai co-rider, jadi ga tidur lelap, namun membantu menjadi mata kedua bagi rider, bahkan bisa memberikan hand signal.

    cmiiw

  4. ar mengatakan:

    Saya paling suka prinsip ini ” Kalau saya jadi boncenger, saya tidak akan mempercayakan keselamatan diri pada orang yang tidak mengerti mengenai keselamatannya diri sendiri. Kalau tidak bisa menjaga keselamatan diri sendiri, gimana mau menjaga keselamatan orang lain”… Bener banget

    yg saya pahami tentang berboncengan dan yg paling penting adalah pemindahan berat badan, boncengar harus rilex dan mengikuti perpindahan arah motor, ngak hrz arah pembonceng, krn banyak jg pembonceng sedikit ragu, jd biar bonecenger ngak ragu spt pembonceng, urus diri sendiri ja, ya itu ikuti arah berat motor, tp jagnan mendahului perpindahan berat pembonceng, sangat berbahaya..===> jika anda kurang yakin siapa pemboncengn anda…

    smoga membantu

Jawab komentar ini