First Advanced Safety-Riding Training

Good rider aways keep
risk factor in check
-MSF

Tidak ada kompromi untuk “Safety”

Kata “Safety” atau “Keselamatan” adalah kata-kata yang sangat sakral dan punya arti yang sangat mendalam. Atmosfir ini sangat terasa sekali kita team F.A.S.T memasuki area komplek pabrik PT. CMWI (Central Motor Wheel Indonesia) yang berlokasi di Pasuruan Jawa timur. Sedemikian mendalamnya implementasi “Safety” di CMWI memberikan inisiatif bagi manajemen perusahaan untuk kembali membekali karyawannya (yang mana sebagian besar merupakan pengendara motor).

Kali ini, F.A.S.T mendapat kehormatan untuk bisa memberikan materi seputar Safety Riding kepada seluruh pekerja dan pegawai CMWI yang mencapai 800 orang. Dibagi menjadi 200 orang dalam setiap sessi, dan selesai sesuai jadwal pada tanggal 12, 22, 25 dan 26 Januari 2009.

Pada hari-hari tersebut, pelatihan diberikan kepada kurang lebih 200 orang peserta yang mencakup materi-materi standard teori seperti Safety Awareness, Risk Management, Strategi Jalan Raya, Gears, dan lain-lain. Lebih ditekankan pembahasan pada seputar Safety Awareness dimana peserta lebih mendapat pemahaman dan kesadaran mengenai betapa berbahanya berkendara motor dan juga pentingnya arti keselamatan selama berkendara motor.



Diskusi berlangsung serius tapi santai serta interaktif dimana peserta bisa menanyakan kapan saja mengenai Safety Riding. Sambil se-sekali diiringi video-video yang berhubungan dengan Safety Riding, menambah antusias para peserta untuk terus menyimak dan kembali bertanya.

Sesekali team F.A.S.T memberikan quiz berhadiah kepada peserta untuk menambah antusias dalam mengikuti training kali ini. Tidak kurang antara 2 hingga 3 helm standard SNI dibagikan di setiap sessinya, ada safety gear standard lain seperti sarung tangan juga ikut dibagikan bagi peserta yang memberikan jawaban atau pendapat yang dinilai baik dan positif.

PT. CMWI sudah sangat totalitas menjalankan program Safety dan memiliki komitmen yang kuat dalam hal Safety Riding. Hal-hal yang sangat mendasar seperti penggunaan Helm (minimal open-face) yang wajib dikenakan oleh karyawan hingga penggunaan dua kaca spion yang terpasang dengan baik pada tunggangan mereka. “Kalau mereka tidak pake, silahkan parkir diluar areal komplek pabrik.” demikian kata penanggung jawab Safety PT. CMWI, Arief Rachman menegaskan.

Memang “Safety” merupakan hal yang sangat dijaga dan selalu diamalkan dilingkungan PT.CMWI, namun demikian tidak menjadikannya sesuatu yang menakutkan, tapi justru membuat setiap pekerja dan pegawai menjadi lebih aman bekerja. Dan diharapkan dengan adanya pelatihan ini akan menjadikan para peserta pelatihan lebih “dipersenjatai” secara mental dan pengetahuan sehingga bersama-sama mewujudkan Zero Accident di PT. CMWI

Pelatihan ini ditutup dengan penyerahan cindera mata sebagai “token” tanda komitmen PT.CMWI dalam usahanya menjaga nilai-nilai “Safety” khususnya “Safety Riding”.

Semoga apa yang sudah dilakukan oleh PT CMWI menjadi contoh bagi masyarakat diseluruh Indonesia untuk terus menciptakan keamanan, khususnya berkendara motor.

4 komentar untuk “Tidak ada kompromi untuk “Safety””

  1. Pengamat SR mengatakan:

    welldone man!

    kept it up!!!

  2. Prinova mengatakan:

    sangat jarang perusahaan yang mau peduli terhadap keselamatan para karyawannya. Semoga banyak perusahaan lain mengikuti cara perusahaan ini dalam menghargai karyawannya …….. go safety !!!

  3. Widhy mengatakan:

    harusnya manajemen menjadikan short course ini sbg bagian dr produktifitas dan efesiensi..

    logikanya, bila karyawannya tdk memiliki kesadaran ttg safety riding shg cenderung tdk berhati2, maka ketia terjadi kecelakaan akan merugikan perusahaan, baik krn ybs tdk dapat bekerja memberikan kontribusi kpd perusahaan, jg biaya perawatan yg mjd beban perusahaan…

    singkatnya, FAST harus fast/cepat menangkap fenomena ini dg intens masuk ke perusahaan2 dg proposal kerjasama yg saling memberikan manfaat…

    ini skedar urun rembuk saja…

    bro Gab, bro Kris, bro Indra…. salam Pulsarian!!

  4. Jojo mengatakan:

    Untuk perusahaan besar dari luar, rata rata sudah menomer 1 kan safety.
    Karena bila karyawan celaka, kemudian tidak masuk, maka perusahaan rugi, rugi karena tidak produktifnya karyawan yang dirawat karena kecelakaan tersebut, rugi karena biaya yang dikeluarkan perusahaan.

    Perusahaan lebih suka mengeluarkan biaya sedia payung sebelum hujan daripada biaya pengobatan.

    Sehingga ada perusahaan yang serius memberikan target zero accident dan dihubungkan dengan bonus perusahaan. Bila zero accident tercapat, bukan hanya token yang didapat, namun bonus yang lebih daripada standar diberikan kepada karyawannya…

    well, bagaimana dengan kondisi kantor kita masing masing..? mari jo kita berusaha bersama..

Jawab komentar ini